Sesama atau Mangsa?

Remah Renyah

[Photo credit: Samuel Zeller]

406
Sebuah kisah pendek dari kehidupan salah satu orang terkejam yang pernah hidup di dunia.

Joseph Stalin,


[Photo credit: history.com]

salah seorang pemimpin terbesar yang paling sering menumpahkan darah dalam sejarah. Memerintah selama 25 tahun dalam sejarah Rusia, ia disegani baik oleh kawan maupun lawannya. Dalam masa pemerintahannya, ribuan bahkan puluhan ribu orang menemui ajal ketika dicurigai memberontak kepadanya.



Orang itu Seperti Ayam.

Suatu kali, demikian menurut sebuah kisah yang beredar, Stalin meminta disediakan seeokor ayam hidup. Di hadapan anak-anak buahnya, ia mencengkeram ayam itu dengan tangan kirinya. Kemudian, ia mulai mencabuti bulu ayam itu dengan tangan kanannya.

Ayam itu tentu saja meronta-ronta, tetapi Stalin terus saja mencabuti bulu-bulunya. Setelah cukup banyak bulu tercabut dan beberapa tetes darah keluar dari tubuh ayam itu, Stalin melepaskannya.

Ayam itu segera lari menjauh dari Stalin ke pojok ruangan.

"Sekarang kalian perhatikan," perintah Stalin ke anak-anak buahnya.

Ia meletakkan beberapa butir remah roti di dekat ayam itu. Meski terlihat ragu-ragu, ayam itu mulai mematuki remah-remah roti tersebut.

Mengherankan, ayam yang tadinya ketakutan kini mulai berani mendekati kaki Stalin.

Stalin berjalan mengelilingi ruangan sambil terus menjatuhkan remah-remah roti. Ayam itu terus mengikutinya.

Sambil melakukan itu, Stalin berkata,

"Beginilah caranya memerintah orang. Kalian melihat bagaimana ayam itu berjalan mengikutiku meminta pakan, meski aku baru saja menyiksanya? Orang itu seperti ayam. Jika engkau menimbulkan banyak sekali kepedihan kepada mereka, mereka akan mengikutimu untuk meminta pangan seumur hidupmu."


Cara pandang kita terhadap orang lain ternyata menentukan perilaku kita terhadapnya.

Apakah kita melihat orang lain sebagai sesama atau mangsa?




Baca Juga:

Sahabat Saya Mengaku Gay. Ini Kisah Kehidupannya

Mengapa Tak Menolong? 4 Alasan Populer yang Mengikis Rasa Kemanusiaan Kita

Menjadi Korban Rasisme, Ini Kisah Saya sebagai Keturunan Tionghoa

Temple Grandin: Tentang Autisme, Dunia Ajaib yang Tak Terpahami Sepenuhnya





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sesama atau Mangsa?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

storyteller

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar