Karena Lelaki Perlu Disegarkan Sementara Perempuan Perlu Didengarkan, Terjadilah Perselingkuhan. Begitu, Bukan?

Marriage

[Photo credit: Toa Heftiba]

3.6K
Di sini, para suami perlu berhati-hati dan para istri perlu mengerti.

"Kok bisa, ya, suami sejelek itu dapat istri secantik itu?"

Pernah dengar ungkapan semacam itu? Saya sering.


Banyak orang membicarakan pasangan suami-istri yang mereka anggap 'aneh'. Padahal, kehidupan rumah tangga mereka belum tentu lebih baik dari pasangan suami-istri yang mereka bicarakan di belakang punggung.

Keheranan [baca: ejekan] semacam itu mengingatkan saya pada humor yang pernah saya baca.


Seorang suami yang buruk rupa berdoa kepada Tuhan. “Tuhan, tolong jawab keingintahuan saya ini,” ujarnya dalam doa.

“Apa yang ingin engkau ketahui?” jawab Tuhan.

“Saya tidak habis pikir, kok bisa saya dapat istri secantik itu, padahal muka saya kata banyak orang di jauh di bawah standar?”

“Oh, itu,” sahut Tuhan, “agar engkau bisa jatuh cinta kepadanya.”

“O begitu ya ...” kata suami itu, ‘Namun, saya juga heran, mengapa istri saya—meskipun begitu cantik—kok bodoh sekali?”

Sambil tersenyum Tuhan menjawab, “Agar dia bisa mencintaimu.”


Benarkah Tuhan ‘menjodohkan’ orang seperti itu? Menurut saya tidak.

Namun, dari pengamatan dan pengalaman saya bertemu dengan pasangan yang dianggap aneh oleh orang, saya menemukan dua hal yang berbeda tapi saling melengkapi.



Suami Perlu Disegarkan

Dari berbagai literatur yang saya baca, saya tahu bahwa pria kebanyakan jatuh cinta lewat mata. Itu sebabnya istilah ‘mata keranjang’ lebih sering ditujukan untuk kaum Adam ketimbang kaum Hawa.

“Nggak usah lirik sana-sini. Tak culek nanti!” ujar seorang istri sambil mencubit lengan suaminya yang matanya jelalatan saat melihat wanita cantik.

[Photo creditL tenor]

Itulah sebabnya mengapa para wanita berlomba untuk tampil secantik mungkin. Apalagi jika biaya tidak masalah. Tidak punya lipatan mata, dioperasi. Hidung pesek, dimancungin. Bahkan, saya punya teman yang bolak-balik ke Korea untuk mem-vermak wajahnya.

Sayangnya, tindakan semacam ini sering kali justru ditujukan untuk pria lain di luar sana ketimbang untuk suami sendiri di rumah. Perhatikan, mereka berdandan habis-habisan kalau sedang ada acara di luar, apalagi kalau akan ketemu dengan teman-teman sosialitanya.

Jujur, saya senang dengan pria maupun wanita yang tampil prima. Namun, yang adil, dong.

Apa yang disajikan untuk suaminya? Rambut di-roll sepanjang hari, wajah penuh bedak dingin—kadang pakai parutan bengkuang—bahkan kalau malam hari matanya ditempeli potongan tomat atau ketimun. Jika suami terbangun di tengah malam dan mendapati istrinya seperti itu, bisa-bisa mati terkena serangan jantung karena mengira ada kuntilanak di sampingnya. Sudah begitu, daster satu minggu tidak dicuci.

[Photo credit: Reddit]

Suami Anda perlu Anda segarkan.
Bukan orang luar.

Kalau Anda terus-menerus menyegarkan mata pria di luar sana, suami pun akan mencari pengganti Anda yang bisa menyegarkan kembali matanya.

Baca Juga: Dari Mira, Seorang Perempuan 'Simpanan', untuk Para Istri di Rumah



Istri Butuh Didengarkan

Wanita, menurut literatur yang saya baca juga, bisa ditaklukkan hatinya kalau ada pria yang mau mendengarkan. Telinganya jauh lebih peka ketimbang matanya, kecuali saat ada sale dan discount besar di pusat perbelanjaan. Wkwkwk.

Itulah sebabnya mengapa banyak penyiar radio pria yang digrandungi para gadis dan wanita. Dari rasa kagum karena mendengarkan suara empuk mereka di radio, lama kelamaan benih cinta itu tumbuh. Mungkin itu sebab mengapa penyiar radio pria yang tidak terlalu ganteng bisa dapat istri yang cantik jelita.

[Photo credit: tenor]


Di sini,

para suami perlu berhati-hati

dan para istri perlu mengerti.


Pria, jika belum mendapatkan pasangan, akan berusaha sekeras mungkin untuk menaklukkan pujaan hatinya. Berbagai kata gombal, termasuk yang saat ini sedang happening lewat film Dilan, begitu gampang keluar dari mulutnya. Namun, begitu jadi istrinya, para suami tidak lagi memenuhi kebutuhan istrinya: untuk didengarkan dan diberi pujian.

Akibatnya bisa ditebak. Istri mencari tempat curhat yang lain. Akibatnya, 'good friend' dan 'best friend' bisa berganti posisi menjadi selingkuhan.

[Photo credit: Tenor]

Baca Juga: Mengapa Vero Tega Berselingkuh? Simak Analisis Pakar Pernikahan Ini!



So, what’s next?

Dari dua hal di atas—kecenderungan pria dan wanita, suami dan istri—jauh lebih baik jika masing-masing pribadi melakukan introspeksi dan berusaha mengubah diri sendiri, ketimbang terus-menerus mengomeli pasangan dan berusaha keras mengubahnya.

Saya sepakat dengan penulis Inggris, Gerald Brenan, yang berkata dengan sangat bijak, “In a happy marriage it is the wife who provides the climate, the husband the landscape.”

Jika pasangan suami-istri menjalankan apa yang Brenan katakan, rumah kita jadi seperti istana dongeng dalam lukisan klasik.




Baca Juga:

Jatuh Cinta, Tumbuh Cinta dan Perselingkuhan

Hati-Hati, Ibu Rumah Tangga Baik-baik pun Bisa Berselingkuh karena 5 Hal Ini

Punya Istri Cantik, Kok Suami Masih Saja Selingkuh? Ini 3 Penyebabnya





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Karena Lelaki Perlu Disegarkan Sementara Perempuan Perlu Didengarkan, Terjadilah Perselingkuhan. Begitu, Bukan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar