Perceraian Bukanlah Hal yang Ideal, Namun Tak Terhindarkan Ketika 4 Hal Ini Terjadi

Marriage

[image: Oceanlaw]

4.8K
Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api.

“Christine, kamu sekarang suka menulis ya?” tanya teman lama saya lewat media sosial.

Pertanyaan itu muncul karena setiap kali tulisan saya publish, saya selalu bagikan di media sosial yang saya miliki. Dari pertanyaan tersebut, akhirnya kami mengobrol lebih lanjut lewat telepon.

“Aku senang membaca tulisanmu dan aku ingin kisahku kamu tuliskan untuk sekadar berbagi kepada semua orang. Aku tak keberatan kalau kisahku ini kamu tulis.”

Sejenak saya berpikir, kisah apa yang ingin dibagikannya?

Sebelum saya menjawabnya, teman saya kembali berbicara, “Banyak hal yang telah aku lewati, mungkin banyak orang tidak menyangka akhirnya seperti ini. Aku pun sebenarnya tidak mau, tapi ada hal-hal yang tidak bisa …”

Tiba-tiba ia berhenti dan terdengar suara isak tangis yang keras dari seberang saja.

Setelah cukup lama, akhirnya saya mendengarkan keseluruhan kisahnya. Saya pun terkejut dengan kehidupannya saat ini. Sungguh tidak kelihatan kalau pernikahannya selama ini ternyata bermasalah. Saya dan mungkin bahkan orang lain pun tidak menyangkanya. Karena selama ini hubungan pernikahannya tampak baik-baik saja. Namun, ternyata, sudah bertahun-tahun terakhir ini rumah tangganya mengalami permasalahan yang tak kunjung selesai. Perceraikan pun tak dapat terelakkan lagi. Mereka sekarang telah berpisah.

Dari ceritanya, saya pun menarik kesimpulan bahwa jika perceraian sampai terjadi, pasti ada masalah yang fatal di balik perpisahan itu. Inilah beberapa faktor yang teman saya bagikan:


1. Masalah rumah tangga yang tak kunjung terselesaikan.

[image: TheWorldNews]

“Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api.” Pernyataan ini benar sekali. Banyak dari kita yang melihat suatu rumah tangga harmonis, tetapi kok tiba-tiba terdengar berpisah dan ada tudingan salah satu pihak berselingkuh. Akhirnya orang berpikir, “Ohh … itu pasti karena ‘si itu’ selingkuh!”

Padahal, sebenarnya orang selingkuh itu hanya karena adanya peluang. Khususnya pria. Akan tetapi untuk wanita, jika sudah terjadi perselingkuhan, pada umumnya karena wanita itu sudah tidak aman dan nyaman lagi dengan pasangannya.

Namun, biasanya orang hanya melihat akhir kisahnya saja. Mereka tidak memperhitungkan penyebab terjadinya perselingkuhan. Kita tidak memikirkan bahwa sebenarnya ada masalah dalam rumah tangganya yang selalu mengalami jalan buntu. Terus dan terus, masalah itu menyebabkan pertengkaran.

Bisa karena suami terlalu sibuk kerja, jadi istri merasa kurang diperhatikan. Bisa karena tidak cocok dengan mertua ataupun saudara ipar. Bisa karena ketidakpahaman untuk saling mengerti dan mengalah. Bisa juga karena faktor teman yang memicu pertengkaran dalam rumah tangga. Atau bisa juga karena hobi yang salah dan pasangan tidak menyukainya.

Faktor inilah yang membuat tekanan-tekanan. Ibarat balon yang ditekan terus, suatu waktu akan pecah juga. Jika pertengkaran itu terus-menerus terjadi tanpa ada solusinya, pasti mahligai rumah tangga yang akan dikorbankan.

Baca Juga: Terus Meremehkan Masalah Penting Ini, Pertengkaran, Perselingkuhan, dan Akhirnya Perceraian yang Terjadi. Jangan Terulang Lagi, Temukan Solusi di Sini!



2. Ketidakseimbangan menjaga keutuhan rumah tangga.

Orang berumah tangga itu seperti dua orang yang sedang naik perahu. Jika hanya salah satu yang mengayuh, pasti lama-lama ia akan capek. Harus kedua-duanya mengayuh bersama-sama. Sama halnya dengan rumah tangga. Jika hanya suami atau istri saja yang mengalah, mengampuni dan terus berubah menjadi baik demi pasangan, akan sangat berat untuk melajukan keutuhan rumah tangga. Akhirnya kita tidak sampai pada tujuan dan justru terjatuh di tengah perjalanan.



3. Tidak adanya upaya untuk saling memahami perasaan pasangan.

[image: desired]

Terkadang orang tidak mau tahu akan perasaan pasangan. Walaupun sebenarnya pasangannya telah dilukai, ia terus saja melukai. Ibarat orang yang kena luka, belum sembuh lukanya sudah dilukai lagi. Belum sembuh lagi sudah dilukai lagi. Demikian seterusnya. Lama-lama yang terjadi adalah infeksi yang mematikan.

Baca Juga: Yakin Sudah Mengenal Pasangan dengan Baik? Periksa 5 Hal Ini



4. Lupa akan janji pernikahan.

Kata orang, biasanya kalau pernikahan yang masih baru itu masih “cinta-cintanya”. Akan tetapi, kalau sudah semakin tua usia pernikahannya, perasaan cinta itu akan lambat laun sirna. Di sinilah kita harus tetap ingat akan janji pernikahan kita. Bahwa kita harus mencintai pasangan kita sampai maut memisahkan.

Baca Juga: Sampai Maut Memisahkan, Bahkan Melampauinya. Sebuah Kisah Nyata

Orang yang selalu ingat akan janji pernikahannya adalah orang yang dapat mempertahankan rumah tangganya. Bukan hanya salah satu saja, melainkan keduanya harus sama-sama mengingatnya.

“Siapa sih yang mau menikah untuk berpisah?” kata teman saya di penghujung ceritanya. Kemudian saya tutup teleponnya dan berbicara dalam hati,

“Sayang … andai saja mereka ingat akan komitmen pernikahannya dan ‘perahu’ itu dikayuhnya berdua, maka mereka tidak akan hilang keseimbangan dan terjatuh dalam lautan yang dalam.”



Baca juga artikel-artikel inspiratif untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini:

Waspada! Inilah 5 Hal Sepele yang Menyebabkan Keretakan Rumah Tangga

Kenali Tiga Penyebab Hancurnya Pernikahan yang Sering Terjadi Tanpa Disadari





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perceraian Bukanlah Hal yang Ideal, Namun Tak Terhindarkan Ketika 4 Hal Ini Terjadi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Christine Santoso | @christinesantoso

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar