Inilah Isi Hati Para Istri. Bacaan Wajib Para Pria!

Reflections & Inspirations

tolovehonorandvacuum

465
Bukankah menikah itu membuka hati dan pikiran bersama?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengajak saya untuk bertukar pikiran. Dia meminta pendapat saya tentang apa yang dia alami dengan suaminya, dan saya gagal memberikan solusi. Saya mencoba memahami perasaan Si Istri dan menggali sendiri apa yang menjadi pemikiran suaminya.

Saya akhirnya berusaha merumuskan sendiri seandainya saya bertemu dengan Si Suami, inilah kira-kira beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepadanya:

agapeher/twodropsocean

Hai Pak, apa yang Anda rasakan saat ponsel Anda berada di tangan istri? Jantung Anda berdebar kencangkah (karena mungkin ada sesuatu yang disembunyikan?). Apakah Anda marah-marah tidak jelas (karena privasi menjadi prinsip yang dibawa sampai mati ataukah karena memang ada yang ditutupi), atau mungkin biasa-biasa saja (karena merasa aman sudah menghapus jejak yang membahayakan atau memang murni tidak ada yang ditutup-tutupi).


Coba diingat lagi, bagaimana perasaan Anda saat memutuskan untuk meminang pujaan hati menjadi istri Anda?


Adakah yang masih Anda tutupi saat itu? Tak apa jika itu masa lalu Anda yang telah berakhir ketika Anda meminangnya, karena sejatinya masa lalu sebelum bersama Anda pun tak perlu diungkit-ungkit lagi. Yang menjadi beban berat adalah ketika Anda masih menutupinya saat ia sudah sah menjadi istri. Menutupi apa? Tanyakan saja pada hati Anda sendiri.


Bukankah menikah itu membuka hati dan pikiran bersama?


Ayo, coba lagi katakan pada diri Anda sendiri. Bukankah Anda mencintai istri Anda? Tak perlu semena-mena mengagungkan logika jika sedikit rasa saja yang ada di hati Anda hilang entah kemana. Menyatukan dua orang tak hanya menyatukan kepala (pikiran) mereka, tetapi juga menyatukan hati.

Baca juga: Agar Cinta Tak Membutakan dan Membahayakan Diri, Buka Mata terhadap 5 Hal Ini


Rasakanlah dan kenalilah, ego Anda itu sebesar apa? Jangan biarkan istri menangis, apalagi memohon sedikit pengertian dari Anda karena ego Anda. Bersikeras kepala tak akan pernah membuat Anda menjadi pemenang dalam kehidupan ini, apalagi membuat Anda menjadi pemilik kedamaian di dalam rumah-tangga.


Istri Anda mungkin bukan ibu peri yang mudah memaafkan lalu bersikap baik lagi, tetapi hatinya pasti rapuh. Mungkin ia telah memaafkan Anda, namun luka di hatinya tetap membekas. Ia mungkin berharap Andalah yang mengobatinya dengan merubah sedikit sikap dan ego Anda serta memohon pengertian Anda terhadap perasaannya.


“Kamu terlalu memakai perasaan!” Mungkin demikianlah pendapat Anda. Namun, pendapat itu harusnya menjadi cermin bagi Anda. Apakah Anda masih mempunyai perasaan?

Namun jika perasaan itu tentang seseorang di masa lalu, tak perlulah Anda bawa hingga kini ketika Anda sudah menjadi suami dari istrimu. Biarkan perasaan itu berjalan sendiri, tak perlu Anda usik. Sebaliknya, berhati-hati ketika rasa penasaran tentang dia yang berasal dari masa lalu tiba-tiba muncul, lalu Anda mengakomodir dengan mencari tahu. Ia akan menjadi candu yang mematikan. Lupakan saja dan sudahi semua.

boldsky

Di dunia ini Anda hanya butuh kebahagiaan yang nantinya bisa membuat Anda meninggalkan dunia ini dengan damai. Anda hidup bukan untuk menyakiti hati istri, karena ketika ia bahagia ada doa-doa yang dengan tulus ia panjatkan hanya untuk Anda.

Baca juga: Kisah Nyata tentang Cinta tanpa Kata namun Mewujud Nyata


Ah...saya terbawa emosi ternyata. Yang perlu Anda ingat adalah jika seorang suami ingin dipahami cara berpikirnya oleh istrinya, maka ia perlu memahami istrinya terlebih dulu. Sebagai suami, komunikasikan apa yang mengganjal di hati Anda, lalu terimalah hal itu. Sama-sama enak, bukan?

Bagi istri yang memunyai suami yang cuek dan keras kepala, sabar adalah kuncinya. Mengikuti keinginannya mungkin bisa menjadi salah satu penangkal keributan.


Tetapi, tolonglah, Pak Suami, sekali lagi, hargailah perasaan istrimu. Please, sebagai wujud cintamu, jangan abaikan permintaan terdalam dari istrimu dan cobalah kau memahaminya. Mengertilah, hanya orang yang mau berdamai dengan egonya sendirilah yang akan mampu menciptakan kebahagiaan bagi ke dua belah pihak--suami dan istri.


Silakan klik di bawah ini untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya:

Menemukan Cinta Sejati? Inilah 4 Syarat yang Perlu Kamu Miliki

Ketika Matahari Mendadak Terasa Gelap karena Urusan Cinta, 3 Hal Ini Bisa Jadi Perenungan

Tanpa Kata, Taklukkan Hatinya. Ini Pengalaman Saya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah Isi Hati Para Istri. Bacaan Wajib Para Pria!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ayu Candra Giniarti | @marthalenabutikbajuk

Menulis dengan hati dan merasakan dengan kata. Ketika aku menggabungkan kedua unsur tersebut, ada rasa bahagia yang mencuat dari otak kemudian menjalar ke hati.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar