Selingkuh Bukan Tanpa Alasan. Ini 3 Penyebab Tak Terduga Sebuah Perselingkuhan

Love & Friendship

Bustle

4.7K
Meskipun persoalannya itu hal-hal sepele, tetap saja, jika terus dipendam dan tidak pernah dibicarakan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

Katakan tidak pada selingkuh. Katakan tidak pada mendua. Katakan tidak pada semua. Yang sudah memiliki kekasih. Katakan tidak pada berdusta. Katakan tidak tebar pesona. Katakan tidak pada lainnya. Cukup aku satu. Lagu yang berjudul “katakan tidak” ini diputar beberapa kali, saat saya sedang menikmati santap siang di sebuah tempat makan.

Bisa jadi, karena lagu ini memiliki tempo cepat dan lebih upbeat, tanpa sadar lagunya menempel bahkan mungkin telah terpenjara di dalam otak saya, sehingga tanpa sengaja saya suka menyanyikannya sendiri. Sampai-sampai, saat sedang menyanyikannya, seorang teman berkomentar, “Wah ada niat selingkuh ya?

Saya pikir-pikir, mau diapakan potongan lagu yang terus terngiang-ngiang ini. Sayang sekali kalau harus dilupakan begitu saja. Akhirnya, setelah dipikir-pikir, saya menemukan ide untuk menulis sesuatu dari lagu ini. Topiknya tentang “selingkuh”.

Dalam lagu tersebut, Afgan mengatakan pada mereka yang punya kekasih untuk tidak selingkuh. Tetapi, kalau kita melihat realita yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini saja, tampaknya, selingkuh sudah menjadi tren. Banyak sekali kasus perselingkuhan yang diekspos ke media. Pelakunya pun adalah orang-orang berpengaruh. Kok bisa ya? Apa penyebabnya?

Setelah direnungkan dan dipikirkan, akhirnya saya menemukan bahwa ada 3 masalah yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan.


1. Ada masalah yang tidak diselesaikan

photo credit: Huffington Post

Relasi tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Itu pasti. Namun, masalah jika dibiarkan tanpa penyelesaian akan merusak relasi itu sendiri. Meskipun persoalannya itu hal-hal sepele, tetap saja, jika terus dipendam dan tidak pernah dibicarakan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Salah satu masalah yang ditimbulkannya adalah Selingkuh. Perselingkuhan itu sebenarnya berawal dari masalah-masalah kecil yang ditumpuk. Tumpukan masalah yang disimpan itu, menyebabkan pudarnya rasa cinta. Akibatnya, ruang kebosanan semakin lebar, sehingga godaan untuk berselingkuh semakin besar.


2. Masalah itu diceritakan pada orang yang salah

photo credit: TheHealthSite

Saat kita mengalami masalah dengan pasangan, perlu sosok sahabat untuk dijadikan teman berbagi cerita. Kita butuh nasihat, atau mungkin hanya sekadar ingin didengarkan saja. Namun, masalah lain muncul, jika orang yang kita jadikan teman berbagi itu adalah orang yang salah. Misalnya dia yang kita jadikan teman curhat adalah sahabat atau mantan, yang sebenarnya punya perasaan pada kita. Konsekuensinya, kita bisa saja terbawa perasaan dan terlanjur nyaman dengan orang itu. Oleh karena itu, memang perlu berhati-hati memilih teman bercerita. Kalau boleh jangan curhat dengan lawan jenis, kecuali dia adalah orang yang tua kita atau orang tersebut kita anggap punya banyak petuah.


3. Cerita pada orang yang salah dengan cara yang salah, jadilah sebuah masalah

Bercerita dengan orang yang salah bisa menimbulkan masalah yang jauh lebih besar. Awalnya, tidak ada keinginan untuk mengkhianati hubungan dengan istri, suami, atau pacar sendiri. Tapi, tidak bisa dipungkiri ketika kita curhat dengan lawan jenis, bisa jadi ada “perasaan lain” yang muncul. Apalagi jika curhatan itu bersifat intens, chatting setiap hari. Wah, itu semakin gawat lagi.

Saya pernah membaca sebuah hasil penelitian yang dilakukan di Amerika serikat, bahwa online chatting telah menjadi pemicu utama masalah dalam sebuah hubungan. Aktivitas semacam ini telah banyak merusak pernikahan di Amerika Serikat. Inilah yang perlu dihindari. Kalau sudah sampai ke tahap curhat yang intens, sudah pasti itu cara yang salah. Meskipun awalnya tidak ada perasaan, lama kelamaan karena terlalu sering berkomunikasi, bisa saja muncul perasaan suka. Inilah akan jadi masalah.

Saya setuju dengan Afgan dalam lagunya di atas, “kKatakan tidak untuk selingkuh.”

Dalam relasi, tidak ada ruang untuk selingkuh. Titik. Namun, di lain sisi, kita juga harus menyadari bahwa kita ini adalah manusia yang lemah dan rentan tergoda untuk melakukan perselingkuhan. Kita bisa saja mengkhianati pasangan kita. Oleh karena itu, untuk menjaga relasi kita dengan pasangan. Terlebih dahulu kita harus mejaga relasi kita dengan Tuhan. Itulah kuncinya.

Jangan biarkan selingkuh berdiri sebagai satu kata sendiri. SELINGKUH. Selalu lekatkan di depannya kata "tidak". TIDAK SELINGKUH. Karena selingkuh memang TIDAK untuk dilakukan. (Yunus Septifan Harefa)

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Selingkuh Bukan Tanpa Alasan. Ini 3 Penyebab Tak Terduga Sebuah Perselingkuhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar