Usulan Pasangan Baru untuk Ahok dan Vero. Siapa Tahu Cocok!

Marriage

[Photo credit: Jason Briscoe]

2K
Siapa tahu?

Menjelang sidang pembuktian - karena sidang pertama ditunda dan sidang kedua Vero absen - kasus perceraian Ahok-Vero di hari Valentine mendatang, saya merenung sendiri sambil memandang dan memutar-mutar cincin pernikahan saya dengan Susan yang sudah berlangsung lebih dari seperempat abad.

"Wah, Pak Xavier menikah lagi ya? Istri tampak muda dan cantik."

Begitu WA yang saya terima dari seorang sahabat yang lama nggak bertemu.

Kata ‘menikah lagi’ membuat saya tersenyum dan istri saya terpingkal-pingkal waktu saya beritahu. Kok bisa-bisanya saya yang memasang tulisan, “Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia” di kartu undangan pernikahan kami 25 tahun lalu menikah lagi??

Namun, saat saya merenungkan ‘incident’ #gagalpaham seorang teman di atas, saya merenungkan 3 hal ini.



Pertama, saya memang menikah lagi,

[Photo credit: giphy]

.

..
...


tetapi dengan orang yang sama.

[Photo credit: giphy]
Bukankah salah satu syarat agar pernikahan kita langgeng adalah terus-menerus jatuh cinta dengan orang yang sama?

Saya sungguh merasakan hal itu setelah heboh silver wedding anniversary party kejutan yang benar-benar membuat saya dan istri terkejut.

Saat saya sakit dan harus dioperasi di rumah sakit, saya justru semakin mencintai istri saya yang begitu telaten merawat saya, bahkan tidur di samping saya di kamar rumah sakit yang tidak nyaman. Semahal-mahalnya kamar sebuah rumah sakit jauh lebih nyaman di kamar sendiri di gubuk impian.

Baca Juga: Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya



Kedua, istri ‘baru’ saya tampak jauh lebih muda dan cantik.

Pujian dari seorang sahabat itu memang benar. Karena jarang make up, maka begitu di-make up di salon mahal, dengan gaun yang sama mahalnya, istri saya jadi tampak cantik.

Apalagi salon dan gaun itu merupakan sumbangan dari pasangan suami-istri muda asal Singapura yang dekat dengan keluarga kami. Saya pun jadi jauh lebih muda dan segar, karena tidak perlu mengeluarkan uang ekstra. Wkwkwk.

[Photo credit: tenor]

Pria sering termehek-mehek menyaksikan wanita yang cantik dan mati-matian mengejar mereka agar bisa dijadikan istri.

Padahal,
istri menjadi cantik justru ketika mereka dicintai suaminya.

Baca Juga: Karena Lelaki Perlu Disegarkan Sementara Perempuan Perlu Didengarkan, Terjadilah Perselingkuhan. Begitu, Bukan?



Ketiga, setangguh apa pun seorang wanita, dia butuh figur seperti Dilan untuk memujinya.

Sebagai seorang yang suka bekerja, jujur saja, saya memang jarang sekali memuji istri saya. Namun, jauh di dasar hati saya, saya mengagumi ketangguhannya.

Saya ingat benar, suatu kali saya tugas di luar negeri selama berbulan-bulan. Istri saya merawat anak dengan sungguh-sungguh. Ketika mereka menyusul saya ke Aussie, saya melihat lingkaran hitam di matanya. Kelelahan tidak bisa ditutupi! Meskipun begitu, saat saya menjemputnya di bandara internasional, senyum merekah yang dia tunjukkan kepada saya. Mungkin rasa cinta dan kangennya kepada saya melebihi rasa lelahnya.

[Photo credit: tenor]

Boleh dong merasa ge-er dengan pasangan sendiri.

Meski jarang, bukan berarti saya tidak pernah memujinya. Walaupun saya yang lebih senang memasak ketimbang dia, sejak ART pulang kampung untuk menikah dan belum ada gantinya, masakan istri saya meningkat begitu pesat. Saya sungguh menikmati sajian lezat. Apalagi jika istri saya memasak terong balado plus ikan asin! Saya dan anak-anak bisa menghabiskan nasi dalam magic jar.

Baca Juga: Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, dengan atau Tanpa Kata-Kata Ini, Setiap Hari



Bagaimana kalau begini saja?

Begitu juga dengan kasus perceraian Ahok Vero yang sudah memasuki babak baru tetapi belum menghasilkan kabar baru. Ketika merenungkan pernikahan mereka, saya hanya bisa menyimpulkan, jangan-jangan Ahok butuh Wonder Woman yang bisa mengerti dan memahami tekadnya untuk rela mati demi rakyat NKRI, khususnya DKI. Sedangkan Vero butuh Dilan yang bisa romantis dan senang memuji.

Tentu saja analisis saya bisa saja tampak dangkal dan tidak berujung pangkal. Siapa tahu?

Baca Juga: Wahai Lelaki, Belajarlah dari Dilan Bagaimana Memperlakukan Perempuanmu dengan Istimewa


Saya memilih untuk mendoakan yang terbaik bagi mereka. Toh sebagai individu maupun pasangan, mereka sudah terbukti dan teruji dalam berkarya membangun bangsa.

Saya tidak mau ikut-ikutan meniup peluit dan memberi mereka kartu kuning. Saya berharap kita semua memberi mereka kartu dukungan.

Kalaupun kartu merah, sebaiknya angpau saja. Bukankah tidak lama lagi orang merayakan Imlek?






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Usulan Pasangan Baru untuk Ahok dan Vero. Siapa Tahu Cocok!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar