Melatih Anak Menemukan Nilai Kehidupan Lewat Menonton. Film Tomb Raider? Panduan Ini Bisa Langsung Anda Gunakan!

Parenting

[Photo credit: screenrant]

1K
Orangtua yang bijak memanfaatkan momentum serta produk budaya untuk menanamkan prinsip-prinsip kehidupan dalam diri seorang anak.

Belakangan ini kami mulai sering mengajak anak kami pergi nonton. Dengan keingintahuan yang besar, ia akan mengajukan banyak pertanyaan seputar film yang ditontonnya. Terkadang pertanyaan itu bisa muncul saat film sedang diputar dalam bioskop, tetapi tidak jarang pula pertanyaan itu muncul pada malam sebelum kami tidur.

Kami kemudian mencoba mengarahkan rasa penasarannya itu untuk sesuatu yang lebih baik. Kami mulai belajar untuk memanfaatkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai momentum untuk saling berbagi cerita. Bukan saja berusaha untuk menjelaskan alur cerita film kepadanya, terlebih penting, kami berusaha untuk menangkap jendela kesempatan yang sedang terbuka untuk menanamkan prinsip-prinsip kehidupan yang penting untuk masa depannya.

Kami berharap momen kebersamaan seperti ini bisa secara tidak langsung menanamkan perasaan aman dalam dirinya untuk mengajukan pertanyaan apa saja terhadap kami. Dan seiring dengan bertumbuhnya anak dan bagaimana mereka mulai malas untuk bercerita tentang kegiatan sehari-harinya, inilah waktu di mana tersaji topik yang menarik dan dimengerti oleh dia dan kami.


Contohnya begini.

Baru-baru ini, kami mengajaknya menonton film Tomb Raider. Terus terang, sayalah yang tertarik untuk melihat film ini. Istri dan anak hanya mengikuti pilihan saya. Saya bersyukur kami bertiga sangat menikmati cerita yang disajikan.

Setelah selesai menonton, kami mulai menanti datangnya berbagai pertanyaan dari anak kami. Benar saja. Ia mulai memutar ulang cuplikan-cuplikan cerita dari film itu dan mengajukan pertanyaan ini itu. Kami menjawabnya satu per satu. Dan di sela-sela penjelasan demi penjelasan, kami selipkan beberapa pembelajaran.

Tergantung usia anak, inilah 3 hal yang bisa kita jadikan goal ketika mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar film Tomb Raider.



1. Tentang Mimpi dan Tujuan Hidup

Di awal cerita, Lara Croft bekerja sebagai kurir. Ia melakukan pekerjaan kasar ini bukan karena terpaksa, melainkan karena pilihan. Saat itu, ia belum bisa menerima keadaan dirinya dan ia tidak memiliki gambaran yang jelas tentang jati dirinya.

Uniknya, orang-orang di sekitarnya mengenal dia lebih daripada dirinya sendiri.

Mereka sering menanyakan kepadanya:

[Photo credit: raidingtheglobe]

"Apa yang sudah kamu lakukan dengan hidupmu?"

Orang-orang ini tahu, Lara memiliki potensi terpendam yang besar. Mereka tahu, Lara bisa melakukan jauh lebih besar daripada sekadar mengayuh sepeda dan mengantarkan barang.

Beberapa pertanyaan dari seorang anak yang bisa kita pakai untuk mengarahkan alur pembicaraan pada topik tujuan hidup, di antaranya:

- Kenapa Lara sampai ditahan polisi?

- Kenapa Lara bermain kejar-kejaran di jalan raya?

- Kenapa Lara tidak sekolah?

Baca Juga: Moana: 5 Pelajaran Penting tentang Mempersiapkan Masa Depan Anak



2. Melihat Tantangan sebagai Latihan

Lara tidak pernah tahu kalau suatu hari nanti ia akan menjalani sebuah petualangan yang membawanya masuk ke berbagai situasi berbahaya. Ia tidak tahu kalau kebiasaannya bermain puzzle dan berlatih memanah akan memberikan manfaat di suatu hari kelak. Yang pasti, ia tidak pernah mengira bahwa suatu hari nanti kekuatan fisik akan menjadi penentu hidup matinya.

Demikian juga halnya dengan kita dan semua yang kita lakukan. Terkadang, seperti Lara yang mengayuh sepeda sekadar untuk menyambung hidup, kita pun melakukan banyak kegiatan yang kita anggap sepele dan tidak berarti.

Kita tidak mengerti kenapa kita lahir dengan kondisi seperti ini. Kita tidak tahu kenapa kita berada dalam keluarga seperti ini. Kita juga tidak tahu mengapa kesulitan dan tantangan seakan terus hadir menemani.

[Photo credit: geekculture]

Kita tidak tahu apa yang sedang dipertaruhkan ketika kita memilih untuk setia dengan hal-hal yang kecil dan sepele.


Lewat film ini, kita bisa belajar untuk memberikan respons seperti seorang Lara Croft. Mengerjakan semuanya dengan memberikan upaya terbaik. Belajar untuk setia dalam perkara yang kecil dan bertanggung jawab bahkan untuk hal-hal yang sepele. Siapa tahu, kita pun sedang dipersiapkan untuk sebuah petualangan yang besar.

Beberapa cuplikan dari film yang bisa kita pakai untuk mengarahkan alur pembicaraan pada topik ini adalah:

- Ketika anak berbicara tentang betapa kerennya Lara Croft berlari menyelamatkan diri

- Ketika anak mengajukan pertanyaan tentang orang-orang yang dipaksa bekerja

- Ketika anak berkata bahwa ia ingin menjadi seperti Lara Croft



3. Tentang Pentingnya Peran Seorang Ayah

Pada dasarnya, cerita Tomb Raider ini dibangun di atas sebuah ketegangan dari relasi orangtua-anak. Perjalanan hidup Lara mengalami gangguan terbesar ketika ia kehilangan ayah saat ia masih remaja. Tanpa kehadiran ayahnya, Lara kehilangan bimbingan dalam pencarian identitas dirinya.

Cerita Tomb Raider sekali lagi mengingatkan kita, betapa besarnya pengaruh dan kuasa yang dipercayakan pada kita sebagai orangtua. Kali ini, kita diberi kesempatan untuk memahami peran ini dari sudut pandang seorang anak.


[Photo credit: imdb]

Tema yang terakhir ini mungkin akan memberikan pengajaran yang berdampak lebih besar kepada kita saat anak-anak kita mengajukan pertanyaan seperti ini:

- Kenapa ayahnya memberikan video itu untuk Lara?

- Kenapa ayahnya mau mengorbankan Lara?

- Kenapa ayahnya pergi?


Dan tentu saja, kita bisa mencoba mengerti anak-anak kita lebih lagi ketika kita membalas pertanyaan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan seperti:

• Bagaimana kalau ayah yang pergi?

• Ayah seperti apa yang kamu inginkan?

• Apakah kita juga punya gerakan khusus antara ayah-anak seperti tanda kiss dari ayahnya Lara?


[Photo credit: imdb]

Atau,

kalau kalian benar-benar berani, tanyakanlah ini kepada mereka:

"Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu jadi ayahnya Lara Croft?"

atau ini:

"Menurutmu,
ayah yang baik itu
seperti apa?"



Sobatku,

orangtua yang bijak memanfaatkan momentum serta produk budaya untuk menanamkan prinsip-prinsip kehidupan dalam diri seorang anak.

Saat ini, kebanyakan kita sudah sering mengajak anak-anak kita untuk nonton bersama, baik itu di rumah ataupun di gedung bioskop. Mari kita manfaatkan model hiburan ini untuk sebuah nilai yang lebih penting dibanding kenikmatan dua jam yang dapat dengan segera hilang.

Have fun!




Baca Juga:

Menjadi Ayah yang Lebih Baik: 3 Pelajaran Penting dari Darth Vader, Seorang Ayah yang Gagal

Satu Pelajaran Mahapenting bagi Orangtua dari Film Spider-Man: Homecoming

Thor: Ragnarok, Dua Pelajaran Penting demi Kebahagiaan Keluarga






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Melatih Anak Menemukan Nilai Kehidupan Lewat Menonton. Film Tomb Raider? Panduan Ini Bisa Langsung Anda Gunakan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Octavianus Gautama | @octavianus

Seorang suami. Ayah. Pengagas Ide. Pengamat hidup amatur. Pelajar. Penulis. Pekerja. Pelayan. Pemimpi. Pujangga musiman. Pelari. Pengusaha. Pembicara. Koordinator. Teman.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar