Saya Juga Tak Menyangka, Ternyata Begini Cara Hati Menyembuhkan Luka

Reflections & Inspirations

[Photo credit: Kinga Cicheweicz]

3.8K
Mungkinkah ada tujuan yang lebih besar dari sekadar mengalami luka? Bahwa luka-luka kita ternyata bisa saling menyembuhkan?

Malam itu, seorang teman bercerita pada saya melalui direct message Instagram. Salah seorang pimpinan kantornya baru mengalami musibah. Rumah beliau terbakar dan seluruh anggota keluarganya tewas.

Tentu itu peristiwa yang tragis. Bahkan mungkin traumatis.

Teman saya bilang, atasannya tersebut sampai memilih meninggalkan Indonesia. Selain karena sudah tak ada sanak saudara di sini, bisa dimaklumi jika beliau hendak membuka lembaran baru di tempat lain.

Sebelum pulang ke negara asalnya, beliau membagikan link sebuah tulisan di grup WhatsApp kantor. Beliau bilang, tulisan itu telah menguatkannya di masa-masa duka.

Rupanya itu tulisan saya tiga tahun lalu di sebuah portal online.

Tentang menghadapi kehilangan.



Sejenak, jantung saya seakan berhenti berdetak.

Sungguh saya tak menyangka, tulisan yang dulu saya ketik di masa-masa patah hati itu ternyata meringankan duka sejumlah orang yang tidak saya kenal. Ini adalah respons kesekian kali yang saya terima tentang tulisan yang sama.

Saya terpikir, apa jadinya jika tulisan itu hanya berakhir sebagai curhatan katarsis di buku catatan pribadi. Atau lebih sempit lagi, jika luka itu dibiarkan. Tertahan di dalam hati sendiri.

Ketika luka kita simpan sendirian, perihnya terasa begitu mencengkeram. Sebab kita mengira, kitalah orang yang paling menderita di dunia. Luka kitalah yang paling unik, takkan pernah terpahami orang lain.

Namun, di satu titik, saya mengambil langkah. Bergerak melampaui luka.

Saya menuliskannya. Membiarkan luka saya terbuka di hadapan orang banyak.

Motivasi saya sederhana saja. Hanya hendak berkata, "Hey, look, ini yang gue alami, ini yang gue pelajari."

Hasilnya, mengherankan.

Baca Juga: Kejujuran, Satu-satunya Jalan Penyembuhan. 7 Pengakuan Ini Akan Membebaskan Dirimu dari Rasa Sakit Menyimpan Luka Hati



After all, we're just the same.

Hal-ihwal peristiwa yang kita alami mungkin berbeda-beda, tetapi kita semua bisa merasakan sakit, kehilangan orang yang kita sayangi, atau terempas ke titik rendah kehidupan. Jika demikian, tidakkah kita juga bisa bersama-sama bangkit kembali?

Dalam masa-masa saya sendiri menghadapi kehilangan, ada beberapa tulisan lain yang juga meneguhkan saya. Saya berani bergerak, karena ada penulis-penulis lain yang telah lebih dulu bergerak melampaui luka mereka.

Bukankah itu berarti luka-luka kita memiliki tujuan yang lebih besar? Bahwa luka-luka kita ternyata bisa saling memulihkan?

Pada akhirnya, luka saya perlahan-lahan kehilangan rasa sakitnya ketika satu demi satu komentar maupun pesan masuk dan menyatakan, ada yang beroleh peneguhan dari cerita saya.


[Photo credit: Nine Kopfer]

Ternyata luka saya tidak seunik yang saya bayangkan. Luka saya merupakan bagian dari kemanusiaan yang lebih besar.




Baca Juga:

Hidup Setelah Anak Kami Tiada: 3 Pelampung Pengharapan Kala Gelombang Duka Kematian Menerjang

Menyoal Kematian dan Hal yang Saya Pelajari dari Kepergian Papa

Masa Lalu Suram, Masa Kini Terasa Berat? Melangkah Maju dan Yakinlah, Ada 4 Hal Indah di Balik Tiap Kepahitan yang Kamu Alami





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saya Juga Tak Menyangka, Ternyata Begini Cara Hati Menyembuhkan Luka". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruthie | @ruthlidya

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar