Junita Herlambang, Tunarungu yang Sukses menjadi Ahli Kecantikan Bereputasi Nasional. Ini 3 Rahasia Kesuksesannya

Reflections & Inspirations

[image credit: Djeff Act]

1.2K
Menjadi anak difabel bukanlah sebuah kesalahan, apalagi produk gagal. Keterbatasan bukanlah tembok penghalang untuk berkarya dan sukses.

"Lho, kok aneh sih ada anak bisu tuli yang sekolah di sekolah biasa?" tanya saya tidak percaya.

Saat itu, saya kaget melihat seorang anak perempuan berkebutuhan khusus bisa menjadi murid sekolah umum. Saya takjub mendapati kenyataan bahwa sekolah tempat kami menuntut ilmu diwarnai oleh kehadiran seorang anak perempuan difabel.

"Iya, tapi dia bisa mengikuti pelajaran seperti kita, kok," jawab saudara kembar saya yang tidak lain adalah teman sekelasnya.

"Oh, dia bisa, ya? Aku kok kasihan ngebayangin dia belajar bersama orang-orang normal. Apa dia nggak stress?" tanya saya penasaran.

"Kalau sudah melihat nilainya, kamu ga bakal kasihan sama dia lagi. Ngeri deh, pintar banget si Junita itu," kata kembaran saya sambil meneruskan aktivitas belajarnya.

Itulah sekelumit pembicaraan singkat kami di masa SMU. Saya tahu bahwa ada banyak sekolah yang akan memberikan toleransi kepada anak yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi tentu saja; dalam skala ringan. Sebut saja kaki yang timpang, atau mata yang sedikit juling. Menerima seorang anak tunarungu? Wow, ini baru luar biasa!

Perempuan yang sedang kami bicarakan saat itu bernama Junita Herlambang. Terlahir sebagai anak istimewa, Junita menderita ketulian berat. Hal ini menyebabkan ia tidak bisa mendengar bebunyian sama sekali. Praktis, Junita juga tidak dapat berbicara dengan jelas. Meski demikian, ia mampu membaca gerak bibir orang dengan baik. Ia pun dikenal sebagai sosok siswi berprestasi. Ia selalu masuk dalam peringkat lima besar dan tidak pernah menyerah mengikuti semua pelajaran yang ada.

Enam belas tahun kemudian, kami dipertemukan kembali dalam situasi yang berbeda. Anak-anak kami berada dalam lingkungan sekolah yang sama, bahkan satu kelas. Junita telah bertransformasi menjadi sosok pengajar yang luar biasa bagi para tunarungu maupun orang yang mampu mendengar. Ia memiliki salon dan usaha kecantikan SPA yang menjadi rujukan bagi para calon dokter kulit.

Junita ingin sekali menuliskan rangkaian kisah perjalanan hidupnya. Saya pun menyemangatinya untuk menuliskan sebuah buku. Ia mempertimbangkan saran itu, bahkan meminta bantuan saya untuk mengedit naskah bukunya.

Dalam perjalanan editing naskah, saya semakin kagum dengan dinamika hidup yang dialaminya. Keberhasilan Junita sebagai satu-satunya ahli kecantikan tunarungu se-Asia Tenggara tidaklah lepas dari tiga hal penting sebagai berikut:



1. Orangtua yang suportif dan visioner

Ketika Junita berumur lima tahun, orangtuanya menyekolahkan anak perempuan satu-satunya itu di sebuah SLB di Wonosobo. Sejak kecil, Junita ditempa untuk hidup mandiri dengan tinggal di asrama. Kegiatan rumah tangga seperti menyapu dan mengepel pun telah dilakoninya dalam usia sangat muda.

Dalam perjalanan hidupnya, orangtua Junita tidak ragu mengambil anaknya dari lingkup SLB untuk berkembang di ranah sekolah umum. Sungguh sebuah pilihan yang tidak biasa di masa itu. Mereka tergolong sebagai orangtua yang suportif dan visioner.

Junita berkata, seandainya ia gagal di sekolah umum, orangtuanya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut, dan ia akan kembali bersekolah di SLB. Nyatanya, ia mampu bersekolah di SMP dan SMU umum, bahkan menyabet predikat cum laude di masa perkuliahan.

[image: The Money Pages]

Kegigihan dan keuletan orangtua Junita dalam mendukung anaknya, membuktikan bahwa keberhasilan anak tidaklah lepas dari ketangguhan orangtua.

Tuhan pun tidak pernah salah desain, bahkan ketika seorang anak diperhadapkan dengan cap berkebutuhan khusus maupun difabel, mereka tetap berharga dan dikasihi. Ya, Tuhan sangat serius saat menciptakan kita.

Baca Juga: Menjadi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Kekuatan dan Keunikan Kami



2. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan

Tanpa mengalami kasih Tuhan yang luar biasa, Junita tidak akan mungkin berada di posisi sekarang ini. Di dalam bukunya yang berjudul "The Journey of Grace: Menaklukkan Dunia Tanpa Suara", Junita mengaku bahwa pernah ada keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Penerimaan diri yang sangat rendah membuatnya tidak bisa menghadapi kenyataan hidup yang keras. Namun berkat kasih Tuhan, ia dipulihkan dan diperbarui.

Ketika seseorang pulih di dalam Tuhan, anugerah demi anugerah akan didapatkan dengan cara-Nya yang ajaib. Junita dipertemukan dengan seorang lelaki yang sempurna secara fisik, yang semakin menuntunnya untuk mengasihi Tuhan. Saat ini, Junita dan suaminya, Victor bergiat dalam pelayanan terhadap kaum difabel. Pasangan ini kerap diundang oleh badan pemerintahan untuk memberikan motivasi terhadap orangtua maupun anak berkebutuhan khusus.

Junita semakin mempermuliakan nama Tuhan saat ditunjuk sebagai finalis Top 9 Google Business Stories (GBG) tahun 2017, dan menerima award Woman Hero 2.0 "Pengabdian Masyarakat" oleh BEM Universitas Airlangga dan Kementrian Pemberdayaan Wanita. Perjalanan imannya menuntunnya ke tempat yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.

Baca Juga: Kamu Berharga, Apapun yang Kamu Rasakan tentang Dirimu. Kamu Istimewa, Apapun yang Orang Lain Katakan Kepadamu. 3 Hal Inilah Buktinya



3. Berjuang menjadi berkat meskipun berada dalam keterbatasan

"Bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, mulailah menanamkan kepercayaan diri dan keberanian kepada anak. Anda bisa memulainya dari sekarang. Teruslah memberikan mereka semangat, meskipun harapan yang diinginkan belum terlihat. Yakinlah bahwa anak Anda memiliki talenta dan potensi yang luar biasa."

Kalimat itu meluncur dari bibirnya saat menjadi pembicara bagi ratusan orangtua yang memiliki anak istimewa.

Bagi Junita, keterbatasan bukanlah tembok penghalang untuk berkarya dan sukses.

Dengan semangat dan keyakinan akan penyertaan Tuhan, semua dapat terjadi. Di dalam kasih dan anugerah Tuhan, kita akan diperkenankan menikmati kemustahilan. Perempuan yang memiliki akun FB Yunita Herlambang ini menekankan bahwa,

menjadi anak difabel bukanlah sebuah kesalahan, apalagi produk gagal.

Berjuanglah!

Karena masa depan sungguh ada, dan harapan tidak akan menjadi sia-sia.





Baca juga kisah-kisah inspiratif dari mereka yang berhasil melampaui keterbatasan:

Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar Sebagai Pemenang

Susan Boyle: Kisah Kegagalan yang Justru Menghantar pada Kesuksesan

Tidak ada yang Mustahil! 7 Pelajaran Hidup dari Kisah Nyata Anton : Anak Desa yang Bermimpi Menjadi Rohaniwan










Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Junita Herlambang, Tunarungu yang Sukses menjadi Ahli Kecantikan Bereputasi Nasional. Ini 3 Rahasia Kesuksesannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Jessica ValentinaAnanta | @jessicavalentinaanan

Seorang ibu dengan dua calon kepala keluarga masa depan. Selalu ingin menebar manfaat lewat tulisan dan karya-karyanya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar