Kasus yang Menjerat Angela Lee: 5 Hal yang Kita Pelajari

Reflections & Inspirations

media sulsel

2K
Berhati-hatilah ketika menggunakan uang Anda. Banyak orang yang tidak bijak ketika mengeluarkan uangnya dan akhirnya terbelit hutang dalam jumlah besar.

Berita di Line Today membawa saya untuk menyimak lebih dalam kasus yang menimpa selebgram dengan 700.000 followers, Angela Lee. Memiliki banyak followers dengan jumlah fantastis dan di-"endorse" sana-sini ternyata tidak membuat selebgram ini kebal dari kejatuhan ke dalam masalah keuangan. Terbelit hutang dalam jumlah besar dan tidak mampu membayar akhirnya menyebabkan selebgram cantik ini harus merasakan pedihnya kehidupan di dalam hotel prodeo.


1. Berhati-hatilah dengan uang

Berhati-hatilah ketika menggunakan uang Anda. Banyak orang yang tidak bijak ketika mengeluarkan uangnya dan akhirnya terbelit hutang dalam jumlah besar.

Seseorang yang sangat saya kenal pernah berkata seperti ini, "Saya tidak peduli nanti bisa bayar tagihan atau tidak, yang penting sekarang jalan-jalan dulu, senang-senang dulu. Bayar tagihan? Nanti aja dipikirin lagi."

Akibatnya? Dia terjerat hutang dalam jumlah besar dan akhirnya merugikan banyak pihak.

Hitunglah baik-baik setiap pengeluaran Anda, dan bandingkan dengan penghasilan Anda setiap bulan. Apakah lebih besar pasak daripada tiang? Coba pilah-pilah pengeluaran yang tidak penting sekali dan jangan memaksakan diri untuk membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan.


2. Kenalilah keinginan vs kebutuhan

Jadi keinginan saya untuk memiliki ponsel baru itu hanyalah sebuah keinginan saya, dan bukannya sebuah kebutuhan. Sedangkan kebutuhan saya saat ini adalah membeli pampers, susu, dan juga vaksin untuk anak-anak.

Berbeda dengan keinginan, kebutuhan ini akan berdampak bagi saya jika tidak segera saya penuhi. Misalnya, ketika pampers habis, anak-anak bisa mengompol di mana-mana. Ketika susu habis, anak-anak saya kelaparan karena susu adalah salah satu makanan utama bagi mereka. Dan jika saya tidak memberi vaksin pada anak-anak saya, maka mereka rawan terserang penyakit yang tersebar di mana saja. Sementara ketika keinginan saya untuk membeli telepon genggam tidak dipenuhi, tidak ada dampak apa-apa karena telepon genggam saya saat ini masih berfungsi dengan sangat baik.


3. Jangan tergiur gengsi.

Ada orang yang merasa hebat ketika bisa membeli sebuah mobil mewah. Ada orang yang merasa hebat ketika bisa berkeliling dunia. Ada orang yang merasa hebat ketika bisa mengenakan barang-barang bermeredk. Ada orang yang merasa hebat karena bisa membeli rumah di lokasi yang elit. Padahal kenyataannya, kemampuan mereka untuk membayar bisa saja belum sampai ke sana.

Baca juga: Waspada! 4 Kesalahan Fatal terkait Penggunaan Uang yang Seringkali Terjadi

Dalam istilah ekonomi ada istilah 'power to buy' yaitu kemampuan pelanggan untuk mengeluarkan uang dan membeli barang tertentu. Kemampuan beli pelanggan inilah yang menjadi salah satu faktor perrtimbangan utama seseorang berani membuka sebuah usaha. Si pemilik bisnis akan dengan gencar memasarkan produknya dan mendorong pelanggan untuk membeli barang yang mereka jual. Tanpa disadari seringkali pelanggan dengan mudahnya terhasut oleh berbagai iklan, terutama yang seolah-olah memberi nilai tambah atau gengsi pada dirinya ketika bisa menggunakan dan memiliki produk tersebut.

Untuk apa membeli barang hanya semata-mata karena gengsi? Gengsi tidak membuat Anda kenyang, hanya membuat Anda menangis ketika harus melunasi tagihan-tagihannya.


4. Hati-hati dengan "snowball effect" ketika berhutang

nbcnews

Ketika membeli barang dengan kartu kredit, Anda bisa saja menciptakan "snow ball effect". Ketika tidak mampu membayar di satu kartu, Anda membayar kartu tersebut dengan kartu lainnya. Padahal setiap hutang di kartu kredit pasti memiliki bunga yang besar dan makin lama makin besar karena angkanya berlipat ganda setiap bulannya.

Anda harus berhati-hati ketika menggunakan kartu kredit. Jangan sampai Anda membeli barang-barang yang tidak benar-benar Anda butuhkan dan akhirnya terbelit hutang yang tidak dapat Anda lunasi.


5. Mana yang lebih membahagiakan?

Hidup sederhana namun tidak memiliki hutang, atau hidup ibarat selebriti: bisa berlibur kesana-kemari, bisa membeli mobil-mobil mewah, bisa mengenakan produk-produk bermerek, namun setiap hari harus memutar otak memikirkan cara melunasi setiap tagihan dan hutang-hutang yang sudah jatuh tempo.

Baca juga: Banyak Orang Berpikir Seperti Saya : Uang, Rumah dan Mobil adalah Syarat Terciptanya Keluarga Bahagia. Ternyata Saya Salah!

Mana yang lebih membahagiakan menurut Anda?

Kalau saya pribadi lebih senang hidup sederhana. Tidak perlulah peduli ketika orang menganggap diri saya miskin. Yang penting saya bahagia, tidak memiliki hutang, dan tidak merugikan orang lain atau pun diri saya sendiri. Daripada saya harus memaksakan diri untuk tampil mewah namun tidak mampu untuk mendanai segala kemewahan saya.

Bukankah lebih baik jika saya bisa menabung untuk masa depan anak-anak saya ketimbang uang saya hambur-hamburkan untuk kesenangan pribadi saat ini. Toh saya tidak akan kenyang hanya karena makan gengsi.

Apakah Anda setuju?


Di bawah ini adalah beberapa artikel yang menginspirasi:

3 Prinsip Pengelolaan Uang yang akan Menjauhkanmu dari Jerat Hutang

Kaya : Tak Sekadar Meraih Banyak Uang, namun juga Hidup Penuh Berkat. Inilah 5 Caranya

Sudahkah Kita Benar-Benar Bahagia? Mari Periksa, Bagaimana Uang, Waktu, dan Tenaga Membentuk Kebahagiaan Kita


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kasus yang Menjerat Angela Lee: 5 Hal yang Kita Pelajari". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar