Istri yang Cakap Lebih Berharga daripada Permata. Istri Anda Bagaimana?

Marriage

[Photo credit: NBC]

2.3K
Istri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya?

“Ma, saya pakai mobil hitam saja,” lapor anak sulung saya kepada the queen of the house.

“Mengapa nggak pakai yang abu-abu?” tanya istri saya. “Yang abu-abu kan lebih irit BBM-nya?


Saya yang mendengar percakapan di pagi hari yang hectic itu hanya tersenyum simpul.

Istri dan anak saya bukan saja beda usia, namun juga beda gender. Perbedaan usia dan gender pasti menyebabkan perbedaan cara berpikir dan bertindak. Anak saya lebih suka kepraktisan. Istri saya berpikir keiritan. Wkwkwk.

Peristiwa itu mengingatkan saya akan almarhum papa dan mama saya. Meskipun jarang sekali masak, boleh dibilang hanya setahun sekali, itu pun pas Imlek, saya rasa masakan Papa lebih enak dari masakan Mama.

Mengapa? Pertanyaan itu selalu mencuat saat saya berucap.

“Soalnya Papa tidak mengerti harga bumbu dapur!” Jawaban saya ini mengundang senyum dikulum sampai tawa membahana.

Itu sebabnya para suami heran setiap kali memberi uang belanja kepada istri selalu kurang. Mereka tidak tahu bahwa harga-harga bahan makanan di pasar terus saja naik dan hampir tidak pernah turun.

Suatu kali, saya bersama seorang dokter makan di sebuah warung pinggir jalan. Dokter ganteng ini suka sate kelapa. Saat kami minta penjualnya memberi lebih banyak bawang merah, ia enggan. “Kenapa?”

“Bapak nggak baca koran, ya? Harga brambang [Jawa=bawang merah] naik.”

Tentu saja kami tertawa kecut. Bagi dokter itu, berapa pun harga yang diminta sebenarnya bisa saja dia bayar. Namun, dokter ramah itu memilih diam dan tidak berdebat.


Dari tiga kasus sepele di atas, kita tahu mengapa wanita - khususnya ibu rumah tangga - bisa menjadi penjaga dompet - eh, ekonomi - suami. Jika bicara soal uang, mereka bisa menawar sampai ke titik darah - eh, titik liur - penghabisan. Mereka bahkan rela berputar-putar di pasar untuk mendapatkan harga yang lebih murah meskipun konsekuensi setibanya di rumah perlu biaya tambahan untuk pijat.

Nah, saya percaya, Sri Mulyani Indrawati bisa terpilih menjadi menteri terbaik sedunia karena dinilai bisa menjaga uang negara Indonesia dengan sangat baik. Perolehan pajak meningkat pesat. Uang para konglomerat yang ngendon di luar negeri berhasil balik ke tanah air. Regulasi demi regulasi membuat semua ini terjadi.

Di sisi lain, dunia bisnis menjerit. Paling tidak, itulah yang saya dengar saat saya mengobrol dengan para usahawan di tanah air.


Bukankah setiap perjuangan
selalu berjalan bersampingan
dengan pengorbanan?


Yang tidak merasakan dampaknya bisa saja ikut bangga dan bereuforia dengan kemenangan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. Namun, bagi sebagian pelaku bisnis, jebolan UI dan University of Illinois at Urbana–Champaign itu membuat bisnis mereka makin merana. Saya tentu tidak punya data berapa yang bersukacita dan berapa yang menderita.

Meskipun begitu, dari interaksi setiap hari dengan istri, saya mengerti bahwa para wanita, khususnya ibu-ibu, mempunyai naluri untuk menjaga agar dapur tetap mengepul. Sejak zaman purba, ibu-ibu memang bertugas sebagai cave keepers sementara sang suami menjadi great hunters.

Sebagai penjaga gua rumah tangga, mereka tidak saja memastikan anak-anaknya aman dari serangan binatang buas yang tiba-tiba nyelonong masuk gua, tetapi juga meyakinkan dirinya sendiri bahwa anak-anaknya cukup sandang, pangan, papan. Itu sebabnya, ibu-ibu punya sense of belonging yang tinggi terhadap barang-barang di rumah. Tentu saja kita tidak menutup mata terhadap para sosialita yang tidak lagi memikirkan bumbu dapur karena harga satu tas branded-nya saja bisa dipakai untuk beli rumah.

Nah, jika suatu kali istri Anda ngomel soal rumah tangga, percaya saja, dia sedang berusaha menjadi Sri Mulyani dalam urusan domestik. Siapa tahu dia pun terpilih sebagai The Best Wife of the Year. Paling tidak, di kampung atau kompleks perumahan kita sendiri. Wkwkwk.



“Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.”

- Ancient Wisdom




Baca Juga:

Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya

Uang Belanja Habis? Istri, Inilah Cara Meminta Tambahan Tanpa Pertengkaran

Apa yang Diharapkan Suami dari Istrinya? Inilah 4 Hal yang, walau Tak Terkatakan, Dinantikan Pria dari Istri Mereka





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Istri yang Cakap Lebih Berharga daripada Permata. Istri Anda Bagaimana?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar