Mencintai Berarti Memberikan Kebebasan. 3 Hal ini Membuktikannya

Love & Friendship

[image credit: Irreverência Baiana]

14K
Mencintai berarti memberikan kebebasan dan menggunakan kebebasan untuk saling membangun!

Dalam satu hubungan percintaan, kita sering kali mendengar keluhan,

“Dia gak mengerti aku,” atau

“Dia tahu tapi gak pernah mau nurut.”

Apakah keluhan-keluhan ini mengindikasikan satu hubungan kasih yang sejati? Tentu tidak! Keluhan-keluhan ini keluar dari mulut seseorang karena dalam hubungannya, setiap orang mementingkan kepentingannya sendiri. Yang satu mau dimengerti, yang lain juga demikian. Namun keduanya tidak mau saling mengerti. Jika demikian, keduanya tidak dapat dikatakan saling mencinta.

Dulu saya memiliki seorang teman. Sebut saja si Udin. Pacar si Udin ini selalu saja mau dimengerti. Bahkan ada satu titik ketika si Udin ini sangat lelah karena pekerjaannya, pacar si Udin tetap memaksa Udin untuk meneleponnya di malam itu. Apakah yang pacar Udin ini lakukan dapat disebut sebagai cinta yang sejati? Tentu tidak. Malah sebaliknya, si pacar ini sebenarnya hanya mencintai dirinya sendiri.

Lalu, bagaimanakah cinta sejati itu?


1. Memberikan kebebasan untuk kepentingan pasangan.

Cinta sejati dan kebebasan merupakan dua hal yang sama sekali tidak dapat dipisahkan. Mengapa demikian? Karena tanpa kebebasan, cinta tidak akan menjadi cinta yang sejati. Izinkan saya memberikan contoh konkretnya kepada saudara. Misalkan saja saya adalah seorang profesor yang membuat satu robot wanita idaman saya. Setelah membuat robot ini sedemikian rupa, lalu saya menanamkan satu chip.

[image: Autoevolution]

Chip ini berfungsi untuk membuat si robot tidak memiliki pilihan lain kecuali mencintai saya. Meski apa pun yang saya lakukan, dia akan terus mencintai saya. Dia tidak memiliki kebebasan. Apakah ini cinta yang sejati? Tentu tidak!

Lalu bagaimana jika chip yang saya letakan adalah chip kehendak bebas yang memberikan robot ini kemampuan memilih apa pun yang dia kehendaki. Lalu, ketika saya mengaktifkan robot ini, dia memilih untuk mencintai saya. Meski apa pun yang saya lakukan, robot ini tetap menggunakan kehendak bebasnya untuk mencintai saya. Apakah ini cinta yang sejati? Tentu ini adalah cinta yang sejati!

Cinta yang sejati dan kebebasan merupakan dua hal yang sama sekali tidak dapat dipisahkan!

Demikian juga dalam hubungan antara dua insan yang saling mencinta. Kedua belah pihak harus dengan berlapang hati memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk memilih. Karena tanpa kebebasan, cinta itu tidak akan menjadi cinta yang sejati.

Kalau hari ini pacarmu sama sekali tidak memberikan kebebasan kepadamu, berarti dia tidak sedang benar-benar mencintaimu! Dia sebenarnya hanya sedang mencintai dirinya sendiri.

Namun, apakah memberikan kebebasan sudah cukup mengindikasikan kasih yang sejati? Tentu tidak. Untuk membuktikan bahwa kasih di antara dua insan ini adalah kasih yang sejati, maka harus ada respons dari pihak lain. Agar cinta ini menjadi cinta yang sejati, seorang yang diberikan kebebasan harus menggunakan kebebasannya untuk memilih apa yang menjadi kerinduan pasangannya.

Baca Juga: Tak Ada Hubungan Tanpa Masalah, Pegang 3 Kunci Ini untuk Taklukan Rintangan bersama Pasangan



2. Menggunakan kebebasan untuk kepentingan pasangan.

Seorang yang sungguh mencintai pasangannya pasti ingin menyenangkan hati pasangannya. Bagaimana cara menyenangkan hatinya? Tentu dengan melakukan apa yang menjadi kerinduan pasangannya. Dengan demikian ada satu kesinambungan, pengertian, dan pengorbanan dalam satu hubungan. Satu dengan yang lain mau saling menyenangkan, mau saling mengerti, dan mau saling mengorbankan egonya.

Contohnya, kebanyakan wanita suka sekali diperhatikan, sedangkan kebanyakan pria sebaliknya, cuek sekali. Jika kedua tipe ini bertemu dan membangun relasi, masalah komunikasi akan menjadi erosi kasih yang utama.

Karena itu, si wanita harus mengorbankan dirinya, mengerti dan memberikan kebebasan kepada si pria. Namun, di sisi lain, si pria juga harus menggunakan kebebasan ini untuk menyenangkan pasangannya.

Ya, tentu, si pria harus berusaha menjadi pria yang hangat dan penuh perhatian kepada pasangannya. Bukankah hubungan seperti ini yang dirindukan semua orang? Tanpa paksaan, kedua belah pihak mau saling berkorban dan mementingan kepentingan pasangannya.

Namun, di sisi lain, kita juga perlu memerhatikan bahwa manusia tidak terlepas dari berbagai kelemahan. Kadang permintaan-permintaan pasangan kita cenderung hanya untuk mementingkan dirinya dan tidak untuk membangun. Malah kadang bisa merusak. Memang ada hal-hal yang masih dapat dimaklumi, tetapi ada hal-hal juga yang tidak dapat dimaklumi. Karena itu, dalam satu kasih yang sejati, harus ada pemberian dan penggunaan kebebasan yang fokusnya adalah untuk saling membangun.

Baca Juga: Belajar dari Resep Puding Pelangi: Membangun Relasi Senikmat dan Seindah Puding Pelangi



3. Memberikan dan menggunakan kebebasan untuk saling membangun.

Satu kali, seorang teman bercerita. Dia berkata bahwa kekasihnya meminta dia untuk melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan pasangan yang masih dalam tahap penjajakan. Lantas apakah karena cinta maka teman saya harus melakukan apa yang menjadi keinginan orang yang dia cintai? Tentu tidak!

Apa yang pasangannya minta merupakan satu tindakan yang tidak membangun. Malah, keinginannya itu bisa merusak masa depan teman saya. Pasangan teman saya ini terlalu mementingkan nafsu sesaatnya, sehingga hampir-hampir menjerumuskan teman saya.

Karena itu, memberikan dan menggunakan kebebasan bukan berarti melakukan semua kebebasan sebebas-bebasnya, terutama jika itu adalah hal yang negatif atau menjerumuskan. Dalam satu kasih yang sejati, pemberian dan penggunaan kebebasan harus berfokus pada tindakan untuk saling membangun.

[image: El Sardinero]

JIka kedua belah pihak sungguh-sungguh memberikan dan menggunakan kebebasan demi kepentingan pasangannya, hubungan itu pun akan menjadi hubungan yang saling membangun. Kebebasan yang telah diberikan tidak boleh disalahgunakan, dan penggunaan dari kebebasan itu tidak boleh untuk hal-hal negatif yang tidak membangun.

Saya rasa, ini adalah hal fundamental yang harus ada dalam suatu hubungan. Tanpa ketiga hal ini, rajutan percintaan tidak dapat dikatakan sejati. Jalankanlah ketiga poin ini, maka tidak akan ada tuntutan, melainkan inisiatif. Tidak ada paksaan, melainkan pengorbanan. Tidak ada derita, melainkan sukacita.

Baca Juga: Pacar Mengajak Berhubungan Seks. Apakah Ia Benar Cinta atau Nafsu Semata, Bagaimana Saya Membedakannya?



Baca juga artikel-artikel inspiratif untuk menemukan cinta sejati:

9 Tanda Cinta Sejati. Jangan Sampai Tertipu!

Agar Cinta Tak Membutakan dan Membahayakan Diri, Buka Mata terhadap 5 Hal Ini






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mencintai Berarti Memberikan Kebebasan. 3 Hal ini Membuktikannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yosua kanayakumar | @yosuakanayakumar

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar