Ingin Kerja di Startup? 5 Hal Ini Perlu Kamu Ketahui

Work & Study

photo credit: lanotaeconomica

2.5K
Jangan sangka bahwa semua perusahaan startup memiliki budaya dan lingkungan kerja seperti halnya di Facebook, YouTube, Google, dan sebagainya.

Banyak orang berpendapat bahwa bergabung dengan perusahaan startup berarti bisa bekerja dengan santai, menyenangkan, dan menantang sehingga cocok untuk kalangan anak muda.

Namun jangan sangka bahwa semua perusahaan startup memiliki budaya dan lingkungan kerja seperti halnya di Facebook, YouTube, Google, dan sebagainya. Banyak perusahaan startup yang memiliki bujet dan teknologi terbatas untuk bisa bertahan di tengah dunia persaingan bisnis.

Jika berencana bekerja di perusahaan startup, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal berikut ini:


1. Harus siap dengan perubahan yang terjadi

photo credit: Startup Grind

Tidak seperti korporasi yang sudah memiliki prosedur tetap untuk mengatur ratusan bahkan ribuan karyawan, perusahaan startup sering mengalami perubahan. Misalnya saja perubahan jabatan, job description, struktur organisasi, aturan umum mengenai keterlambatan/izin/cuti, dan bahkan perubahan lokasi kantor.

Perubahan-perubahan ini terkadang bisa membuat karyawan menjadi frustrasi, apa lagi jika mereka baru saja bisa beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja yang ada. Tapi di sisi lain, perubahan ini sangat wajar terjadi mengingat perusahaan startup masih harus mencari "jati diri" terbaik mereka.

Perusahaan startup biasanya merekrut anak-anak muda yang memiliki semangat dan motivasi besar dan tentu saja tidak takut dengan adanya perubahan tersebut.


2. Harus siap jika diminta bekerja secara multitasking

Sebagai karyawan di perusahaan startup, Anda harus siap untuk melakukan banyak hal berbeda yang tidak termasuk dalam job description Anda. Apa pun jabatan Anda ketika melamar dan diterima masuk, pada akhirnya Anda akan mengerjakan banyak sekali hal berbeda dalam perusahaan startup.

Jangan kaget jika tiba-tiba atasan meminta tolong Anda untuk memesan makan siang bersama, menjawab telepon klien, mempresentasikan proposal tim lain, dan sebagainya.

Anda tidak bisa mengatakan hal seperti, "Ini bukan tugas saya" ketika diminta melakukan sesuatu walaupun tidak sesuai dengan job description. Melainkan Anda harus siap kapan pun ketika dibebani pekerjaan tertentu.


3. Bersiaplah untuk menjadikan semua para ahli sebagai mentor Anda

Biasanya perusahaan startup memiliki karyawan dengan banyak ide kreatif dan out of the box. Ide bisnis dan cara pandang yang kreatif inilah yang bisa membawa perusahaan startup kepada kesuksesan mereka.

Ada saatnya ketika perusahaan memutuskan untuk mengundang para ahli di bidang tertentu (yang relevan dengan bisnis perusahaan tentunya) untuk bergabung dengan tim. Mungkin Anda akan merasa "kaget" karena lingkungan kerja yang biasa dipenuhi anak muda kini kedatangan orang baru yang lebih ahli dan senior dalam bidangnya.

Wajar jika Anda merasa posisi Anda “terancam” oleh kehadiran para ahli tersebut. Namun ingat, mereka bukan kompetitor Anda, melainkan sumber pengetahuan yang dapat menambah wawasan Anda. Manfaatkan hubungan yang ada untuk menggali sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan yang berguna untuk perkembangan karier Anda.


4. Menghilangnya reward dari perusahaan

Perusahaan startup suka memberikan reward kepada karyawan, misalnya karena karyawan rela kerja lembur dan menggunakan waktu pribadi mereka untuk bekerja. Beberapa bentuk reward yang biasa diberikan adalah makan siang gratis, voucher belanja, jatah cuti tambahan, dan sebagainya.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya bisnis, belum tentu perusahaan startup bisa terus memberikan reward tersebut. Sibuknya para atasan dan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan menuntut perusahaan untuk fokus pada keuntungan perusahaan.

Tenang saja, mulai menghilangnya reward tersebut menandakan bahwa perusahaan startup tempat Anda bekerja sedang berkembang ke arah yang lebih baik lagi.


5. Karyawan harus berani menerima risiko terburuk

photo credit: lesaffaires

Persaingan ketat, kurangnya modal hingga tidak memiliki prosedur bekerja yang tepat bisa dengan mudah membuat perusahaan startup gulung tikar.

Baca juga: Jenuh dengan Pekerjaan? Jangan Buru-Buru Resign, Coba Lakukan Dulu 3 Hal Ini!

Sebagai karyawan perusahaan startup Anda harus pintar melihat dan membaca seperti apa masa depan perusahaan. Cari tahu apakah kondisi keuangan perusahaan stabil atau malah jatuh menurun dari waktu ke waktu. Jika hal yang paling buruk terjadi Anda tentu harus menyiapkan diri.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Kerja di Startup? 5 Hal Ini Perlu Kamu Ketahui". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mulyawan | @karyaone

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar