Dari Dunia Maya, Saya Mendapatkan Keluarga Hingga Impian Jadi Nyata. Inilah Kisah Saya

Reflections & Inspirations

885
Impian saya menjadi seorang penulis buku pun akhirnya terwujud juga dengan bantuan banyak orang.

Kita dibanjiri dengan beragam informasi tentang bahayanya mengenal orang asing dari dunia maya. Memang benar, di dunia maya ada beragam orang dengan beragam motivasi. Sayangnya kerap kali sesuatu yang buruk diekspos lebih kuat daripada hal yang baik. Hal ini membuat banyak orang menjadi skeptis dan menghindari memakai teknologi untuk membuka pergaulan. Sejuta pikiran buruk terpatri dalam benak kita saat berjumpa dengan orang asing dari dunia maya. Padahal tidak semua orang itu jahat. Ada banyak keuntungan jika kita pandai memilih teman termasuk dalam dunia maya. Inilah kisah saya.


1. Mendapatkan keluarga baru di dunia maya

1.	Mendapatkan Keluarga Baru Di Dunia Maya -

Saya kenal Pak wepe dari pelayanan bersama sebuah literasi, namun kami belum pernah bertatap muka. Saat literasi tersebut sudah tidak berjalan lagi, suatu hari, Pak wepe menghubungi saya lewat Facebook, menawarkan untuk bergabung menulis di sebuah website yang akan dia bangun. Sayangnya, saat itu pekerjaan kantor saya sedang padat, jadi saya tepis tawaran itu.

Beberapa bulan kemudian, saya melihat link tulisan yang menarik di dinding facebooknya. Saya tertarik dan membukanya, ternyata itu adalah web www.riburukun.com yang dulu pernah dia ceritakan. Saya kembali teringat akan tawaran yang pernah di dilontarkan. Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung.  Itulah awal saya memasuki sebuah keluarga baru di dalam dunia maya.

Saya tidak pernah menyangka, bahwa para penulis dan editor di ributrukun.com begitu hangat menyambut dan menyemangati saya dalam mengatasi masalah berat yang sedang dihadapi. Mas Ega, Founder Zetta Media yang menaungi www.ributrukun.com juga adalah orang baik yang juga memberikan semangat moril dan tawaran solusi. Padahal tak satu pun yang pernah saya temui.  Pada satu kesempatan, kami kopdar dan menyapa. Saat itulah kami saling menguatkan dan semakin mengenal satu sama lain.

Impian saya untuk menerbitkan  buku akhirnya terbit berkat dukungan dari banyak orang di tim ributrukun.com. Bahkan, Pak Wepe, Ibu Herren Tjung, Vely, Maria, dan Nicho membantu  mempromosikan  buku Wonderful Single Life, yang saya terbitkan sendiri.  Bahkan dalam beberapa event, Maria dan Vely datang menghadiri untuk mendukung dan membantu saya. Saya juga banyak belajar dari beberapa penulis senior seperti Ibu Yenny Indra dan Pak Xavier. Pak Xavier pada akhirnya juga memberikan endorsement untuk buku kedua saya. 

Saya tidak pernah menyangka dapat merasakan memiliki keluarga baru di sini. Mereka menolong dan membantu tanpa pamrih.




2. Mendapatkan teman dalam komunitas baru.

2.	Mendapatkan Teman Dalam Komunitas Baru.  -

Beberapa teman menyarankan saya untuk membuka pergaulan lewat aplikasi Dating Online. Awalnya saya ragu dan skeptis. Rasanya tidak mungkin dapat bertemu dengan orang baik dari aplikasi ini. Akhirnya saya mencobanya. Setelah kopdar  dengan beberapa pria, akhirnya saya menemukan ada satu orang baik dan memiliki passion yang sama dalam menulis, yaitu Hendy Suprapto.

Kami memang tidak menjadi kekasih, tetapi kami menjadi sahabat baik. Hendy memberitahukan saya ada beberapa komunitas single dan saya mungkin bisa mengenal banyak orang dari komunitas itu. Atas rekomen dari Hendy,  saya mulai masuk Chinese Single Meetup (CSM) dan melalui berbagai orang, saya masuk ke komunitas lainnya seperti Jakarta Hangout Dating (JHD), Single Chinese Christian (SCC), Can’t Fight This Alone (CFTA), dan Christian Single Fellowship (CSF) .

Lewat komunitas ini akhirnya saya baru tahu bahwa ada banyak pertunjukan seni yang gratis diadakan oleh berbagai kedutaan besar. Saya baru tahu ada ada konser musik gratis di Jakarta. Ya, ternyata hiburan di kota besar tidak harus hanya di mall saja. Saya juga bisa ikut traveling ke berbagai objek wisata terdekat. Saya memiliki teman dan sahabat baru yang bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain dalam pencarian pasangan hidup dan meng-upgrade diri. Tentu saja ada beberapa orang yang tidak cocok karakternya dengan saya, tetapi akhirnya saya menyadari bahwa ada banyak orang baik juga dalam komunitas ini. 

Lewat komunitas inilah saya memiliki teman baru untuk olahraga, nonton bersama, dan mengadakan seminar bersama. Saya tidak pernah menyangka bahwa hidup saya benar-benar berwarna karena komunitas-komunitas ini.




3. Menulis buku bersama dan diterbitkan oleh Elex Meda komputindo

3.	Menulis Buku Bersama Dan Diterbitkan Oleh Elex Meda Komputindo -

Suatu hari hendy mengajak saya bertemu untuk menjajaki kemungkinan untuk menulis buku bersama. Ketika Hendy menyebutkan topik bukunya, tentu saya sangat tertarik. Ya, akhirnya kami memutuskan untuk menulis bersama tentang dating online, karena kami pun bisa berkenalan karena aplikasi dating online ini. Di sisi lain belum ada buku yang menuliskan topik itu di Indonesia.

Proyek menulis pun dimulai. Kami memiliki gaya penulisan yang berbeda. Namun itu membuat kami saling melengkapi dan memberi warna tersendiri dalam buku ini. Saya  mulai mewawancara beberapa teman yang sukses mendapatkan jodoh dari aplikasi dating online. Dan mencoba beberapa aplikasi untuk menjajaki lebih dalam dunia dating online ini. Akhirnya, saya berhasil merangkumnya untuk kalian. Buku kedua ini terbilang ditulis dengan waktu yang singkat, yaitu dua bulan, dibandingkan buku pertama saya yang membutuhkan waktu selama empat tahun.

Jalan kesuksesan tidak selalu berjalan mulus. Elex Media Komputindo menolak naskah kami. Kecewa? Tentu! Namun kami tidak berputus asa. Kami meminta teman saya Olivia Elena yang juga menjadi editor buku pertama saya untuk mengedit naskah kami ini. 

Pada akhirnya perjuangan kami tidaklah sia-sia.  Elex Media menerima naskah kami. Akhirnya, pada Februari 2018 ini akan terbit buku saya yang kedua yang berjudul “REALationship from CYBERspace, mendapatkan teman dan jodoh dari Aplikasi Dating Online” 

Saya senang karena akhirnya buku saya bisa diterima oleh penerbit besar sekelas Elex Media Komputindo. Perjumpaan saya dengan Hendy melalui aplikasi dating online ternyata membuka peluang saya untuk memasuki dunia baru yang lebih luas. Memang tidak semua orang di dunia maya itu baik, tetapi yang tulus dan baik juga banyak. Tinggal pandai-pandainya kita bersikap dan mawas diri. Kita dapat mengenali siapa yang baik dan siapa yang tidak. 

Hal inilah yang kami bagikan dalam buku REALationship From CYBERspace. Kami mengupas semua seluk beluk dunia dating online, mulai dari mengenal motivasi orang yang ikut aplikasi ini, mengenal tipe-tipe manusia di dunia maya, bagaimana mengantisipasi bahaya yang mengintai, bagaimana membangun percakapan yang menarik, apa yang harus dilakukan pada saat meet up, dan masih banyak lagi. Kami akan launching buku ini pada tanggal 3 Maret di Gramedia Central Park, Jakarta. 

Baca juga: Terjebak Hubungan tanpa Status Gara-gara Online Dating, Inilah Cara Saya untuk Tetap Tenang

Saya berandai-andai, bagaimana jika saya dulu tidak memberanikan diri untuk membuka pergaulan dari orang-orang yang dikenal di dunia maya? Mungkin saya tidak akan melangkah sejauh dan seluas ini. Impian saya menjadi seorang penulis buku pun akhirnya terwujud juga dengan bantuan banyak orang.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Dunia Maya, Saya Mendapatkan Keluarga Hingga Impian Jadi Nyata. Inilah Kisah Saya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Vonny Thay | @vonnythay

Seorang finance yang memiliki panggilan untuk menulis. Buku pertamanya telah di rilis pada bulan Mei 2017 yang berjudul, "Wonderful Single Life" telah terjual laris manis. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, kamu dapat membaca blog pribadinya di www.vonny

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar