Mengapa Orang Merekam Hubungan Intim Mereka? 3 Pengakuan Mengejutkan dari Pelaku

Reflections & Inspirations

[Photo credit: Leonardo Patrizi]

4.5K
Teknologi memang memberikan kemudahan, namun mengapa orang memanfaatkannya untuk membuat rekaman video hubungan intim mereka?

Rasanya tak ada hari tanpa pemberitaan tentang tersebarnya video hubungan intim seseorang dan partner-nya. Mulai dari kalangan selebriti, baik dalam maupun luar negeri, pejabat publik, mahasiswa, sampai dengan anak-anak SMU bahkan hingga SMP. Video rekaman hubungan intim ini beredar sangat cepat baik lewat portal internet dan grup WA atau sejenisnya.

Salah satu faktor yang membuat maraknya video semacam ini adalah kemudahan teknologi. Tak perlu peralatan perekaman video yang besar dan berat itu, cukup dengan sebuah smartphone di tangan. Kehadiran smartphone telah membuat rekaman semacam itu menjadi sebuah kegiatan pribadi yang tak membutuhkan kehadiran orang lain selain partner seks.

Teknologi memang memberikan kemudahan, namun mengapa orang memanfaatkannya untuk membuat rekaman video hubungan intim mereka?


Pertama, untuk menambah kenikmatan dalam relasi seksual

Seorang perempuan yang bersama pasangannya membuat rekaman seperti ini pernah menuliskan alasannya mengapa mereka melakukannya.

”Sungguh sangat berbeda, ketika kami berhubungan intim dan kami menyadari bahwa kami merekamnya. Hubungan kami menjadi lebih ’panas’ dari biasanya. Apalagi dalam kondisi hubungan jarak jauh. Saya seperti sedang memberikan hadiah bagi pasangan jika kami sedang berjauhan. Mengapa ia harus menonton video seks orang lain. Mengapa bukan video kami sendiri?”

Video semacam ini yang dibuat dengan kesadaran penuh kedua belah pihak, baik pasangan resmi atau tidak, dianggap sebagai sebuah variasi dalam hubungan intim yang merekatkan keduanya.

Sayangnya video yang mestinya untuk konsumsi pribadi itu bisa ”bocor” dan menyebar luas. Siapa yang malu jika hal seperti ini sudah terjadi? Tentu saja pihak laki-laki, terlebih lagi perempuan. Tubuh dan aksinya kini dapat dinikmati siapa saja, dan tak mungkin terhapus dari internet.

Baca Juga: Stop Buka-bukaan di Depan Kamera, Be Smart and Respect Yourself!


Kedua, untuk memperlihatkan dominasi seseorang terhadap partner seksnya

Pada umumnya, beberapa pria mengusulkan, mendesak, bahkan memaksa wanita pasangan seksualnya untuk membuat rekaman hubungan intim mereka. Alasan yang mengemuka sering kali adalah untuk kenang-kenangan alias ada sesuatu yang dapat dilihat kembali di saat-saat tertentu. Namun, sebenarnya ada unsur dominasi alias pengendalian di balik alasan yang terungkap itu.

”Ya, saya suka saja sih, Pak Wepe, melihat ekspresi pacar saya saat kami sedang making love. Saya merasa puas dan bangga bisa membuatnya bersedia melayani saya. Awalnya pacar saya tidak mau direkam, saya rayu, saya bujuk dan setengah memaksanya dengan ancaman akan meninggalkannya. Akhirnya ia tunduk juga dan mau direkam saat kami sedang berhubungan seks. Puas banget,” begitu tutur seorang pemuda dalam sebuah percakapan.

Tak jarang rekaman yang dibuat selama masa berpacaran ini dijadikan senjata untuk terus memaksakan kehendak pada perempuan. Jika perempuan ingin putus hubungan, sang pria mengancam akan membocorkan rekaman hubungan intim mereka. Sering kali juga tindakan ini diikuti dengan pemerasan secara keuangan. Lagi-lagi, pihak perempuan sering kali berada di posisi yang lemah dalam situasi seperti ini.

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mendapatkan Keperawananmu Sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya


Ketiga, untuk keuntungan materi

Ya, demi mendapatkan lebih banyak uang lewat video hubungan intim. Bagaimana caranya? Menjual video rekaman tersebut pada pihak tertentu yang memesannya, sama seperti kasus yang beberapa waktu lalu terungkap di media massa. Pelakunya membuat rekaman video hubungan intim sesuai dengan pesanan yang diterimanya lewat internet.

Bisa juga dengan mengunggah video ini untuk meningkatkan trafik portal internet tertentu dengan demikian penghasilan dari iklan juga mengalami peningkatan pesat. Bukankah beberapa waktu yang lalu marak berita tentang orang yang memakai akun bernama David Bond yang merekam hubungan intimnya dengan wanita-wanita Asia dan menjualnya lewat situs pribadinya?Seseorang pernah memperingatkan para perempuan di Jakarta ketika disinyalir David Bond beredar di sana.

”Turis sex ini sudah di Jakarta. Dia seneng bikin video youtube dimana dia "mengajar" cara dapat cewek asia seenaknya lewat App Tinder. Lalu dia bikin video (sex?) tanpa minta izin dl dan dia kemudian jual video itu online di "website VIP". Setahu aku dia udah lakuin ini di taiwan, vietnam, thailand dan jepang sebelum dtg ke indonesia....”


Jadi, sebaiknya bagaimana?
Jangan pernah bugil di depan kamera!


Hormati tubuh Anda, hormati tubuh pasangan. Nikmati hubungan intim secara ekslusif, tanpa kehadiran pihak lain dan juga kamera HP. Nikmati hubungan seksual tanpa was-was dan cemas hanya dalam ikatan pernikahan.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengapa Orang Merekam Hubungan Intim Mereka? 3 Pengakuan Mengejutkan dari Pelaku". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

storyteller

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar