Untuk Mira dan Perempuan 'Simpanan' Lain, dari Para Istri di Rumah

Marriage

saudi5.blogspot

19.4K
Seorang pria tidak akan bisa mencapai satu titik dalam hidupnya tanpa adanya bantuan dan campur tangan seorang istri. Ya, seorang istri!

Dear Mira,

Sebelumnya kami ingin berterima kasih karena kisahmu sudah memberi sebuah teguran kepada kami-- para istri-- yang mungkin telah merasa terlalu nyaman dengan situasi, kondisi, dan keadaan kami. Sehingga kami mungkin lalai untuk melayani suami kami hingga ia berpaling kepada Anda. Kami membaca kisah hidupmu di tautan ini:

Baca juga: Dari Mira, Seorang Perempuan 'Simpanan', untuk Para Istri di Rumah


Namun tahukah Anda? Kami para istri memiliki sebuah pemikiran sendiri, yang kami rasa juga sangat perlu untuk kami sampaikan, agar Anda dan wanita-wanita lain yang berniat untuk mengikuti jejak Anda bisa berpikir kembali.


Pertama, pria yang kini Anda layani adalah seorang suami dari seorang istri.

Tahukah Anda maknanya? Ya, ia seorang pria yang telah terikat oleh sebuah pernikahan yang disahkan baik dalam agama maupun hukum negara. Tidak hanya itu, pria ini juga mungkin adalah seorang ayah dari anak-anaknya. Tidak menutup kemungkinan, pria ini memiliki seorang anak gadis seperti Anda.

Tidakkah Anda memikirkan bagaimana kelak anak gadis pria ini melihat dan menilai Anda?

Mungkin ini saja tidak cukup, tapi coba posisikan diri Anda pada posisi anak gadis itu. Bagaimana perasaan Anda ketika melihat ayah yang Anda kagumi hormati dan cintai justru bermain api dengan wanita lain hingga rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun itu hancur lebur, menyisakan arang. Ya, tidak hanya rumah tangga mereka yang hancur, Anda juga sedang merajut kehancuran dalam hidup Anda sendiri.

annemarieweddingfavor

Kedua, coba pikirkan bagaimana perasaan wanita yang selama ini telah mendampingi pria itu.

Mungkin mereka telah membangun rumah tangga mereka dari awal, dengan segala kondisi baik kesenangan dan kesusahan yang mereka hadapi bersama-sama.

Seorang pria tidak akan bisa mencapai satu titik dalam hidupnya tanpa adanya bantuan dan campur tangan seorang istri. Ya, seorang istri!

Bukan Anda. Anda baru hadir ketika pria itu telah nyaman dengan hidupnya. Namun perjuangannya selama ini adalah hasil jerih payahnya dengan sang istri. Adilkah jika kini Anda merenggutnya??

Mungkin Anda tidak pernah tahu bagaimana susahnya melahirkan anak, berjuang antara hidup dan mati. Lalu membesarkan mereka mulai dari bayi hingga besar. Peluh, air mata, dan darah. Semua itu yang telah diberikan seorang istri demi keluarganya. Pengorbanan yang dilakukan seorang istri, tidak semata-mata hanya bangun pagi menyiapkan makanan dan pakaian suami agar ia tampak keren.

Tapi jauh lebih dan lebih dari itu semua. Ia yang tak bisa tidur nyenyak demi anak sekalipun tubuhnya terlalu lelah. Ia yang masih harus mengatur rumah agar tetap bersih dan nyaman untuk ditinggali sekalipun itu berarti ia tak akan pernah memiliki waktu untuk menikmatinya. Ia yang dengan setia menunggu sang suami pulang kerja dan memberi sekilas senyum meskipun hatinya penuh kegalauan. Ia yang kehilangan kesempatan untuk memikirkan dirinya sendiri demi kelangsungan hidup anak dan suaminya. Ya, tugas dan pekerjaan sehari-hari seorang istri tidak sesederhana itu. Jangan mengira Anda mengetahui segalanya hanya karena pria itu merasa lebih nyaman dengan Anda.

pexel

Ketiga, jangan jadikan masa lalu Anda sebagai alasan untuk merendahkan diri Anda.

Seorang wanita tidak semata-mata cantik rupa dan tutur katanya, ia harus memiliki harga diri juga. Mengapa Anda rela menjual harga diri Anda demi kehidupan yang nyaman, namun lihatlah Anda tak lebih baik daripada barang. Bukankah pria itu berkata agar Anda tidak memiliki anak? Coba pikirkan baik-baik apa alasannya. Ya, karena ia menganggap Anda tak lebih dari barang yang kelak ketika ia bosan mainkan bisa ia buang begitu saja. Benarkah serendah ini Anda menilai diri Anda?

Baca juga: Gara-gara Mbak Mira, Perempuan Simpanan yang Membuat Ibu-Ibu Murka [dan Bapak-Bapak Berbunga-bunga]


Keempat dan yang terakhir, ingatlah bahwa tabur tuai itu sungguh ada.

Roda akan terus berputar, tidak selalu di atas, bisa jadi di bawah.

Anda tidak tahu sampai kapan posisi Anda bisa berada di atas awan, mungkin besok atau nanti justru Anda sudah berada jauh di bawah sana. Karena Tuhan sang Pencipta itu adil. Ia menghitung setiap tetes air mata yang dikeluarkan oleh seorang istri yang telah disakiti hatinya. Dan kelak apa yang Anda tabur akan Anda tuai, tanpa peringatan dan tanpa ada yang bisa menghalangi.

Berbaliklah, sebelum terlambat. Dari kisah Anda, sepertinya Anda masih muda. Masa depan Anda masih panjang. Namun hanya Anda yang bisa mengambil tindakan. Dan hanya Anda yang bisa mengubah situasi Anda.

Karena saya yakin, sesungguhnya Anda bisa menjadi lebih dari sekedar seorang wanita simpanan. Anda berhak lebih dari itu. Anda berhak menjadi seorang wanita yang sungguh-sungguh dicintai dan dihargai oleh seorang pria.


Dear Mira,

Kami tak berharap Anda memahami jeritan hati kami ini. Tapi sebagai sesama wanita, pikirkan perasaan kami, lihatlah perjuangan kami, dan rasakan sakitnya hati kami ketika engkau hadir dalam rumah tangga yang telah kami bina dengan baik. Karena kelak suatu hari (siapa tahu) Anda akan menjadi seorang istri dan seorang ibu sama seperti kami. Maka mulai saat ini hargailah dirimu dan cintailah dirimu lebih lagi!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untuk Mira dan Perempuan 'Simpanan' Lain, dari Para Istri di Rumah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar