Pacar Mengajak Berhubungan Seks. Apakah Ia Benar Cinta atau Nafsu Semata, Bagaimana Saya Membedakannya?

Love & Friendship

[Photo credit: Joe St. Pierre]

3.4K
Tepat ketika penetrasi hampir terjadi, ia tersadar. Seketika ia memutuskan menghentikan aktivitas itu.

Telepon gengam saya berbunyi. Dari seberang terdengar suara yang dengan baik saya kenal. Seorang yang beberapa tahun yang lalu adalah remaja putri berprestasi dan aktif beribadah. Kini, ia telah menjadi mahasiswi.

Setengah menggoda, saya bertanya, "Ini siapa, ya?"

Bukannya menjawab, suara di seberang malah balik menggoda. "Tuh, kan, udah pikun! Ayo tebak, ini siapa?"

Saya tertawa dan menanyakan kabar serta maksud dan tujuannya menelepon saya.

"Kabar baik," jawabnya. Suaranya bergetar mengucapkan dua kata sederhana itu.

Ia rindu, sudah lama tak bertemu, begitu lanjutnya.

Jawaban yang tidak sinkron dengan nada suara itu membuat saya harus blak-blakan bertanya kepadanya,

"Kamu sedang dalam masalah besar?

Bisa cerita pada saya?"


Isak tangis kontan pecah dari ujung sana.

Sebuah pengakuan kemudian mengalirlah.

Ia dan kekasihnya telah terlalu jauh bermesraan. Romantisme begitu membuai, membuat mereka melakukan apa saja. Tepat ketika penetrasi hampir terjadi, ia tersadar. Seketika ia memutuskan menghentikan aktivitas itu.

Penolakan tersebut membuat kekasihnya naik pitam dan pergi. Dengan penuh amarah, lelaki itu memutuskan hubungan mereka. Alasannya? Karena ia dianggap tidak menghargai cinta di antara mereka berdua.

Bukankah sejak awal mereka melakukannya karena dorongan cinta? Mengapa harus terhenti begitu saja? Karena ragu? Ragu berarti tidak cinta!

Begitu argumentasi sang lelaki.


Dengan gundah, pemudi itu bertanya kepada saya,

"Bagaimana caranya agar saya mampu membedakan cinta dan nafsu?"


Kebingungan membedakan cinta sejati dari nafsu bukan hanya dialami pemudi ini. Banyak kaum muda lain mengalami kegalauan serupa.

Inilah 4 perbedaan antara cinta sejati dengan nafsu:



1. Cinta sejati menjaga kehormatan, nafsu mengejar kenikmatan

Seorang siswa dilaporkan oleh seorang siswi - mantan pacarnya, karena telah menodai beberapa siswi yang secara bergantian dipacarinya. Dalam pembicaraan terakhir sebelum orangtuanya menarik mundur siswa tersebut dari sekolah, saya sempat bertanya kepada siswa itu, "Mengapa kamu tega melakukan itu kepada pacar-pacarmu?"

Jawabannya sangat membuat terperanjat. "Memang saya pacaran untuk bisa 'begituan'!"

Siswa tersebut membuktikan,
memang ada lelaki-lelaki tertentu yang tujuan berpacarannya hanyalah seks.

Mengejar pemuasan nafsu, demikianlah relationship goal sebagian anak muda zaman ini.

Lelaki tipe ini bisa kita sebut predator. Para predator mengejar perempuan sekadar untuk memuaskan nafsu. Mereka menggunakan segala kelebihan yang mereka miliki, baik itu ketampanan, ke-tajir-an, atau kelihaian dalam berkata-kata manis. Umumnya lelaki tipe ini akan membuang kekasih mereka setelah mereka merasa bosan. Tidak sedikit pula yang bersikap kasar dan merendahkan setelah mendapatkan 'tubuh' kekasihnya.

Malangnya, banyak perempuan telanjur terjebak oleh lelaki jenis ini. Sehingga, sekalipun mereka telah dikasari, tetap saja 'setia' dengan lelaki tersebut karena merasa sudah tidak virgin dan tidak lagi layak untuk mendapatkan lelaki yang lebih baik.

Sementara itu, di sisi lain, ada juga pasangan yang berpacaran selama bertahun-tahun dan tak pernah melakukan 'apa-apa'. Bahkan lip kiss pun baru dilakukan pertama kali, saat pernikahan. Lelaki seperti ini, saat masih dalam masa pacaran sering digoda bahkan disebut 'bodoh' karena tidak memenuhi relationship goal versi anak muda zaman sekarang.

Apa yang disebut relationship goal yang santer didengungkan media sesungguhnya tak lain dari perilaku seks pranikah. Mulai dari menyentuh dengan tidak sepatutnya bagian-bagian tubuh privat sampai kepada hubungan seks itu sendiri.

Menanggapi ejekan-ejekan yang ditujukan kepadanya, dengan tegas lelaki tersebut menjawab,

"Saya mau menjaga kehormatannya. Ciuman bibir itu membangkitkan nafsu. Kalau perempuan belum pernah dibangkitkan nafsunya, maka saya pun sebagai pria tidak terlalu berat untuk menahan diri."

Dia yang hanya bernafsu padamu akan berusaha keras menaklukkanmu dengan berbagai trik untuk memuaskan hasrat tubuh. Namun dia yang sungguh-sungguh mencintaimu akan dengan hati-hati dan teliti menjaga agar kehormatan itu tetap menjadi milikmu.

Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!



2. Cinta sejati memikirkan jauh ke depan, nafsu tak peduli masa depan

Sebuah keluarga yang tinggal di kota pelajar dikejutkan dengan penemuan sebuah keranjang berisi bayi. Rumah mereka dikelilingi oleh beberapa universitas. Mereka menduga bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap sepasang pelajar belia yang tinggal di sana.

Nafsu memang tak peduli masa depan.
Semua harus dilakukan dengan cepat.
Saat ini juga!

Tak heran jika di antara kaum muda, termasuk para pelajar, ternyata banyak juga yang tidak bisa mengelakkan perilaku 'kurang ajar'. Dan pada akhirnya, ketika harus berhadapan dengan kehamilan sebagai konsekuensi yang terlalu besar, memilih untuk membuang anak atau aborsi, daripada masa depan mereka bubar.

Bertolak belakang dari nafsu, orang yang mendekati pasangannya dengan cinta sejati, akan dengan hati-hati mempertimbangkan setiap langkah dan perbuatan agar tidak merusak masa depan diri sendiri dan pasangan.

Cinta sejati berani menolak godaan nafsu demi menjaga masa depan bersama pasangannya.

Baca Juga: Sepenuh Hati Saya Mencintainya, Ternyata Ia Tidur dengan Lelaki Lain



3. Cinta sejati itu altruis, nafsu itu egois

Altruis? Apa itu? Mungkin kata ini masih asing bagi banyak orang.

Altruis berarti sebuah sifat yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan banyak orang serta rela mengorbankan kesenangan dan kemudahan diri sendiri demi kesejahteraan bersama. Orang yang altruis menempatkan orang lain lebih dahulu dalam pertimbangan dan keputusannya. Ia memikirkan, apakah tindakannya akan merugikan orang lain atau tidak. Jika ya, ia akan mencari opsi lain yang aman dan tidak merugikan orang lain.

Perilaku orang altruis bisa saja dianggap bertele-tele atau bahkan bodoh. Akan tetapi, ia berlaku tepat.

Suami saya, contohnya. Ia selalu meminta saya membersihkan kotoran di popok anak kami sebelum dibuang. Begitu juga, jika ada gelas atau botol pecah, kami selalu membungkusnya tebal-tebal sebelum menaruhnya di plastik sampah. Bagi orang lain tindakan kami mungkin dianggap bodoh dan membuang-buang waktu. Namun, kami memikirkan para tukang sampah dan pemulung. Mereka bisa saja terluka, mengingat sering kali mereka tidak menggunakan sepatu boot atau sarung tangan tebal ketika memulung sampah.

Kalau pemulung yang jauh di mata saja dipikirkan sedemikian rupa agar tidak tersakiti, apalagi pacar!

Cinta sejati itu altruis. Ia sabar terhadap pacar, ia murah hati, ia tidak cemburuan, ia tidak arogan, tidak meninggikan dirinya di atas kekasihnya, ia tidak berlaku kurang ajar terhadap tubuh kekasihnya, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak mudah marah dan ngambek, tidak mendendam terhadap kesalahan kekasihnya, ia selalu berpihak pada hal-hal dan cara yang benar, ia membenci tindakan yang dapat merampas keadilan dari kekasihnya.

Praktisnya, seorang lelaki altruis tidak ingin berbuat tidak adil dengan merampas kesucian kekasihnya yang pastinya berbekas pada selaput dara yang robek, sementara tidak ada bekas apa pun tertinggal pada dirinya. Untuk itu, ia bersedia bersikap sabar dan menghindari sikap arogan dan percabulan terhadap kekasihnya.

Bagaimana dengan nafsu?
"Emang gua pikirin, yang penting gua enak!"

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Dosa, Inilah 7 Manfaat Menolak Seks Pranikah



4. Cinta sejati rela menanti, nafsu berkata, "Tunggu apa lagi?"

Menanti adalah tanda dari sebuah cinta sejati dan kesabaran.
Setiap orang bisa saja berkata, "Aku cinta padamu."
Namun, tidak setiap orang dapat menanti
dan membuktikan bahwa cintanya sungguh-sungguh sejati.

Seorang karyawati dibuat gelisah oleh teman lelaki yang kini menjadi pacarnya. Pasalnya, lelaki tersebut terus mencoba membangunkan hasrat seksualnya dengan obrolan-obrolan yang bernada porno.

Untuk sebuah kencan, pacarnya mengajukan permintaan khusus agar ia memakai atasan tank top dan bawahan rok di atas lutut. Karyawati yang sudah terbiasa berpakaian dan berperilaku sopan ini tidak menuruti kemauan sang pacar. Dengan tegas di telepon ia berkata tidak mengubah cara berpakaiannya.

Sang pria memaksa, "Kamu mau tunggu apa lagi, sih? Zaman sekarang pacaran, semua orang juga melakukannya. Bukannya kita suka sama suka? Bukannya kita toh akhirnya akan jadi suami istri?"

Tanpa menjawab, sang karyawati menutup telepon.

Jelas sudah baginya. Lelaki itu memburunya dalam nafsu, tidak mungkin bersedia menanti pernikahan untuk mendapatkan dirinya seutuhnya.

Lelaki seperti itu,
sungguh tak layak untuk dipertahankan.


Baca Juga: Buat Wanita, Waspadalah! Pria Hidung Belang Bukan Sekadar Berniat Mendapatkan Tubuhmu. Inilah Motivasi Tersembunyi Lainnya


Relasi dibangun untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama. Seorang yang bermental sehat tidak akan memilih untuk membangun relasi khusus dengan orang yang mengejar kenikmatan belaka, tidak memikirkan masa depan, egois, dan tidak bersedia menanti saat yang tepat untuk dapat meraih kebahagian bersama.

[Photo credit: Hanna Morris]

Percayalah ladies,

kamu bisa memilih relasi yang sehat dengan menghindari lelaki yang hanya bernafsu padamu.




Baca Juga:

Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya

Wanita, Setelah Berhasil Mengajakmu Making Love, Pacar Menilaimu dengan 4 Cara yang Mengejutkan Ini

Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal Penting Ini Ikut Lenyap







Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pacar Mengajak Berhubungan Seks. Apakah Ia Benar Cinta atau Nafsu Semata, Bagaimana Saya Membedakannya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:[email protected]

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar