Film Dangal: 3 Pelajaran Berharga dari Bollywood tentang Relasi Ayah dan Putrinya

Parenting

jakpost

3.3K
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih mencintai seorang gadis daripada ayahnya sendiri.

Sebetulnya, saya sangat terlambat menonton film yang diproduksi tahun 2016 ini. Awal perkenalan saya dengan film "Dangal" (bahasa Hindi: gulat) terjadi saat sahabat sekaligus rekan pelayanan di Sekolah Minggu mengadakan acara nonton bareng antar guru untuk acara kebersamaan. Meskipun diproduksi di bawah panji-panji Bollywood, Dangal menawarkan sesuatu yang berbeda. Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini mampu memberi banyak sudut pandang yang berharga.

Dangal berkisah tentang seorang pegulat veteran India bernama Mahavir Singh Phogat yang rindu mempersembahkan medali emas untuk negaranya tercinta. Sayang, hingga akhir kariernya, Mahavir hanya mampu mendulang medali perak. Tidak putus harapan, ia berharap bisa melatih anak lelakinya kelak untuk meneruskan impiannya.

Berharap memiliki Arjuna, namun hadiah itu berwujud Srikandhi. Barangkali inilah yang dirasakan oleh Mahavir saat harus berhadapan dengan realita. Ia menjadi sosok paling tampan di rumah, karena ia dianugerahi empat putri. Mahavir mulai memutuskan untuk mengubur semua mimpi indahnya tentang gulat. Apa yang bisa dilakukan oleh anak perempuan selain melakukan pekerjaan rumah tangga semata?

koimoi

Kemudian datanglah hari yang tidak pernah ia duga. Suatu ketika, kedua anak perempuan tertuanya bernama Geeta dan Babita dilaporkan menghajar dua lelaki yang menghina mereka. Kejadian ini membuat Mahavir memutuskan untuk melatih kedua putrinya menjadi pegulat profesional.

Dari segala konflik dan intrik yang ada, setidaknya ada 3 hal berharga yang saya pelajari dari film Dangal:

Seorang Ayah yang Yakin pada Kemampuan Anaknya

Pada masanya, sosok Mahavir adalah ayah yang visioner. Ia mendobrak stigma bahwa anak perempuan hanya bisa berkutat pada rutinitas rumah tangga dan melahirkan anak. Saat melihat potensi anak-anaknya, ia tidak segan untuk all out melatih kedua putrinya.

Mulai dari memberikan porsi latihan yang biasa dilakukan oleh lelaki, membabat rambut indah Geeta dan Babita, hingga mendorong mereka untuk bertanding melawan pegulat laki-laki. Kerja kerasnya mulai terlihat saat kedua putrinya dinyatakan layak masuk asrama tim atlit di New Delhi.

Meskipun terpisah dari anak-anak, Mahavir selalu memiliki cara untuk mengevaluasi Geeta saat kalah di berbagai ajang kejuaraan. Ia digambarkan sebagai sosok yang keras, namun penyayang dan banyak akal. Saat dilarang pelatih Geeta untuk menemui anaknya, Mahavir memilih menonton rekaman putrinya dalam bertanding dan memberitahukan kesalahan yang dilakukan lewat telepon.

Baca juga: Dua Pelajaran Inspiratif dari Pertandingan Halep vs Davis Yang Harus Kita Tiru

Di balik balutan profilnya yang dingin, Mahavir telah mewariskan harta terindah bagi kedua putrinya, yaitu kepercayaan diri dan keteladanan.


Kasih yang Mendidik

Bisa ditebak, Geeta dan Babita pasti akan shock saat melakukan sejumlah menu latihan yang dipersiapkan sang ayah. Mereka tidak diperbolehkan untuk mengikuti acara pesta, dan harus berfokus pada latihan yang melelahkan dan menjemukan. Bosan dengan keadaaan, Geeta dan Babita berontak dengan nekad pergi ke pesta pernikahan sahabatnya.

cdns.klimg

Saat curhat dengan sang pengantin perempuan, barulah mata mereka terbuka. Si pengantin mengatakan bahwa sesungguhnya Geeta dan Babita sangat beruntung, karena sang ayah tidak memedulikan cemoohan orang yang menganggap bahwa mereka tidak mampu bersaing melawan pegulat lelaki.

Baca juga: Dukung Anak-Anak Mengikuti Lomba! Mereka akan Mendapatkan Pelajaran Berharga Ini

"Setidaknya, ayahmu mau membelamu dan bertarung melawan seluruh dunia, tak peduli pada semua ejekan yang ada. Mengapa?

Supaya kalian memiliki masa depan! Apakah yang ia lakukan terlihat salah di matamu?"

Perkataan tersebut menyadarkan Geeta dan Babita untuk mampu merespon semua tindakan ayahnya dengan penuh rasa antusias. Tindakan yang terlihat keras itu sesungguhnya penting untuk mendidik mereka menjadi lebih kuat dan bermartabat.


Pada Akhirnya, Ayah dan Anak akan Saling Menajamkan

Saat Geeta berhasil masuk tim atlit yang tergolong elite, ia mulai berseberangan dengan metode pelatihan ayahnya. Geeta menganggap bahwa cara sang ayah dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Saat itu, Mahavir naik pitam dan menantang anaknya berduel. Karena faktor usia, si ayah kalah dan sang anak sulung mulai melupakan semua nasihatnya.

Geeta mulai memanjangkan rambut, jarang berlatih, bahkan mengecat kukunya. Namun keadaan berbicara lain. Ia harus menerima kekalahan demi kekalahan, karena gaya bertarungnya menjadi bertahan. Sementara Mahavir selalu menekankan agar Geeta bertarung dengan cara menyerang.

Hubungan Mahavir dan Geeta mengalami pasang surut. Keduanya sempat bertahan dan pongah dengan kebanggaan pribadi masing-masing. Namun melalui konflik yang ada, akhirnya mereka bisa saling menyesuaikan dan mendengarkan.

Dalam hubungan keluarga, friksi akan selalu muncul. Jika kedua pihak sama-sama terbuka dan belajar peka, konflik akan menjadi sebuah momen berharga untuk saling menajamkan. Hal itu pun berlaku pada Mahavir dan Geeta.

Di akhir cerita, Geeta memenangkan medali emas dan memperoleh supremasi sebagai pegulat wanita profesional yang pertama di India. Kelak, ia mengharumkan nama negaranya dengan menjadi peserta pertama dari India yang berhasi masuk di olimpiade.

Kisah Mahavir dan Geeta sangat mengaduk-aduk emosi. Saya pribadi melihat bahwa kasih seorang ayah kepada anak perempuannya begitu mempesona. Ketika seorang anak dekat dengan ayahnya, ia akan memiliki pondasi dan kepercayaan diri yang kuat. Meskipun tidak memiliki kedekatan pribadi dengan ayah, saya tetap mempercayai sebuah quotes terjemahan yang mengatakan bahwa,

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih mencintai anak gadis daripada ayahnya sendiri.


Artikel-artikel menarik di bawah ini hanya berjarak satu klik saja:

Suporter Sepak Bola: Apa yang Bisa Kita Pelajari demi Persatuan Indonesia?

Menonton. Film Tomb Raider? Panduan Ini Bisa Langsung Anda Gunakan!

Selalu Ada Jalan untuk Pulang. Film Baby Driver: 4 Pelajaran Penting




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Film Dangal: 3 Pelajaran Berharga dari Bollywood tentang Relasi Ayah dan Putrinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Jessica ValentinaAnanta | @jessicavalentinaanan

Seorang ibu dengan dua calon kepala keluarga masa depan. Selalu ingin menebar manfaat lewat tulisan dan karya-karyanya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar