Yakin Sudah Siap Menikah? Satu Pertanyaan Saja yang Mesti Kamu dan Pasangan Jawab. Bisa?

Love & Friendship

[image: Tecnohoy]

5.6K
Selain karena masalah pasangan hidup adalah salah satu keputusan besar dalam hidup, menurutku, proses pertimbangan ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pribadi kita.

Saat pacaran, aku sering (amat sering) bertanya-tanya bagaimana aku bisa mengetahui bahwa dia adalah orang yang tepat untukku. Apalagi setiap kali konflik, rasanya begitu ingin mengakhiri relasi tersebut. Rasanya lebih “bahagia” sendiri. Rasanya aku tidak ingin menikah dengannya dan mengklaim bahwa dia bukanlah orang yang tepat.

Faktanya, pertanyaan "Diakah orang yang tepat?" memang cenderung muncul saat kita mengalami konflik. Alasannya sederhana, karena pada umumnya, tidak seorang pun dari kita yang menyukai konflik. Tidak ada yang suka tersakiti. Tidak ada yang suka dengan chaos.

Namun, hubungan tanpa konflik adalah hal yang mustahil, bukan?

Ya, sebelum menjalin relasi, satu hal penting yang perlu kita persiapkan adalah hati yang siap terluka. Karena, yang namanya menjalin relasi, baik dengan pasangan, orangtua, anak, ataupun teman, pasti akan ada benturan.

Saya ingin mengutip perkataan seorang penulis, Joshua Iwan Wahyudi, yang mengatakan bahwa konflik terjadi hanya karena ada perbedaan. Maka, terimalah fakta bahwa kita semua berbeda. Latar belakang keluarga yang berbeda akan membentuk karakter yang berbeda, dan ini akan sangat memengaruhi cara kita berelasi. Ditambah, kita semua adalah manusia yang penuh dengan kekurangan. Respons kita satu sama lain pun tidak selalu baik. Konflik itu akan selalu ada, hanya tergantung bagaimana kita memberikan respons dan melaluinya.

Baca Juga: Ragu Menjelang Nikah: Stres Belaka ataukah Pertanda? Mantapkan Hati, Periksa Hal-Hal Penting Ini



Kembali kepada Pertanyaan, "Diakah Orang yang Tepat Untukku?"

Sekalipun kita tidak sedang berada dalam konflik dengan pasangan, hal ini memang harus selalu ditanyakan. Bukan hanya dari sisi wanita saja, bahkan seorang pria yang sudah menyatakan perasaannya terlebih dahulu, yang tampaknya sudah yakin di awal pun, perlu mempertimbangkannya secara terus-menerus, sebelum menjalani komitmen seumur hidup dalam pernikahan.

[image: Wedding28]

Selain karena masalah pasangan hidup adalah salah satu keputusan besar dalam hidup, menurutku, proses pertimbangan ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pribadi kita. Tidakkah baik, bila kita dapat membangun keluarga yang saling mengasihi dan menghormati? Hal ini hanya dapat terjadi jika kita sudah melalui proses pertimbangan ini secara serius.

Jadi, aku mengucapkan “SELAMAT”, jika kamu adalah salah satu orang yang mempertanyakan apakah pasangan kita adalah orang yang tepat untuk membangun keluarga kelak. Artinya, kamu sedang berusaha untuk mempertanggungjawabkan kehidupan cintamu secara optimal.

Baca Juga: Yakin Sudah Cocok dengan Pacar? 7 Perbedaan



Lalu, Bagaimana Kita Menjawab Pertanyaan Ini?

Adakah formula yang tepat untuk mengetahui apakah dia adalah pasangan hidup yang tebaik bagi kita?

Adakah checklist yang jika sudah tercentang semua, baru kita dapat memutuskan untuk menikah dengannya?

Jawabannya, aku tidak tahu persis.

Sejak remaja, aku mengikuti berbagai sesi LSM (Love, Sex, Marriage), yang jika aku rangkum, aku hanya mendapat bekal ini:

"Apakah aku bertumbuh semakin dekat dengan TUHAN dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika menjalin relasi dengannya?"

Ini menjadi indikator penting dalam menjalin relasi pranikah.

Dalam praktiknya, tentu tidak mudah juga menjawab pertanyaan ini. Karena aku bisa saja mengatakan bahwa kalaupun aku bertumbuh/tidak, itu tidak tergantung dengan keberadaan dirinya.

Namun, saat ini, aku hanya bisa mengatakan bahwa kamu tahu. Kamu sendiri yang akan tahu apakah dengannya, kamu diproses menjadi pribadi yang lebih baik?

Ketika berpacaran, bertanyalah satu sama lain, apa yang aku pelajari (karakter buruk apa yang terkikis) saat berelasi dengannya? Apakah kita berdua sama-sama menjalankan kehidupan rohani yang semakin baik? Apakah dia mendukungku untuk mencintai dan melayani Tuhan lebih lagi?

Mungkin kamu akan berkata, “Ah, terlalu ideal.”

Sungguh? Apakah hal itu terlalu ideal?

Baca Juga: Sudah Siap Menikah? Uji Diri dan Pasangan dengan 3 Pertanyaan Ini

[image: [image: Foto Prewedding Penulis]]

Pada akhirnya, kita semua memiliki pilihan.

Pada akhirnya, kita semua akan menyampingkan pertanyaan "Diakah orang yang tepat untukku," dan di-upgrade dengan pertanyaan-pertanyaan ini:

"Apakah aku akan (mau) hidup mencintainya seumur hidupku?"

"Apakah aku akan (mau) hidup saling mendukung dengannya?"

"Apakah aku akan (mau) melayaninya dan berperan sebagaimana suami/istri yang Tuhan kehendaki?"

Aku rasa, jika kita sudah sampai pada tahap pertimbangan ini, berarti kita sudah melalui fase "Diakah orang yang tepat untukku?"

Akhir kata, selamat terus mempertimbangkan dan memutuskan pilihanmu yang terbaik. Jangan lupa pula untuk melibatkan Tuhan untuk masa depan kehidupan rumah tanggamu kelak.




Baca juga artikel-artikel inspiratif ini:

Menikah karena Cinta? Salah! Riset Pakar Psikologi Menunjukkan Inilah Satu Alasan Tepat untuk Menikah

Yakin Sudah Siap Menikah? Inilah 5 Kenyataan yang Harus Kamu Ketahui sebelum Memasuki Gerbang Pernikahan





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yakin Sudah Siap Menikah? Satu Pertanyaan Saja yang Mesti Kamu dan Pasangan Jawab. Bisa?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lia Oozz | @liaozz

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar