Jaketnya, Pak Jokowi. Indonesia Terpecah Dua Kok Malah Dipamerkan? Kebangetan!

Reflections & Inspirations

[Photo credit: akurat]

6.8K
Apa yang sedang terjadi di Indonesia?

Setelah Mbak Sukma, giliran Ganjar yang dipermasalahkan, bahkan mau dilaporkan, gara-gara membacakan puisi Gus Mus. Belum reda masalah itu, jaket yang dikenakan Jokowi saat touring pun dipermasalahkan karena dianggap memecah belah negara kesatuan Indonesia.


Kok bisa berpikir demikian?


Ada peta Indonesia di Jaket Jokowi, tetapi karena tidak dikancingkan penuh, jadilah ...

[Photo credit: instagram @sr23_official]

peta Indonesia
terpecah dua.


Gibran, yang biasanya kalem dan tenang-tenang saja kali ini meradang. Dia ngamuk bukan tanpa alasan. Jokowi memakai jaket @nevertoolavish buatan Abeng itu justru karena cinta tanah air. Namanya haters, apa saja bisa dipermasalahkan dan disalahkan.

[Photo credit: instagram @chillipari]

Dari heboh puisi Mbak Sukma, pembacaan puisi Gus Mus oleh Ganjar, dan Jaket Jokowi yang dianggap memecah belah bangsa, saya merenungkan apa yang sedang terjadi di Indonesia.



Negara kita sedang demam.

Demam pilkada. Demam pilpres.

Dua-duanya membuat suhu udara di Indonesia memanas dan sebagian penduduknya meriang. Kaos, mug dan stiker #2019GantiPresiden juga marak. Bahkan foto Jokowi di Malioboro dengan ibu-ibu pun, kaus putih polosnya diedit dan diberi gambar tagar tersebut.

Namanya demam, kita harus istirahat dan minum obat. Jika tidak, semakin parah. Apa yang seharusnya kita lakukan?

Berdiam diri
dan
meneduhkan hati.

Istirahat yang cukup membuat kita cepat sembuh.

Baca Juga: Setelah Ahok, Kini Sukmawati. Apa yang Sebenarnya Bisa Kita Pelajari?



Saat demam, suhu naik tensi naik.

Orang yang terkena tekanan darah tinggi gampang tersulut emosinya. Tanpa sebab saja sudah bawaannya ingin marah-marah. Apalagi kalau dikerjain dan dipanas-panasin.

Lovers tidak perlu terlalu euforia sehingga membangkitkan haters yang marah. Sebaliknya, kita tidak perlu menjadi haters.

Jika beda pandangan dan pilihan,
lakukan saja di kotak suara.
Selesai.

Jangan sampai karena beda pilihan, kerukunan keluarga jadi taruhan. Namanya demokrasi, beda pilihan itu suatu keniscayaan.

Saya kenal beberapa pasangan suami-istri yang beda pilihan. Misalnya, sang suami pro Prabowo, sang istri Jokowi. Apa mereka bertengkar? Ternyata tidak. Mereka tetap rukun.

Baca Juga: Bukan Ahok, Bukan Anies, tapi Ini!



Kerjakan dengan sebaik mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan bersama.

Ada puisi apik karya John Wesley yang bisa kita jadikan pedoman:

Do all the good you can,

By all the means you can,

In all the ways you can,

In all the places you can,

At all the times you can,

To all the people you can,

As long as ever you can.


Saya menyimpulkannya dengan apa yang St. Paul katakan,

“Pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.”


Sudahkah kita berbuat baik bagi bangsa dan negara agar Indonesia bertambah mekar dan tidak bubar?




Baca Juga:

Waspada! Media yang Jahat Merusak 3 Nilai Kehidupan Penting Ini. Selamatkan Indonesia dengan Berbagi Kebaikan dan Kebenaran!

Mengapa Orang Menyebarkan Hoaks di Media Sosial? Mengejutkan, Ternyata Ini 3 Alasannya

Ahok Akhirnya Masuk Islam setelah Khatam Al-Qur'an dan Potongan Kanker yang Menjauhi Bawang Putih





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jaketnya, Pak Jokowi. Indonesia Terpecah Dua Kok Malah Dipamerkan? Kebangetan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar