Good Friend Tak Harus Jadi Selingkuhan, Bukan? Ini 3 Caranya!

Love & Friendship

photo credit: eharmony

2.7K
Apakah mungkin good friend bisa berubah menjadi selingkuhan? Bisa! Tapi tak semuanya memilih demikian.

Seorang teman menyapa saya ketika kami bertemu di sebuah kafe, “Kamu kesini sama siapa?” sambil menunjuk ke arah tempat duduk saya, saya berkata, “Tuh sama cowok yang bawa laptop,” sontak teman perempuan saya terperangah ketika melihat cowok itu bukan suami saya, sambil berbisik ke telinga saya, "Emang tuh cowok siapa? Pria idaman lain ya?”

Oh, NO! He is my good friend. Yah, hanya teman baik, sebaik orangnya, tak lebih dan tak kurang, hanyalah sebatas good friend. Apakah mungkin good friend bisa berubah menjadi selingkuhan? Bisa! Tapi tak semuanya memilih untuk demikian. Lantas untuk apa saya punya good friend? Hidup ini semakin berwarna ketika kehidupan kita tak hanya diisi dengan pertemanan sesama jenis saja. Pertemanan dengan lawan jenis pun bisa memberikan dampak hidup tersendiri bagi kita, entah dari segi wawasan, sudut pandang, bahkan calon pendamping hidup.

Lalu, bagaimana cara kita menjaga pertemanan yang sudah dekat dan baik ini agar tetap menjadi good friend? Inilah 3 kiat dari saya yang sudah saya jalani selama ini.


1. Matikan “setrum” cinta untuk org lain

photo credit: Role Reboot

Selama aliran listrik masih ON, pasti bisa berisiko kena setrum sewaktu-waktu. Begitu pula ketika kita tak hati-hati saat berelasi dengan orang lain, termasuk teman baik kita. Ada baiknya aliran cinta yang ada di hati kita perlu di-OFF kan terlebih dahulu, agar cinta sejati kita hanya untuk pasangan kita seorang. Pikirkan kebaikan pasangan kita yang sudah dia lakukan untuk kita selama ini. Tanamkan di benak kita bahwa orang yang termasuk good friend kita, belum tentu bisa melakukan seperti yang pasangan kita lakukan. Dengan berpikir positif seperti ini, setidaknya kita sedang mematikan “aliran setrum” cinta kita untuk orang lain dan tidak sedang membuka celah perselingkuhan ketika berdekatan dengan good friend kita sekalipun.


2. Percaya dan dipercaya oleh pasangan

photo credit: BecomeGorgeous

Ketika saya berdiskusi dengan suami saya tentang keberadaan good friend di hidup kami, kami berdua sama-sama tak keberatan. Hanya 1 nasihat bijak dari suami saya terlontar cukup singkat tapi mengena “ada batasannya!” Yap, ketika kita bisa menaruh kepercayaan kepada pasangan kita, sebaliknya kita pun juga harus mampu menjaga diri agar kita tetap bisa dipercaya oleh pasangan kita. Tak bisa kita menyamaratakan perlakuan kita terhadap pasangan dan good friend. Bagaimana pun, memang kedudukan pasangan kita lebih istimewa ketimbang good friend, jadi jangan sampai terbalik cara kita memperlakukan good friend malah seperti pasangan kita.

Baca juga: Mengapa Vero Tega Berselingkuh? Simak Analisis Pakar Pernikahan Ini


3. Tujuan pertemanan untuk membangun ke arah yang baik

Good friend alias teman baik, artinya kita berteman untuk tujuan yang baik, bukan? Saya memiliki good friend tak hanya cewek, tapi cowok pun juga ada. Baik cowok atau cewek itu tak menjadi masalah buat saya. Bagi saya, good friend itu adalah sosok orang yang mau menerima saya apa adanya sebagaimana saya ada dan siap untuk saya bangun ke arah yang lebih baik. Jadi siapa yang mau menjadi good friend saya silahkan, tak butuh banyak syarat dan ketentuan, hanya cukup menyiapkan hati dan pikiran untuk sama-sama melangkah ke arah yang benar. Tunggu apalagi? Let's all be a good friend!

Baca juga: Suami Memilih Kembali ke Wanita Simpanan setelah Mengaku Menyesali Perselingkuhan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Good Friend Tak Harus Jadi Selingkuhan, Bukan? Ini 3 Caranya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lany Inawati | @lanyinawati

seorang ibu rumah tangga yg sedang berbagi waktu untuk bekerja dan mendidik anak sembari menulis agar bisa menjadi berkat bagi banyak orang #bighug

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar