Aborsi? Pikir Kembali! Tengoklah Keajaiban yang Berlangsung dalam Rahim Seorang Ibu

Reflections & Inspirations

[image: Odyssey]

257
"A baby is never a "surprise" or a "mistake". You had sex without a condom, what did you expect? A plasma TV?"

Pagi ini saya mendapatkan sebuah gambar dengan tulisan yang menggelitik di sebuah situs:

"A baby is never a "surprise" or a "mistake".

You had sex without a condom, what did you expect?

A plasma TV?"


Dalam hati, saya pun berkata, isn't that obvious?

Namun, kemudian saya juga menyadari, masih banyak orang yang melakukan hubungan seks tanpa menyadari besarnya kemungkinan kehamilan yang tidak diharapkan. Lalu, karena malu dan berbagai alasan, aborsi menjadi jalan keluar pertama.



Tahukah Anda? Anda Sudah Dapat Mendengar Detak Jantung Bayi Bahkan Ketika Usianya Masih Enam Minggu?

Ketika hamil anak pertama, saya dikejutkan oleh fakta ini. Ketika pertama kali memeriksakan diri dengan USG, yang dapat saya lihat hanyalah sebuah titik hitam. Namun, ketika dilihat lebih teliti, ada sebuah titik kecil yang berdenyut-denyut di tengah titik hitam tersebut. Ya, itu adalah detak jantung dari bayi mungil dalam kandungan sang ibu.

[image: Women on Waves]

Dahulu ada banyak kepercayaan bahwa bayi sebelum usia tiga bulan masih belum memiliki detak jantung, sehingga masih belum dapat dianggap sebagai mahluk hidup. Sehingga banyak yang beranggapan melakukan aborsi sebelum usia kandungan tiga bulan sah-sah saja. Pendapat ini sangat salah! Bahkan sejak pertama kali Anda mengetahui diri Anda tengah hamil, bayi Anda telah memiliki detak jantung. Bahkan Anda sudah dapat mendeteksi detak jantung si kecil ketika usianya masih enam minggu.



Wajah Bayi Anda Mulai Terbentuk di Usia 6 Minggu

Walau masih belum terlihat dengan jelas, ketika usia kehamilan enam minggu, bayi Anda telah memiliki mata dan bibir kecil. Tangan dan kakinya juga sudah mulai terbentuk. Ketika usianya menginjak tujuh minggu, organ dalam bayi Anda mulai membentuk dengan cepat. Bahkan ketika bayi Anda berusia sembilan minggu, Anda sudah dapat melihat gerakan-gerakan aktif dari si kecil. Ketika usianya sebelas minggu, bayi Anda sudah bukan lagi dalam tahap embrio, melainkan fetus. Usia dua belas minggu, wajah bayi Anda sudah terbentuk dengan jelas. Jika beruntung, Anda bisa mulai menikmati gambar wajah pertama bayi Anda dalam rahim.

Baca Juga: Bukan Hanya Menggemaskan, Bayi pun Dapat Mengajarkan 5 Hal Penting Ini



Aborsi Sama dengan Membunuh

Bayangkan manusia kecil yang sedang berkembang pesat dalam rahim Anda, ia bergerak, belajar bernapas, makan, bertumbuh, dan berjuang untuk hidup. Ia bisa mendengar suara detak jantung Anda setiap saat, dan mendengar suara Anda ketika sedang berbicara atau menyanyi perlahan. Ia membentuk sebuah ikatan batin yang sangat luar biasa dengan Anda, bahkan sejak masih teramat kecil.

Manusia kecil inilah yang Anda bunuh ketika memutuskan untuk melakukan aborsi.

Bisakah Anda membayangkan jeritan kesakitannya ketika tubuh kecilnya dikeluarkan dengan paksa dari dalam rahim Anda yang nyaman? Bisakah Anda membayangkan tangisan lemahnya ketika ia bertanya mengapa Anda begitu tega merenggut kesempatannya untuk mencicipi kehidupan di dunia?



Beban Moral Seumur Hidup

Seseorang yang teramat saya kenal memutuskan untuk melakukan aborsi. Saat itu, ia memiliki berbagai alasan yang baginya mungkin merupakan sebuah alasan yang sangat kuat, sehingga ia bisa membenarkan dirinya ketika melakukan aborsi.

Namun, apa yang terjadi setelahnya?

Setiap hari ia terus-menerus hidup dalam beban penyesalan yang sama. Sekalipun setelah melakukan aborsi, kehidupan tetap berjalan seperti biasa, ia tetap menyesalinya.

[image: Marie Claire]

Ia menyesal telah menghilangkan nyawa anaknya, bahkan setelah memiliki anak-anak lain yang lucu dan sehat. Ia berkata pada saya, penyesalan ini akan terus ada bahkan sampai ia mati. Beban moral yang akan terus ia bawa sampai tarikan napasnya yang terakhir. Bagaimanapun, ia tak dapat lari dari kenyataan bahwa ia telah menghabisi nyawa anaknya sendiri.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kesalahan Menghancurkan Hidupmu! Bangkit dan Keluarlah dari Jerat Rasa Bersalah dengan 5 Langkah ini



Jangan Melakukan Seks Bebas dan Setialah pada Pasangan

Agar terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan, jangan melakukan hubungan seks dengan siapa saja. Jika Anda wanita, jagalah kesucian Anda sampai di hari pernikahan Anda. Percayalah, keputusan Anda untuk menunggu akan terbayar lunas setelah Anda dan suami memiliki keluarga kecil sendiri.

Kenikmatan sesaat itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan Anda ketika pertama kali mengetahui bahwa diri Anda hamil untuk pertama kali dengan suami Anda.

Jika Anda seorang pria, maka hormatilah calon istri Anda dengan tidak merenggut keperawanannya sebelum hari pernikahan. Itu salah satu tanda bahwa Anda sungguh-sungguh mencintainya dan bukan hanya ingin memanfaatkan dirinya.

Dengan melakukan hal ini, Anda dan pasangan juga terhindar dari penyakit-penyakit kelamin yang merugikan. Mungkin saat ini belum terlihat dampak negatifnya, tetapi jangan menunggu sampai Anda sakit baru menyesalinya kemudian. Tidak ada lagi artinya penyesalan yang datang terlambat.

Baca Juga: Seks Pranikah itu Mudah, tapi Membuat Resah! Inilah 5 Kunci Pengendalian Diri demi Masa Depan yang Indah


***


Jangan melakukan seks bebas, dan jika Anda terlanjur hamil, janganlah melakukan aborsi. Jangan menutupi sebuah kesalahan dengan kesalahan yang lain. Sebaliknya bertanggungjawablah dan kasihi bayi yang kelak akan Anda lahirkan. Berikan dia kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang. Rawatlah ia dengan penuh kasih dan kelak didiklah dia agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan Anda.






Baca juga artikel-artikel inspiratif seputar aborsi ini:

Hamil di Luar Nikah? Bukan Hanya Aborsi atau Terpaksa Menikah Solusinya. Renungkan 7 Hal ini!

Aborsi dan Bunuh Diri Bukan Solusi. Kisah Nyata Sarni Ini Membuktikan Rencana Tuhan Jauh Lebih Indah




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Aborsi? Pikir Kembali! Tengoklah Keajaiban yang Berlangsung dalam Rahim Seorang Ibu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar