Suami, Dampingilah Istri pada Saat Melahirkan. Tiga Hal ini Alasannya

Marriage

cdentralpennparent

3.5K
Melihat istri mengerang, mengejan dan mempertaruhkan hidup dan nyawanya akan membuat suami lebih MENGHARGAI PENGORBANAN istri.


Dalam komunitas gereja tempat saya aktif terlibat, sedang ada dua pasang suami-istri yang sedang bersiap menghadapi persalinan di dalam keluarganya. Satu pasang sedang memersiapkan diri untuk kelahiran anak keduanya, sedang yang satu pasang lagi sedang berharap-harap cemas menghadapi pengalaman pertama persalinan Si Istri. Hal ini membuat saya teringat pada pengalaman pribadi yang pernah saya alami bersama istri dalam masa pernikahan kami yang baru menginjak 10 tahun pada 2017 yang lalu. Kami dipercaya Tuhan untuk memiliki 3 anak: Si Sulung adalah anak cowok yang akan berusia 10 tahun pada September 2018 nanti dan adiknya adalah dua Peri Kembar yang cantik dan belum genap berusia 5 tahun.


cdn.sheknows

Dua kali mendampingi istri menghadapi persalinan adalah suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya, menakjubkan dan tidak ternilai. Para calon ayah, simak 3 alasan mengapa kalian perlu mendampingi istri melahirkan :


Istri Sangat Butuh Dukungan Suami

Ini adalah hal yang paling mendasar. Suami jangan hanya mau enaknya saja dengan menikmati proses membuat anak saja, Namun, kehadiran suami tepat di samping istri selama proses persalinan akan sangat membantu istri secara psikologis. Dia akan merasa aman, nyaman, dan merasa dicintai.

Saya masih ingat ketika persalinan anak kami yang pertama, saya menyediakan beberapa batang coklat bagi istri. Ini diperlukan supaya istri punya tenaga yang dibutuhkan untuk mengejan dan mendorong janinnya.

Baca juga: Bukan Hanya Menggemaskan, Bayi pun Dapat Mengajarkan 5 Hal Penting Ini

Masih terbayang bagaimana istri saya berkeringat, tangannya memegang erat-erat tangan saya; dan saya merespon dengan kadang-kadang sedikit mengangkat kepalanya dan memeluknya.

Beberapa kali secara tidak sadar dia memukul-mukul badan saya; mungkin isteri saya merasa kesakitan. Kami juga berbicara kepada anak kami yang masih dalam kandungan agar dia juga mau membantu mamanya dan segera keluar dengan mudah.

“Nak, ayo berusaha ya, mama juga berusaha keluarin kamu”.

Atau, “Nak, ayo cepet keluar, papa mama udah ga sabra pengen liat kamu”.


Sentuhan Pertama Ayah Sangat Berarti bagi Anak

Ketika bayi berhasil dikeluarkan, terdengar suara tangisan yang nyaring dari mulut mungilnya. Itu pertanda bahwa paru-parunya berfungsi dengan baik. Tak terasa airmata saya pun menetes perlahan, sambil mulut saya tak hentinya mengucap syukur kepada Sang Pencipta. Betapa luar biasa karya-Nya, dan dengan cara-Nya yang ajaib, Dia membentuk dan menenun janin dalam kandungan ibunya.

Momen ketika ayah menyentuh bayi mungilnya akan menjadi momen yang tak akan terlupakan.

Jari jemari kasar ayah menjadi kontras dengan jari jemari mungil yang halus bak sutra. Terlebih momen pertama kali menggendong sang bayi dan mendekapnya, sungguh tak terlukiskan dengan kata-kata. Ada perasaan aman yang dirasakan bayi mungil itu. Perasaan terlindungi. Ada ikatan yang tercipta, terbentuk dan mulai tumbuh.

Baca juga: Bayi Bukan Boneka, Anak Bukan Mainan: 5 Etika Penting tentang Menjenguk Bayi dan Balita


Menyaksikan Langsung dari Dekat Perjuangan Istri Melahirkan akan Mengubah Perspektif Seorang Suami

Melihat istri mengerang, mengejan dan mempertaruhkan hidup dan nyawanya akan membuat suami lebih MENGHARGAI PENGORBANAN istri. Istri sudah rela selama 9 bulan membawa SI Janin kemanapun dia pergi. Istri juga rela jika bentuk tubuhnya berubah drastis ketika hamil--dari langsing menjadi ‘langsung’. Sebuah PENGORBANAN yang luar biasa telah dilakukan istri demi suami.

cdnph.upi

Sudah seharusnya, sewajarnya, dan seyogyanya seorang suami LEBIH MENGASIHI istrinya, LEBIH MENCINTAI istrinya, bukan malah meninggalkannya demi wanita lain, gadis lain yang lebih menarik.

Suami, sadarilah bahwa bentuk tubuh istrimu berubah karena peranmu juga. Perempuan atau gadis lain kalau suatu saat nanti akan melahirkan juga dan akan mengalami perubahan yang sama. Jadi daripada berpaling pada perempuan lain dan mengkhianati cinta dan pengorbanan istrimu, lebih baik TERIMA apa adanya istrimu; atau kalau memang ada rezeki lebih dan memang diperlukan, tidak ada salahnya suami memberikan dana kepada istri untuk perawatan tubuh, misalnya program pengembalian bentuk tubuh setelah melahirkan, karena nantinya yang akan menikmati hasilnya adalah suami juga. Sebab sekali lagi sesungguhnya perubahan bentuk tubuh istri selama dan setelah persalinan tersebut adalah andil suami.

JADI, bagaimana, apakah para calon ayah berani menerima tantang saya untuk secara langsung mendampingi istri saat ia melahirkan? Saran saya, selagi masih bisa, bisa dampingilah istrimu dan percayalah, CINTA kalian akan semakin DALAM dan BERTUMBUH!

Di bawah ini adalah beberapa artikel lain yang menarik:

Setelah Lama Menikah dan Tak Kunjung Hamil, Saya Lakukan Bagian Saya untuk Memeriksa 7 Hal ini. Akhirnya Anugerah Kehidupan itu Diberikan kepada Saya

Memilih Mempertahankan Kandungan meski Janin Tak Berkembang Baik. Sebuah Pelajaran Berharga tentang Hidup yang Diperoleh dari Mengalami Kehilangan

Hamil di Luar Nikah? Bukan Hanya Aborsi atau Terpaksa Menikah Solusinya. Renungkan 7 Hal ini!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami, Dampingilah Istri pada Saat Melahirkan. Tiga Hal ini Alasannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Sony Okfianto | @sonyokfianto

Pekerja kantoran, seorang suami dan ayah dari 3 orang anak. Pemerhati masalah sosial, sumber daya manusia, relasi antar sesama dan sang Pencipta.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar