Yang Terlewatkan dari Riuhnya Gugatan Cerai Ahok kepada Veronica Tan

Parenting

[Photo credit: Instagram @veronicabtp]

16K
Saat kita begitu sibuk menyalahkan Bu Vero atau membela habis-habisan Pak Ahok yang kita kagumi setengah mati, kita lupa akan ketiga anak mereka.

Saya sebenarnya hendak tidur. Namun, notifikasi chat di gawai saya berbunyi dengan begitu ramai. Ini hari Minggu, sudah lewat pukul 22.00 pula, pasti ada sesuatu luar biasa yang sedang terjadi. Segera saya meraih gawai dan membacai satu persatu chat yang masuk. Ternyata berita Ahok yang menggugat cerai istrinya sedang ramai diperbincangkan.

Terlepas dari apakah berita itu benar atau tidak [sebab beredar banyak versi dan tak semua terkonfirmasi], ada satu hal yang terlewatkan. Saat kita begitu sibuk menyalahkan Bu Vero atau membela habis-habisan Ahok yang kita kagumi setengah mati, kita lupa akan ketiga anak mereka.

Berada di posisi anak-anak itu jelas bukan perkara mudah. Jika bisa memilih, saya yakin mereka tidak akan pernah mau berada di situasi seperti saat ini. Ayah di penjara, ibu diterpa berita perselingkuhan. Orangtua di ambang perceraian, mimpi buruk bagi semua anak.

Daripada sibuk saling menyalahkan atau mati-matian membela idola, lebih baik kita merefleksikan 4 hal ini dalam hidup keluarga kita masing-masing.



Kehilangan Figur Orang Tua

Orangtua dalam keadaan normal adalah seorang ayah dan seorang ibu. Dua orang yang bersatu dalam sebuah janji pernikahan yang kudus, saling melengkapi dan saling menopang satu sama lain.

Ketika orangtua bercerai, kepada siapa pun hak asuh jatuh, anak-anak telah kehilangan satu dari pasangan lengkap orangtua mereka.

Setangguh apa pun seorang ibu, tidak akan pernah dapat menggantikan sosok ayah yang sebenarnya. Selembut apapun seorang ayah, juga tidak akan pernah dapat menggantikan kehadiran nyata seorang ibu.

Baca Juga: "Papa Pulang Nggak?" Tanya Penuh Rindu Putra Bungsu Ahok Menyadarkan Kita Satu Hal Penting Ini



Ada Yang Hilang dalam Hidup Mereka

Selain kehilangan kehadiran faktual sosok orangtua, tidak bisa dimungkiri, ada yang hilang juga dalam diri anak-anak korban perceraian orangtua. Salah satunya menurut saya, mereka cenderung sulit memandang relasi laki-laki dan perempuan sebagai sesuatu yang berharga. Bukan sepenuhnya kesalahan mereka, mereka juga tidak ingin tumbuh dalam kondisi yang tidak ideal.

Kecenderungan lain, anak korban perceraian orangtua tumbuh kekurangan perhatian. Tak sedikit yang berusaha mendapatkan perhatian yang hilang itu dari orang lain, dengan berbagai cara. Seringnya, akhirnya, mereka malah dipandang sebagai sumber masalah oleh orang di sekitar.



Berdamai dengan Masa Lalu Tak Pernah Mudah

Sekilas, perceraian kelihatannya dapat menyelesaikan masalah antara suami dan istri. Namun, bagi anak-anak, sebuah masalah baru justru sedang muncul dan mungkin tak akan pernah selesai dalam hidup mereka.

Tidak akan pernah mudah hidup dengan sebuah beban yang dipikulkan dengan egois oleh orangtua. Bagaimana rasanya menjalani konsekuensi dari 'kesalahan' yang tidak mereka buat?

Perceraian adalah pilihan orangtua, bukan anak-anak.

Masa depan memang ada di tangan mereka sendiri, tapi masa lalu tak pernah bisa diubah. Dan berdamai dengan kenyataan itu, bukanlah hal yang mudah.



Kecemasan Akan Masa Depan

Beberapa kekhawatiran terbesar anak-anak korban perceraian terkait masa depan mereka adalah: Apakah orang lain bisa menerima keadaan dan latar belakang hidup mereka? Apakah ada jaminan mereka tidak akan mengalami kepahitan yang sama?

Kekhawatiran dan kecemasan menghantui perjalanan hidup mereka. Sejak orangtua mereka bercerai sampai jauh ke masa ketika kedua orangtua tidak lagi ada di dunia, masa depan.

Baca Juga: Ketika Perceraian Tak Terelakkan, Masa Depan Anak Tak Harus Dipertaruhkan. Memilih Rukun Tanpa Rujuk, Begini Teman Saya Melakukannya


Dari lubuk hati terdalam saya berharap Pak Ahok dan Bu Vero tidak bercerai. Namun, bagaimanapun akhirnya nanti, saya doakan yang terbaik bagi Pak Ahok, Bu Vero, Nicholas, Nathania, dan Daud.




Baca Juga:

Sebagai Anak Korban Perceraian, Saya Mengatasi Trauma dengan Cara Ini

Anda Hendak Bercerai? Dengarkan Curhatan Kami, Anak-Anak Korban Perceraian Orangtua

Sebagai Anak Korban Perceraian, Inilah 4 Alasan Saya Bisa Tetap Bersyukur dan Percaya Diri





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yang Terlewatkan dari Riuhnya Gugatan Cerai Ahok kepada Veronica Tan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar