Pernikahan Batal, Mantan pun Sekantor. Jangan Kuatir, Inilah Cara untuk Move On dari Patah Hati

Ex & Broken Hearts

[image: BG Loan & Jewelry]

15.5K
Mau melangkah maju begitu berat karena luka di masa lalu. Mau mundur dari keseharian juga tidaklah lebih mudah, karena hidup bukan hanya tentang hubungan yang retak. Berdiri di tempat juga terasa begitu pedih.

Sepasang kekasih yang sekaligus merupakan rekan kerja baru saja putus. Pertunangan mereka berakhir. Rencana pernikahan pun batal. Mau melangkah maju begitu berat karena luka di masa lalu. Berdiri di tempat juga terasa begitu pedih. Mau mundur dari keseharian juga tidaklah lebih mudah, karena hidup bukan hanya tentang hubungan yang retak. Meski mereka masih berada dalam satu komunitas yang sama dan sesulit apa pun bagi mereka untuk move on, hidup harus terus bergulir.

Lalu harus bagaimana?

Tentu dibutuhkan hikmat Tuhan, dukungan orang-orang terdekat, juga doa untuk tetap kuat dan berani mengambil keputusan-keputusan baru. Inilah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk bisa move on:



1. Maju dan lanjutkan!

Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan dengan baik. Resign dari tempat kerja boleh menjadi pilihan, tetapi bukan berarti boleh pergi begitu saja meninggalkan tanggung jawab yang ada. Mari selesaikan proyek yang harus diselesaikan. Finish it strong! Kalau ada kontrak, selesaikan hingga akhir masa kontrak.

[image: Shutterstock]

Berat karena masih harus bertemu atau bekerja bareng si dia? Tentu! Namun, menjadi profesional bukanlah perkara anak kecil. Hadapilah sebagaimana cara orang dewasa menyikapi kehidupan.

Baca Juga: "Ditembak" Teman Kantor? Sebelum Menjawab "Ya" Pertimbangkan 4 Hal Penting Ini



2. Mundur teratur.

Bukankah saat putus berarti kita melepaskan si dia dan mengangkat tangan tanda menyerah atas hubungan yang telah dibangun dengan susah payah? Kini saatnya untuk mundur.

Pembalasan tidak akan memuaskan, justru malah akan menyakitkan, mengingat hatimu masih mencintainya.

Sudah saatnya melepas satu per satu semua hal tentang dia, sekalipun berat dan hati masih berharap keadaan bisa berubah dalam sekejap mata. Cancel or close any transaction with all wedding vendors and cut any tie. Singkirkan semua barang kenangan. Hapuslah semua foto berdua. Siapkan juga hati kalau si dia punya gandengan baru. Relakan.



3. Diam (dan menangis).

Kadang kita tidak kuat untuk maju, tetapi juga tidak berani untuk mundur. Rasanya benar-benar tidak sanggup lagi menahan kepedihan dari patah hati ini.

[image: Women's Web]

Diam sejenak dan mungkin menangis juga sangat diperlukan. Baper bukanlah dosa. Tidak apa kalau kamu menangis saat melihat teman lain bertunangan atau bahkan menikah. Tidak apa kalau air matamu mengalir saat sebuah kenangan masa lalu bangkit kembali dalam benak.

Untuk pulih, kita harus jujur pada diri sendiri dan orang lain. Aku terluka. Aku begitu sedih. Lebih-lebih di hadapan Tuhan, jangan ragu untuk mencurahkan isi hati.

Baca Juga: Kejujuran, Satu-satunya Jalan Penyembuhan. Inilah 7 Pengakuan yang Akan Membebaskan Diri dari Rasa Sakit karena Menyimpan Luka Batin



4. Bergembiralah!

Bergembiralah di dalam Tuhan yang memahami isi hatimu! Bergembiralah karena Tuhan tidak meninggalkanmu sendirian. Bergembiralah karena kamu masih hidup walaupun hati hancur berantakan.

Bergembiralah, masih ada keluarga dan teman-teman yang mendukungmu. Kamu sekarang tahu siapa yang sungguh-sungguh mengasihimu dengan tulus ketika orang-orang di komunitasmu heboh menggosipkan keretakan hubungan kalian berdua.

Bergembiralah dengan hasil jerih payahmu. Kuliah lagi, ikut kursus, belanja baju baru, mengubah penampilan, pergi makan yang enak dengan teman-teman, pergi berlibur, menolong orang yang membutuhkan. Lakukan apa pun yang menyenangkan Tuhan dan sesama.


Selamat menikmati proses kesembuhan dari patah hati dan bersiaplah untuk petualangan cinta yang baru!





Baca juga artikel-artikel yang dapat membantumu melampaui patah hati ini:

Dua Kali Dikhianati dan Patah Hati, Masih Adakah Cinta Sejati Bagiku?

Ingin Happy Lagi Usai Patah Hati? Lakukan 6 Hal Ini




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pernikahan Batal, Mantan pun Sekantor. Jangan Kuatir, Inilah Cara untuk Move On dari Patah Hati". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Novi Kurniadi | @novikurniadi

A kindergarten teacher who loves to write and soon to be someone's wife

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar