Tanpa Bunga dan Cokelat, Akankah Valentine Tetap Jadi Hari Kasih Sayang?

Remah Renyah

[Photo credit: Josh Post]

496
Valentine sesungguhnya bukan soal 3 ini.

Setiap kita pasti pernah melewati [atau sedang berada] di masa putih abu-abu. Masa cinta monyet, kata orang tua zaman dahulu. Masa di mana fokus hidup rasanya tercurah kepada berbagai strategi dan taktik untuk mendapatkan pacar. Dan Valentine biasanya dijadikan momen pamungkasnya.

Saya pernah mengalami kejadian menjengkelkan di hari Valentine masa itu. Seorang teman perempuan tiba-tiba marah kepada saya karena mengira saya menaruh bunga dan cokelat di laci mejanya. Padahal sudah saya jelaskan, bukan saya yang melakukannya.

Bunga dan cokelat menjadi properti wajib hadir di hari tersebut. Kadang kala, juga diberi tambahan boneka. Para wanita menantikan datangnya pangeran idaman, lengkap dengan bunga dan cokelat di tangan.

Banyak orang mengkeramatkan hari Valentine sebagai hari kasih sayang. Tidak harus demikian, begitu menurut saya.

Valentine, sesungguhnya, bukan soal 3 ini:




1. Bukan soal bunga dan Cokelat

1. Bukan Soal Bunga Dan Cokelat - [Photo credit: Clem Onojeghuo]
[Photo credit: Clem Onojeghuo]

Fenomena wajib hadir cokelat dan bunga di hari Valentine bisa membuat seseorang tidak menjadi dirinya sendiri.

Gara-gara Valentine, banyak lelaki mendadak jadi romantis. Rela berlapar-lapar sekadar untuk membeli cokelat dan sebuket bunga.

Logislah, Kawan! Cokelat dan bunga tidak akan mampu menjaga dan merawat keutuhan cintamu. Bukannya investasi, itu justru seperti berjudi. Memangnya setelah diberi cokelat dan bunga, Si Dia pasti jadi pacarmu? 

Jika demikian, apakah artinya para lelaki tidak boleh memberi cokelat dan bunga? Asalkan tidak memaksakan diri, tentu saja boleh.

Baca Juga: Inilah Satu Kado Cinta Terbaik yang Paling Diharapkan di Hari Valentine Namun Jarang Diberikan




2. Bukan ungkapan, tapi pembuktian

2. Bukan Ungkapan, Tapi Pembuktian - [Photo credit: Brandon Woelfel]
[Photo credit: Brandon Woelfel]

Tidak cukup dikatakan [sekali dalam setahun, lagi!], sayang itu harus dibuktikan setiap hari.

Buktikan kalau kalau sabar menghadapi 'kegilaan' pasanganmu. Buktikan kamu selalu ada saat dia membutuhkan. Kalau sekadar sayang, siapa juga bisa bilang. Jangan senang dibuat melambung sehari. Coba uji, apakah benar tahan sampai Valentine tahun depan?

Baca Juga: Jangan Buru-buru Happy Ketika Dia Bilang 'I Love You', Karena Bisa Jadi Maksudnya 3 Ini




3. Bukan perayaan

3. Bukan Perayaan - [Photo credit: Brandon Woelfel]
[Photo credit: Brandon Woelfel]

Valentine bukan waktu untuk merayakan cinta kasih dengan mengumbar kemesraan berlebihan.

Cinta bukanlah nafsu. Bijaklah membedakan itu!

Pesta terkadang membuat kita gelap mata, larut dalam kemeriahan dan kemudian lupa. Mengenal dan menjaga, itulah sebenar-benarnya kasih.

Bukan hanya satu hari, dunia membutuhkan kasih yang sejati. Coba tengok kanan kiri, banyak hati yang bisa kita balut dengan kasih.

Baca Juga: Valentine Paling Berkesan Justru adalah yang Saya Rayakan Tanpa Pasangan




Baca Juga:

7 Kutipan Penuh Cinta untuk Hari Kasih Sayang ini Terlalu Sayang untuk Diabaikan apalagi Dibuang

7 Kalimat Cinta yang Tidak Puitis Sama Sekali. Tidak Romantis, Mungkin. Tapi Manis, Dijamin!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tanpa Bunga dan Cokelat, Akankah Valentine Tetap Jadi Hari Kasih Sayang?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Stefanus Yuliyanto | @stefanusprasetyoyuli

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar