Semua Orang Pernah Alay pada Waktunya. 3 Hal Ini Membuktikannya

Reflections & Inspirations

photo credit: Yoshiwafa blog

1.4K
Pada masa ketika saya remaja, seringkali saya juga sering meng-upload foto-foto yang menurut saya pada saat itu foto paling imut dan wah.

Facebook sebagai salah satu media sosial yang muncul pada 2004 lalu, telah sukses menghipnotis banyak kalangan untuk menggandrunginya. Facebook muncul ketika saya masih remaja, tepatnya masih berusia 15 tahun. Saya menyadari bahwa Facebook benar-benar membuat dunia pertemanan yang secara maya jadi lebih seru. Mulai dari mencari ponsel yang bisa mengangkses internet, sering berkunjung ke warnet, mencari tempat dengan hotspot gratis, hingga bertanya akun Facebook teman-teman yang lama tak jumpa.

Pada masa ketika saya remaja, seringkali saya juga sering meng-upload foto-foto yang menurut saya pada saat itu foto paling imut dan wah. Tidak berhenti di sana, seringkali juga saya mem-posting kata-kata ala anak remaja masa itu, dengan gaya dan bahkan tentang perasaan jujur dan emosi amarah ala unek-unek remaja masa kini. Apa pun yang terjadi, sedang dalam keadaan baik, sedih, sukacita, marah, travelling, kumpul-kumpul dengan teman, saya sering mem-posting nya dengan gaya bahasa ala anak remaja masa kini.

Tanpa disadari, perjalanan usia saya pun semakin bertambah. Pola pikir, gaya pergaulan, cara berpakaian, cara menggunakan media sosial pun juga seiring mengikuti perubahan dan pertambahan usia. Dan untuk saat ini telah muncul fitur terbaru dari Facebook yaitu dengan mengingatkan kenangan yang telah terjadi beberapa tahun sebelumnya, kenangan ketika sedang bersama dengan teman dan kata-kata yang pernah kita posting. Ketika mengulik kembali kenangan-kenangan tersebut, satu kata yang mucul dalam benak pikiran saya, “Waduh, betapa alay-nya saya pada waktu itu."

Tapi dari pemikiran itulah, saya mencoba memahami beberapa hal berikut ini.


1. Ada masanya menjadi alay dan kita pun pernah alay

photo credit: Facebook

Ternyata ketika kita menganggap orang lain atau anak-anak zaman sekarang sebagai ‘anak alay’, tidak menutup kemungkinan kita pernah melakukan ke-alayan yang sama, dengan cara yang berbeda. Kita pun pernah berada pada zona “alay”, tanpa kita sadari ketika Facebook mengingatkan kenangan-kenangan posting-an beberapa tahun silam. Kita sontak kaget, tertawa dan bahkan merasa geli sendiri.

Jadi, kita pun pernah berada dalam zona “alay” yang sama, sehingga kita tak layak untuk cepat merespon lalu menghakimi generasi anak remaja saat ini dengan sebutan “anak alay".


2. Kita pun akan belajar dan menyadari bahwa hidup akan terus mengalami perubahan

photo credit: Facebook

Ketika media sosial Facebook mengingatkan kenangan-kenangan , kita pun akan melihat jauh perbedaan hidup kita. Melalui posting-an foto-foto dan kata-kata, kita pun menyadari bahwa gaya berfoto kita dan gaya bicara kita di media sosial perlahan berubah. Kalau zaman remaja, sering blak-blakan kalau lagi marah, ngambek, kecewa, berantem dengan teman atau pada saat kita jatuh cinta, kita blak-blakan mengungkapkan perasaan tersebut. Nah, pada saat ini mungkin gaya bicara kita lebih tertata, lebih dapat memilah hal-hal apa yang perlu di-posting di Facebook.


3. Menjadi orang yang menghargai generasi dan perubahannya


Saat melihat gaya anak-anak remaja kini berkomunikasi dan berekspresi di media sosial, pernahkah terbesit bahwa mereka juga mengalami masa ‘lay seperti yang pernah kita lewati masa itu? Sehingga membuat kita sadar bahwa mereka sedang melewati masa-masa itu, dan suatu kali mereka pun akan menyadari perubahan generasi yang sama dengan kita saat ini. Kita pun yang telah melewati masa tersebut baiknya belajar memaklumi dan menghargai generasi saat ini dengan perkembangan dan perubahannya.

Baca juga: 6 Nasihat bagi Generasi Milenial dari Budaya Saprahan Melayu Pontianak

Kenangan dari Facebook baiknya membuat kita belajar menghargai generasi dengan segala macam bentuk perubahannya yang membawa kesadaran kepada arah hidup yang lebih baik.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Semua Orang Pernah Alay pada Waktunya. 3 Hal Ini Membuktikannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


deastri pritasari | @deastripritasari

Mencintai kejujuran, ketulusan, dan syarat makna

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar