Gawat: Ketika Bayi Lepas dari Pengamatan dan Terjatuh. Mama, Segera Lakukan Hal Ini

Parenting

1.6K
Bayi saya sudah jatuh dari atas tempat tidur dengan posisi tubuhnya menghadap ke lantai. Tangisannya memekik memecahkan kesunyian malam dan rasa panik pun segera menyerang.

Sebagai seorang Ibu, kita dituntut untuk selalu bisa mengerjakan segala hal dalam waktu bersamaan. Terkadang kita mampu, tapi bukankah lebih sering akhirnya kita kewalahan dan akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi. Ya, saya pun sama seperti Anda, saya juga seorang Ibu yang sangat jauh dari sempurna.

Hari itu sudah larut malam dan saya kelelahan. Saya membalikkan badan untuk mengambil popok sekali pakai yang berada di meja yang hanya berjarak satu meter dari tempat tidur. Jarak yang tidak jauh sehingga saya merasa aman meninggalkan bayi saya di atas tempat tidur. Toh saya tidak meninggalkannya jauh-jauh atau ke luar ruangan. Tapi ternyata dalam waktu sekian detik ketika saya membalikkan badan tersebut, tiba-tiba BAM!! Bayi saya sudah jatuh dari atas tempat tidur dengan posisi tubuhnya menghadap ke lantai. Tangisannya memekik memecahkan kesunyian malam dan rasa panik pun segera menyerang.

Lantas? Apa yang terjadi berikutnya?

Perasaan bersalah, panik, dan ketakutan

Takut jika bayi terluka. Lebih takut lagi jika bayi cedera pada bagian yang tak nampak.

Dengan kecepatan yang mungkin melebihi kecepatan kilat saya segera mengangkat bayi saya dan menggendongnya. Tangisannya reda beberapa saat kemudian. Tapi tidak dengan rasa panik saya.


Jangan menghakimi diri Anda

photo credit: Mother Baby

Sontak selain rasa bersalah, penghakiman pun mulai menyeruak dalam pikiran. Saya langsung melabeli diri saya sebagai "Worst Mother of The Year" atau "Worst Mother in The World". Bayangkan saja, saya sudah memiliki dua anak. Ketika anak pertama saya masih kecil, saya pernah melakukan kesalahan yang sama. Namun rupanya saya tidak juga belajar dari kesalahan dan melakukan kesalahan serupa lagi. Parah sekali ya. Ya, jika Anda mulai menghakimi diri Anda, percayalah Anda bukanlah "Worst Mother in The World". Ada banyak yang lebih buruk dari Anda, mungkin saya salah satunya.


Jangan panik

Halo? Mana mungkin tidak panik ketika anak mulai menangis menjerit-jerit tanpa bisa mengatakan di mana rasa sakitnya yang sebenarnya. Saya sangat paham perasaan Anda, Bunda... Tapi rasa panik tidak akan membuat bayi kita merasa lebih baik. Tidak sama sekali. Bayi bisa merasakan kepanikan kita dan akhirnya tangisnya malah makin menjadi-jadi. Berusahalah untuk tetap tenang dan tenangkan dulu bayi Anda. Jika ia langsung menangis ketika terjatuh dan bukannya kehilangan kesadaran, maka besar kemungkinannya bayi Anda baik-baik saja.


Lakukan pemeriksaan pada bayi Anda

Setelah tangis bayi reda dan Anda juga mulai tenang, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh bagian tubuh bayi Anda. Yang pertama kali saya periksa adalah kepala, apakah ada benjolan atau memar. Baru setelah itu bagian tubuhnya yang lain beserta tangan dan kakinya, saya pastikan tidak ada yang keseleo. Jika bayi kita terlihat baik-baik saja, tampak normal, dan tidak menangis lagi, besar kemungkinannya ia baik-baik saja. Yang perlu diperhatikan juga adalah dengan mengetahui berapa ketinggian tempat dimana si kecil jatuh dan juga bagaimana ia jatuh, serta mengenai apa. Jika jarak jatuhnya hanya dari tempat tidur ke lantai (sekitar 30-60cm), maka biasanya tidak ada masalah yang berarti. Namun jika Anda ragu, bawalah ke dokter segera.


Jangan tunda membawa ke rumah sakit jika...

photo credit: US News Health

Jangan menunda untuk membawa si kecil ke rumah sakit jika ia terlihat lemas, tidak sadarkan diri, tidak bisa dibangunkan atau jika tidur dan tidak bisa dibangunkan, mengeluarkan darah atau cairan lain dari dalam tubuhnya (hidung, darah, mulut), muntah-muntah, tidak bernafas atau kesulitan bernafas, atau menangis tanpa henti. Atau jika Anda tidak yakin, segeralah membawa si kecil ke dokter untuk diperiksakan lebih lanjut. Percayalah pada naluri Anda sebagai seorang Ibu, jika Anda merasa ada yang salah dengan bayi Anda, sebaiknya segera periksakan ke dokter.


Lakukan langkah pencegahan

Saya sangat paham, bahkan ketika kita sudah amat waspada, kejadian terburuk masih bisa terjadi juga. Pengalaman saya dua kali membiarkan bayi-bayi saja hingga jatuh dari tempat tidur membuat saya belajar untuk bisa menerima segala kelemahan dan kekurangan saya sebagai seorang Ibu. Memang akan lebih baik jika kita bisa melakukan tindakan pencegahan sebelumnya. Contohnya dengan memasang pengaman di sekeliling tempat tidur si kecil, atau memindahkan kasur ke lantai sehingga jikalau ia menggelinding pun tidak sampai jatuh terlampau jauh. Atau dengan cara lain tidak meninggalkan si kecil tanpa pengawasan orang lain. Langkah terakhir memang berat ya Bu, apalagi jika Anda menjaga sendiri bayi Anda tanpa bantuan orang lain.

Baca juga: Bukti-Bukti Tak Terbantahkan Mengapa Kami Akan Selalu Membutuhkanmu, Ibu

Jangan khawatir, dalam waktu cepat bayi Anda sudah tidak lagi harus mengandalkan Anda setiap saat. Sekejap mata saja ia sudah bisa mengerjakan segala halnya seorang diri. Kelak kita bisa menertawakan masa-masa ketika kita begitu khawatir ia akan jatuh dari tempat tidur atau jatuh dari tangga, dan melabeli diri kita "The Worst Mother in the World". Hang in there, Moms!! You're doing just fine.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Gawat: Ketika Bayi Lepas dari Pengamatan dan Terjatuh. Mama, Segera Lakukan Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar