Mystery Flights atau Blind Booking. Perjalanan Menuju ke Negeri Antah Barantah ini Patut Anda Coba!

Reflections & Inspirations

[image: Psychology Today]

959
Anda pernah mencobanya? Jika belum, coba saja. Di samping mengasyikkan, namun juga meningkatkan adrenalin!

Di suatu musim panas, seorang sahabat mendatangi apartemen saya dan berkata, “Xavier, ayo kita coba mystery flights ...”

“Apa?” potong saya.

Bagi telinga saya frasa ‘mistery flights’ kedengaran asing.

“Oh semacam blind booking begitu,” tambahnya.

Apalagi ini? Saya tahu mysterious fare, yaitu harga tiket yang tidak jelas bagaimana menghitungnya, sehingga pada zaman calon merajalela, kursi ekonomi bisa dijual seharga kelas bisnis. Wkwkwk. Blind date pun saya tahu, yaitu pacaran tanpa tahu siapa yang bakal kita pacari hi hi hi.

Baru ketika saya cari informasi, saya tahu apa itu mystery flights. Inilah bunyi brosur yang saya dapatkan:

Mystery flights at a fixed price

We guarantee our low prices and send you to the beach, the big city or a shopping paradise. As soon as your booking is complete you will find out your destination, so you can prepare for your trip.

Naturally, you get to decide when and from where you wish to depart and what sort of trip you're in the mood for. Just choose your departure airport and your personal interest by clicking on one of the themed offers.

[image: Be Yourself]

Jadi kami berangkat ke bandara dengan membawa paspor dan pergi ke kota di negari antah berantah. Teman saya ngotot saya temani; saya ngotot tidak mau pergi. Alasan saya? Teman saya itu sedang summer holiday, sedangkan saya justru sedang banyak tugas. Sebagai anak orang kaya yang kuliah di luar negeri, dia bisa saja jalan-jalan seenak udelnya—eh seenak duitnya—he he he. Bagi saya yang sudah berkeluarga, setiap dollar harus saya perhitungkan pengeluarannya.

Namun, dari peristiwa itu, saya merenungkan tiga hal ini:



Pertama, hidup itu misteri

Bukan hanya bulan depan, minggu depan, atau esok hari. Satu detik ke depan saja kita tidak tahu. Seorang filsuf berkata bahwa air sungai yang mengalir di depan kita satu detik yang lalu sudah berbeda dengan satu detik sekarang dan satu detik yang akan datang.

Karena hidup itu misteri, kita harus bergantung kepada kuasa ilahi.

Baca Juga: Sadarilah! Masa Depanmu Dibentuk oleh 3 Hal yang Terlihat Sepele tapi Berdampak Besar Ini



Kedua, tujuan hidup itu hakiki

Orang yang tidak tahu tujuan hidup sesungguhnya tidak hidup. Di suatu musim semi, saya sedang duduk di taman kota. Di sebelah saya tampak seorang bule ber-backpacker.

“Mau ke mana?” tanya saya membuka percakapan.

Jawabannya sungguh mengejutkan saya, “Terserah angin yang membawa saya.”

Di satu sisi saya bingung dengan tujuan hidupnya. Di sisi lain, saya iri dengan kemerdekaan waktu—dan uang tentunya—sehingga membuatnya bisa berkeliling dunia dengan bebas. Saat transit di Changi, Singapura, tengah malam, saya bertemu dengan seorang berkebangsaan Swedia.

“Mau ke Sydney,” kata saya singkat. “You?”

“Saya mau ke Indonesia,” jawabnya. “Saya mau mengabadikan keindahan Indonesia dan menjual hasilnya ke televisi.”

Dia terbiasa keliling dunia untuk melakukan semacam reportase perjalanan. Bisa keliling dunia. Dibayar lagi!

“Tiga perempat hidup saya ada di luar negeri,” jawabnya sambil tersenyum bahagia. Baginya, perjalanan itu adalah hidup itu sendiri.

Malam itu sungguh mengesankan. Di samping bertemu teman baru, makanan saya pun dia bayari. Surprise!

Baca Juga: Bukan Semata tentang Tujuan, Hidup, Sesungguhnya, adalah Sebuah Perjalanan



Ketiga, tujuan hidup dimulai dari tempat di mana kita berdiri

[image: Correio dos Campos]

Baik panjang atau pendek, perjalanan hidup kita dimulai hari ini, bahkan kemarin. Kesadaran bahwa masa hidup kita suatu hari akan berakhir—detak jarum detik kita suatu saat akan berhenti berdetik—membuat kita mempersiapkan hari ini sebaik mungkin.

Apa yang kita kerjakan hari ini—bahkan kemarin—sangat menentukan kualitas hidup yang kita jalani.

Saat merenungkan hidup saya sendiri, saya teringat dengan apa yang diucapkan oleh Bradley Whitford. Aktor dan politisi Amerika—perpaduan yang unik, bukan?—dengan bijak berkata,

“Infuse your life with action. Don't wait for it to happen. Make it happen. Make your own future. Make your own hope. Make your own love. And whatever your beliefs, honor your creator, not by passively waiting for grace to come down from upon high, but by doing what you can to make grace happen ... yourself, right now, right down here on Earth.”

Mari menjalaninya dengan hikmat yang datangnya dari tempat yang mahatinggi.

Selamat terbang!




Baca juga artikel-artikel inspiratif mengenai perjalanan ini :

Hidup ini Terasa Membosankan? Kunjungi 5 Tempat Inspiratif di Sekitarmu Ini!

Gunung Agung Meletus, Bandara Ditutup, Perjalanan Batal. 3 Pelajaran Tatkala Hidup Tak Seperti Harapan

Patah Hati atau Patah Semangat? Wanita, Inilah 5 Alasan Mengapa Travelling akan Memulihkan Dirimu








Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mystery Flights atau Blind Booking. Perjalanan Menuju ke Negeri Antah Barantah ini Patut Anda Coba!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar