Dua Kali Dikhianati dan Patah Hati, Masih Adakah Cinta Sejati Bagiku?

Ex & Broken Hearts

via pexels.com

7.5K
Aku lebih memilih untuk tidak menjalin hubungan dengan siapa pun daripada memaksakan perasaan hanya karena tidak mau dibilang single melulu.

Dulu, aku hanyalah perempuan patah hati yang putus asa. Dua kali berturut-turut ditinggal kekasih demi perempuan lain. Sejak saat itu aku mempunyai hobi baru; menangis dan melamun sepanjang hari. Rasa sakit atas perlakuan tidak adil itu semakin hari semakin menjadi. Aku memutuskan untuk menjalin hubungan baru bukan untuk menjalani pengalaman pahit yang sama, namun Tuhan begitu baik memberikan cobaan yang sama dengan kasus yang sama, hanya laki-lakinya saja yang berbeda.


Aku dipertemukan kembali dengan cinta diam-diamku ketika masih duduk di sekolah menengah atas.

via pexels.com

Kehadirannya seperti obat bagi kesedihan karena setiap hari kami bertemu di kantor. Kupu-kupu seperti beterbangan dengan bebas di dalam perut. Meski rasa cintaku telah lama berlangsung dan timbul tenggelam, namun hingga saat ini setiap kali bertemu dengannya, senyum tak pernah luput dari bibirku. Dan kebetulan, dia juga sedang single. Aku tahu mengenai kisah cintanya yang putus-nyambung itu, sebab aku mengenal dengan baik siapa perempuan itu.


Tapi suatu hari, aku mengetahui kabar bahwa dia kembali menjalin hubungan dengan perempuan itu.

Kau tahu bagaimana rasanya? Itu sama saja seperti kau sedang dibawa ke atas langit tapi kemudian kau dibiarkan jatuh sendirian. Sakit sekali. Entah ini rasa sakit yang keberapa kali. Aku hanya ingin bahagia, itu saja. Saat itu aku hanya berpikir, ‘Apakah aku bisa jatuh cinta lagi selain kepadanya?’.

Pikiranku kalut. Semua yang ada diotak seperti buntu. Hingga aku mencoba untuk bangkit, menerima kenyataan, dan mengambil sebuah keputusan besar: kuliah lagi! Aku tahu ini keputusan yang penuh risiko. Tapi aku ingin menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat daripada memikirkan rasa sakit hati itu. Maka tanpa ragu aku segera mendaftar kuliah untuk melanjutkan studi S1-ku.

Baca juga: Minder Karena Single? Inilah 5 Hal yang Leluasa Kamu Nikmati Selagi Masih Sendiri

Aku tidak tahu rencana Tuhan itu seperti apa dan bagaimana. Karena tanpa sepengetahuanku, ternyata cinta masa SMA-ku itu juga mendaftar kuliah di tempat yang sama denganku! See? Aku ingin menghindarinya, tapi dia malah ikut kuliah juga. Lalu bagaimana aku bisa perlahan-lahan melupakan perasaaan menyiksa itu?


Aku berpikir kuliah saja belum cukup.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk mendaftar kelas menulis di Jakarta. Hari-hariku mulai sibuk, ilmu-ilmu baru siap kupelajari. Perasaan menyiksa itu mulai kulupakan dan bahkan memudar. Aku asik dengan duniaku sendiri. Hingga suatu ketika timbul pertanyaan:

“Kuliah mulu, belajar mulu, karier mulu, nikahnya kapan?”


Pertanyaan itu sungguh membuat telingaku panas. Aku terdiam, aku bahkan lupa bagaimana cara jatuh cinta lagi. Sebab kesendirian yang kujalani justru membawa kebahagiaan yang tidak terkira jumlahnya. Banyak teman-temanku protes dengan kesibukanku, mereka menanyakan kapan aku punya pacar lagi. Tapi untuk apa punya pacar kalau ujung-ujungnya putus juga? Aku tidak berharap hal menyakitkan itu datang lagi.

Baca juga: Apakah Orang yang Berpacaran Lebih Bahagia daripada yang Masih Single? Inilah Realitanya!

Dua tahun terakhir ini, aku menikmati status single-ku. Aku bebas ke mana-mana, aku lebih bisa mengatur waktu untuk bekerja, hobi menulisku, keluarga, teman-teman, dan diriku sendiri. Aku tahu pilihan hidupku tak sejalan dengan mereka, aku ingin membuktikan bahwa apa yang sudah kujalani ini akan bermanfaat bagi diriku dan insha allah bisa menginspirasi orang lain.

Aku lebih memilih untuk tidak menjalin hubungan dengan siapa pun daripada memaksakan perasaan hanya karena tidak mau dibilang single melulu. Aku tidak mau menyakiti hati siapa pun. Aku tahu apa yang aku lakukan dan aku bahagia untuk itu.


Inilah artikel-artikel inspiratif lainnya:

Menjomblo di Usia Kritis? Inilah 7 Cara Menikmatinya

Tentang Saya, yang Memilih untuk Menjadi Single dan Menjalani Hidup Lajang yang Penuh Berkat

nilah 5 Tipe Manusia Single [dan 'Ngenes' Tak Termasuk di Dalamnya]



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dua Kali Dikhianati dan Patah Hati, Masih Adakah Cinta Sejati Bagiku?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Siti Yulianingsih | @styulians

A student of Accountancy STIE Ahmad Dahlan. A Staff of Finance PT Dapur Cokelat. A writer at Storial.co.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar