Karena Kita Mungkin Tidak Bisa Bertemu Lagi Natal Tahun Depan

Reflections & Inspirations

[Photo credit: Christine Makhlouf]

431
... now.

Sejak kecil, Desember selalu menjadi bulan yang paling saya nanti-nantikan. Bahkan ketika bulan itu baru saja dimulai, ornamen dan dekorasi Natal sudah hampir pasti memenuhi semua tempat. Pohon-pohon natal berdiri dengan gagah namun cantik, dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang terlihat gemerlap dengan kerlip-kerlipnya. Tak ketinggalan patung-patung bernuansa Natal yang dengan elok menyambut kedatangan siapa saja.


Ya, Natal!
It's the most wonderful time of the year,
n'est-ce pas?


Namun, setelah bertahun-tahun merayakannya, apakah Natal masih tetap bermakna? Atau jangan-jangan, malah telah berganti menjadi sekadar tradisi: memasang pohon natal, makan bersama, bertukar kado, dan begitu hari berganti .. puff .. semua hilang, lenyap tanpa bekas.

Bagi saya, merayakan Natal sama halnya dengan merayakan sebuah kesempatan kedua. Manusia, yang penuh dosa dan sepatutnya binasa mendapat kesempatan kedua untuk beroleh surga. Seperti itulah kelahiran Yesus Kristus bagi umat Kristiani.

Yang namanya kesempatan kedua, tentunya tidak mampir tiap saat. Saking langkanya, bukan tidak mungkin kita melewatkannya jika tidak benar-benar peka.

Karenanya, Natal kali ini jangan biarkan berlalu begitu saja. Ambil kesempatan kedua yang ada di depan mata, agar Natal tidak jadi sekadar momen kosong yang dengan mudah terlupakan segera setelah bulan Desember berakhir.



1. Kesempatan untuk berkumpul kembali dengan orang tercinta

Saya memiliki seorang teman yang lama bekerja di luar negeri. Telah sekian tahun lamanya ia merantau di negeri orang tanpa pernah kembali ke rumah. Kesibukan membuat dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan bahkan untuk menelepon orangtuanya. Padahal kedua orangtuanya sangat merindukan putri mereka dan berharap ia bisa pulang ke rumah, paling tidak di hari Natal.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan orang-orang yang kita cintai ada bersama kita di dunia.
[Photo credit: Edeka]

Kamu yang selama ini sibuk - dengan pekerjaan atau dirimu sendiri - rayakanlah Natal tahun ini bersama orang-orang terkasih.

Selagi masih ada waktu, sempatkan. Sebelum kesempatan itu benar-benar tidak akan pernah datang kembali.

Baca Juga: Kini: Satu-satunya Waktu untuk Mencintai. Esok Mungkin Tak Pernah Ada, Cinta Bisa Pergi Kapan Saja



2. Kesempatan untuk saling memaafkan

Ada orang yang pernah menyakiti hati kita. Kita masih belum bisa melupakan kesalahannya di masa lalu dan memaafkan dirinya begitu saja. Mungkin, kita membencinya.

Namun, sampai kapan kita hendak menyimpan kebencian itu di dalam hati?

Menyimpan kebencian sama halnya dengan menyimpan sampah. Kian lama kita menyimpannya, kian membusuklah ia.

Jadikan momen Natal kesempatan untuk membersihkan hati. Buanglah sampah hati yang selama ini tertumpuk, agar hati kembali bersih dan tak lagi berbau busuk.

"Forgiveness is unlocking the door to set someone free and realizing you were the prisoner!" - Max Lucado.



3. Kesempatan untuk berbagi

Berbagi di sini bukan hanya membagikan sembako atau membagikan uang atau membagikan barang-barang. Tak terbatas materi, sesungguhnya banyak hal yang bisa dibagikan kepada orang lain. Kita bisa membagikan kebahagiaan, membagikan semangat, membagikan kisah-kisah hidup kita yang menginspirasi kepada orang lain.

[Photo credit: Josh Boot]

Salah satunya adalah dengan menuliskan kisah Anda di RibutRukun.com ini. Anda bisa memberkati banyak orang jika Anda mau berbagi.

Baca Juga: Jangan Lupakan 3 Hal Penting Ini Saat Merayakan Natal



4. Kesempatan untuk berterima kasih

Saya pikir, mungkin bukan sebuah kebetulan jika Natal dirayakan berdekatan dengan tahun baru. Kita jadi bisa memanfaatkan momen Natal untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang sepanjang tahun ini telah membantu kita, namun mungkin tidak merayakan Natal. Mereka itu bisa siapa saja: orangtua, teman-teman, pembantu rumah tangga, atau bapak sopir yang telah dengan setia mengantar ke mana pun kita hendak pergi.

Jangan sekadar mengirimkan pesan elektronik. Jabat tangan mereka, tatap mata mereka, dan dengan tulus ucapkan betapa Anda berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk Anda.

Tell them you're thankful for them. Tell others you're thankful for that person. And tell God you're thankful for that person.



5. Kesempatan untuk mencintai

Atau tepatnya: kesempatan untuk menunjukkan kepada orang-orang yang Anda cintai betapa Anda sungguh-sungguh mencintai mereka.

Sebagai orangtua kita kerap lalai memberikan perhatian kepada anak-anak. Sebagai anak kita lupa memberikan waktu untuk orangtua. Bahkan sebagai suami/istri, kita mungkin sudah tidak pernah lagi sekadar mengatakan betapa kita mencintai pasangan kita.

Jadikan Natal tahun ini momen untuk kita kembali belajar bagaimana caranya orang-orang yang kita cintai mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh mencintai mereka.

[Photo credit: sheknows]

Dan jangan berhenti di satu hari saja, melainkan usahakanlah itu terus menerus. Katakan lewat ucapan, tunjukkan lewat perbuatan rasa cinta Anda kepada mereka, setiap hari.

Akan datang waktunya kita tidak bisa lagi melakukannya.

Baca Juga: Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi


Untuk seluruh pembaca setia RibutRukun.com yang merayakan, saya ucapkan selamat hari Natal. Semoga sukacita dan damai Natal senantiasa ada di hati Anda.


Have yourself a merry little Christmas ...

... now.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Karena Kita Mungkin Tidak Bisa Bertemu Lagi Natal Tahun Depan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar