Sebelum Menghakimi, Kids Zaman Now Juga Perlu Dipahami. 3 Hal Ini Kuncinya!

Parenting

photo credit: Anchored Hope Counseling

2.5K
Tiap hari yang dipandang hanya layar gadget. Dengan pelabelan ini, ada lebih banyak stigma buruk ditujukan kepada kids zaman now a.k.a generasi micin daripada hal positifnya.

Sering kali di media sosial, kita mendengar pelabelan kepada anak-anak sekarang yang disebut sebagai kids zaman now. Bahkan uniknya kids zaman now ini dikaitkan dengan penyedap rasa sejuta umat yaitu micin. So? Pasti bingungkan? Apa hubungan anak-anak zaman now dengan micin.

Ada banyak orang bilang dan bahkan percaya kalau kebanyakan makan micin membuat orang menjadi bodoh alias lola.

Micin ini kemudian dikaitkan dengan kehidupan kids zaman now yang dinilai brutal, sulit diatur, tingkah lakunya sangat ekstrem, cinta kebebasan, dan serba instan. Hidupnya setiap hari pegang gadget dan suka sekali selfie. Mau makan selfie, mau belajar selfie, mau mandi selfie, mau apa aja selfie. Tiap hari yang dipandang hanya layar gadget. Dengan pelabelan ini, ada lebih banyak stigma buruk ditujukan kepada kids zaman now a.k.a generasi micin daripada hal positifnya.

Benarkah mereka seburuk itu? Sampai micin yang konon katanya membuat lola alias bodoh menjadi bagian yang melekat di dalam hidup kids zaman now. Mari kita coba memahami mereka.


1. Teknologi mewarnai hidup mereka

photo credit: intipesan.com

Hidup kids zaman now memang tidak terpisahkan dari teknologi. Teknologi di zaman ini memang sudah mencapai tahap kematangan yang luar biasa. Maka tidak heran semenjak brojol dari kandungan ibu, teknologi menjadi bagian kehidupan yang erat buat mereka. Bahkan kebutuhan akan teknologi itu seperti makanan dan minuman yang harus ada setiap hari. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Barna Group memang kids zaman now begitu intens menggunakan gadget mereka. Dari 1000 orang yang diteliti dari rentang usia 13-18 tahun, setengah dari mereka mengatakan menggunakan gadget selama empat jam lebih dan seperempat dari mereka menggunakan selama 8 jam sehari.

Apa yang mereka lakukan melalui gadget mereka?

Sebagian besar menggunakan gadget untuk berbicara dengan teman-teman mereka di media sosial, berbagi foto dan video, melihat berita, berteman dengan orang-orang baru, dan mencari informasi-informasi terkini.

Memang faktanya, ada banyak visualisasi, informasi, konten-konten yang berbahaya yang terdapat dalam gadget yang dapat memengaruhi kehidupan kids zaman now secara signifikan, bahkan dapat membuat kecanduan. Misal kecanduan konten porno, games, youtube addicted, dan sebagainya. Namun, sayangnya kita itu ibarat koin, kita sering hanya melihat sisi sebelah koin namun tidak pernah melihat sisi sebelahnya. Faktanya tidak semua anak kids zaman now menyalahgunakan gadget mereka untuk kepentingan mereka sendiri.

Nyatanya tidak sedikit juga kok kids zaman now yang menggunakan gadget mereka dengan sangat baik.

Berikut beberapa pendapat kids zaman now dalam penggunaan gadget:

Mereka mengatakan bahwa teknologi membantu mereka mengerjakan segala sesuatu dengan cepat, teknologi membantu mereka memikirkan hal yang abstrak ketika teknologi dan media digunakan secara efektif untuk mengajar di kelas, teknologi menghubungkan mereka dengan teman-teman untuk bisa saling menolong dan teknologi membuat mereka dapat belajar sebanyak mungkin tentang topik apapun.

Baca juga: Kids Zaman Now, Satu Pesan Suci Ini Membuatmu Tampil Beda

Bahkan menurut Don Tapscott, pemerhati anak muda mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, kids zaman now memiliki pengetahuan yang lebih luas dan lebih terpelajar daripada orang tua mereka dalam hal inovasi di dalam masyarakat. Tidak hanya berhenti di situ, kids zaman now sendiri mengaku bahwa diri mereka lebih pintar, lebih kreatif dan lebih pekerja keras daripada generasi-generasi sebelumnya.

Oleh karena itu, pelabelan kids zaman now sebagai generasi micin tidaklah tepat. Kecerdasan, kekreatifan, semangat mereka perlu diarahkan supaya mereka bisa mengembangkan diri mereka melalui penggunaan teknologi yang bijak.


2. Peran orangtua dalam hidup Kids Zaman Now

photo credit: merdeka.com

Peran orangtua untuk memberikan pendidikan mengenai gadget merupakan cara yang efektif supaya kids zaman now dapat menggunakan gadget sebagai sarana yang positif untuk mengembangkan diri.

Namun, menurut James Emery White, pemerhati anak muda, mengatakan bahwa orangtua zaman ini cenderung tidak protektif, mereka lebih banyak memberikan kebebasan kepada anak mereka, termasuk di dalam menggunakan gadget. Bahkan celakanya orangtua mendukung anaknya setiap hari di depan layar gadget daripada keluyuran keluar rumah dan melakukan aktivitas yang tidak jelas. Jika demikian maka tidak mengherankan apabila kids zaman now menggunakan gadget dengan tidak terkontrol dan dengan sangat mudah mereka kecanduan gadget.

Karena itu, bukan sepenuhnya salah kids zaman now jika mereka menggunakan gadget dengan cara-cara yang keliru karena mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan mengenai penggunaan gadget yang baik. Nilai-nilai pendidikan yang seperti demikian yang banyak tidak diajarkan oleh orangtua kepada anaknya.

Maka, peran orangtua dalam mendidik anak kids zaman now dalam penggunaan teknologi menjadi sangat krusial.


3. Kids Zaman Now sedang mencari identitas

Fakta kids zaman now sedang mencari identitas memang tidak dapat dipungkiri. Apalagi remaja yang sedang mengalami pubertas. Menurut Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo S.Psi, memang kids zaman now pada saat ini butuh teman bicara yang mau mendengar, memberi perhatian, dan menerima mereka apa adanya. Sarana yang mereka butuhkan tersebut tersedia di media sosial yang mereka gunakan. Media sosial memang memberi keleluasaan dan kebebasan kepada kids zaman now sebagai ajang untuk mengekspresikan diri. Maka tidak mengherankan hari ini media sosial dipenuhi dengan ekspresi. Ekpresi kesedihan, kemarahan, kebahagiaan, kesepian, keputusasaan, kehilangan dan sebagainya.

Mengapa mereka bisa demikian?

Karena di dunia nyata, kids zaman now tidak menemukan figur atau sosok yang mereka dapat andalkan untuk memberi mereka arahan, didikan, perhatian, teguran dan cinta kasih. Bahkan sekali lagi, peran orangtua kepada kids zaman now sangat kurang sekali. Barangkali orangtua kids zaman now adalah orang yang sibuk dengan kerja dan kerja sehingga anak-anaknya tidak diperhatikan. Menurut penelitian Barna Group, bahwa tingkat depresi dan bunuh diri di kalangan kids aman now meningkat tajam. Identifikasi mereka adalah kids zaman now mengalami loneliness. Mereka memang tampaknya seperti selalu terkoneksi dan terhubung dengan banyak orang melalui media sosial yang mereka gunakan, namun sayangnya relasi seperti itu tidak membuat mereka bahagia dan diperhatikan. Mereka tetap saja kesepian.

Baca juga: 9 Permohonan Kids Zaman Now. Papa dan Mama, Dengarkanlah!

Dengan pencarian mereka akan identitas, maka sudah seharusnya ini menjadi perhatian bagi orangtua kids zaman now.

Kids zaman now hari ini membutuhkan orangtua yang bisa menjadi sahabat bagi mereka. Sahabat yang dapat mendengarkan semua keluhan mereka, sahabat yang mendukung baik saat senang ataupun sedih, sahabat yang mencoba memahami dunia mereka yaitu dunia teknologi supaya bisa berkomunikasi dengan mereka. Namun orangtua di dalam mendampingi anak dalam pembentukan identitasnya tentu tidak bisa bekerja sendiri. Orangtua harus bekerjasama dengan institusi pendidikan dimana anak-anak mereka melakukan studi, dan bahkan harus bekerjasama dengan institusi agama dimana anak-anak melakukan ibadah mereka. Sehingga mereka bisa bertumbuh dalam karakter secara moral dan kerohanian.

Kids zaman now bukan generasi micin. Mereka adalah generasi masa kini dan masa depan yang perlu diarahkan supaya hidup mereka bisa maksimal.









Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sebelum Menghakimi, Kids Zaman Now Juga Perlu Dipahami. 3 Hal Ini Kuncinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Agus Andri | @agusandri

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar