Patah Hati Karena Dikhianati? Sembuhkan Dengan Obat Move On ini!

Ex & Broken Hearts

pexels

15.3K
Anda sedang patah hati? Anda dikhianati? Lepaskanlah pengampunan!

Ada sebuah lagu yang kata-katanya menggugah hati saya, judulnya "Terbiasa Patah Hati". Dalam lagu itu diceritakan tentang seseorang yang terbiasa mengalami putus cinta hingga ia bahkan berterima kasih kepada para mantannya. Kalau kata orang jatuh cinta, berjuta rasanya; maka putus cinta sebenarnya rasanya mau mati saja.

Di masa lalu saya pernah berpacaran dengan seorang pria yang waktu itu menurut saya adalah tipe yang sangat ideal. Semua yang saya harapkan di dalam diri seorang kekasih ada padanya. Dia nyaris sempurna tanpa cacat. Pria ini sangat romantis, hati saya rasanya selalu meleleh jika ada di dekatnya. Dia selalu peka terhadap apa yang saya inginkan dan selalu berhasil membuat saya selalu rindu kepadanya.

Baca juga: Pernikahan Batal, Mantan pun Sekantor. Jangan Kuatir, Inilah Cara untuk Move On dari Patah Hati

Dia juga pintar dan punya masa depan yang menurut saya waktu itu cemerlang. Tidak ada perbedaan mendasar di antara kami karena kami berasal dari suku yang sama, sekolah yang sama dari SD sampai SMA sehingga saya cukup tahu tentang hidupnya di masa lalu. Tapi hubungan kami waktu itu tak disetujui oleh mama saya. Ironisnya, mama saya tidak merestui hubungan kami tanpa alasan. Saya tetap nekat menjalin hubungan walau tak disetujui.

Setelah berjalan 5 bulan, dengan kondisi yang selalu dimabuk asmara tiba-tiba Yang Maha Kuasa menyatakan kehendak-Nya. Saya mendapati kenyataan bahwa pacar saya ini tidak setia dan dengan tingkat pelanggaran ketidaksetiaan yang FATAL. Saya tak mungkin melanjutkan hubungan dengannya dan jelas saja dunia serasa ikut runtuh karena kenyataan itu.

Saya sangat patah hati. Rasanya seperti kepingin mati saja waktu itu. Semua harapan saya, bayangan tentang masa depan bersamanya dan persiapan kami hancur berkeping-keping. Di saat seperti itu, ketika rasanya tak ada harapan saya tahu harapan saya hanyalah ada pada Dia--Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan saya. Waktu itu saya hanya berharap saya tak akan khilaf dan bertindak nekat hanya karena sedang patah hati.

jamaica-gleaner

Ketika saya sedang bersimpuh dan berdoa, ada dorongan yang sangat keras dalam hati saya untuk berjumpa dengannya terakhir kali sebelum kami benar-benar berpisah. Saya memutuskan untuk menemui dia di kotanya (hubungan kami adalah hubungan jarak jauh waktu itu).

Saat berada di dalam perjalanan menjumpainya, saya sudah membayangkan semua hal yang akan saya lakukan kepadanya saat berjumpa nanti. Saya ingin memarahinya, memakinya mungkin, menamparnya bila perlu atau melakukan apa saja agar rasa sakit karena patah hati ini pergi.

Dalam hati saya terus berharap sepanjang perjalanan agar Tuhan menguatkan saya. Saya ingat saya berkata kepada Tuhan dengan berurai air mata, "Tuhan, saya patah hati. Saya marah dan jujur saya ingin menghukumnya atas perbuatannya kepada saya. Tapi, jika perpisahan kami adalah kehendak-Mu, mampukan saya bersikap dengan benar. Hanya, tolong kuatkan saya."

Saat saya turun dari bus, saya lihat dia sudah menunggu saya. Saya memang memberitahunya bahwa saya akan datang untuk menyelesaikan segalanya. Entah mengapa, saat melihat wajahnya (saya tau dia malu berjumpa saya dan juga menyesal) yang ada di dalam hati saya adalah perasaan kasihan yang dalam. Saya tak bisa marah kepadanya, bukan hanya karena saya masih mencintainya tapi entah bagaimana perasaan mangasihi dia membuat saya tak mampu melakukan semua rencana pembalasan yang sudah saya pikirkan.

Saya ingat dia berdiri di depan saya dengan berurai air mata dan saya memegang pundaknya sambil berkata: "Saya patah hati. Saya terluka. Kamu tahu mata saya bengkak karena menangisimu. Tapi SAYA MEMAAFKANMU! Apapun yang sudah terjadi, saya mengampunimu."

Saat saya mengatakan itu, yang saya rasa beban berat yang tadinya begitu menekan dalam hati saya, seketika itu juga hilang dan saya merasakan kelegaan yang luar biasa.

Mengampuni adalah obat yang paling mujarab bagi semua rasa sakit karena patah hati akibat putus cinta (dikhianati). Mengampuni tak membuat kita melupakan kenyataan bahwa kita patah hati, tetapi mengampuni memampukan kita mengingat kenyataan tanpa merasakan sakitnya lagi. Mengampuni menolong kita melanjutkan hidup dan bangkit dari semua kehancuran karena patah hati dengan kekuatan yang sumbernya jelas-jelas bukan dari diri kita sendiri tapi dari Dia sang maha pengampun itu.

Baca juga: Ingin Happy Lagi Usai Patah Hati? Lakukan 6 Hal Ini

Saya ingat betul setelah itu saya tak lagi menangis karena patah hati tetapi saya justru selalu berharap dia bahagia dengan pilihannya dan itu tulus keluar dari lubuk hati saya yang paling dalam. Mengampuni menolong saya melanjutkan hidup dan mendapati bahwa pengaturan Sang Mahatahu itu tak pernah salah untuk saya.

android phone wallpapers

Anda sedang patah hati? Anda dikhianati? Lepaskanlah pengampunan! Bukan karena Anda mampu. Tapi karena Anda mau. Saat Anda mau, Dia--Sang Maha Pengampun itu akan memampukan Anda. Anda mungkin masih bisa mengingat detail kenangannya, tapi Anda tak lagi sakit karena tusukannya.

Saya mengingat pengalaman saya hati itu dengan bersyukur hari ini. Bersyukur saya dimampukan memilih untuk mengampuni hingga saya terus merdeka dari jeratan masa lalu yng pahit hari ini.

Apa tanda Anda sudah mengampuni? Anda mengingat dia yang menyakiti anda tanpa merasakan sakitnya lagi!

Ingatlah: "Move on" bukan soal komitmen. "Move on" adalah sebuah tindakan.

Masih belum puas membaca? Klik tautan berikut:

Patah Hati? Inilah 3 Bekal Mengalahkan Gagal Move On

Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia

Taeyang: Kegembiraan Pernikahannya Semoga Menjadi Inspirasi untuk Kegembiraanmu



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Patah Hati Karena Dikhianati? Sembuhkan Dengan Obat Move On ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yvonny Nainupu | @abigaildivani

Seorang Pelayan Tuhan, Istri yang bersyukur dan Mama yang berbahagia

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar