Terhalang Restu Orangtua: Relasi Lanjut atau Berhenti?

Reflections & Inspirations

thebridalbox

4.6K
Dia sudah berulangkali disuruh putus dengan pacarnya oleh mamanya. Alasannya pun sangat tidak masuk di akal: hanya karena pacarnya adalah anak yatim-piatu.

Karena kami sama-sama berasal dari Sumatera, aku dan Brian cepat akrab di acara sebuah training yang kami hadiri. Brian orang Batak, aku orang Nias; maka dia memanggilku dengan sebutan abang yaitu panggilan khas adik kepada kakak laki-laki.

“Bang, menjalani LDR pasti sulit. Penuh dengan ujian.”

Saya mengangguk kecil, sambil berkata, "Betul sekali, LDR itu ujian cinta yang berat."

“Tapi, ujian yang kuhadapi, dua kali lipat lebih berat dari pasangan LDR pada umumnya Bang.” Lanjut Brian.

“Wah, kok bisa lebih berat?” Tanyaku penuh penasaran.


Aku tertawa senang mendengar cerita Brian. Menurutku, dia jujur sekali soal ini.

“Harusnya kamu ini bisa dinobatkan sebagai Pejuang LDR sejati.” Sembari tertawa aku mengacungkan kedua jempol di hadapannya.

“Terus ujian kedua apa dong?” Lanjutku.

“Yang kedua, soal orangtua bang”. Sekarang coba bayangin deh bang. Aku lagi menjalani LDR dan berusaha mempertahankan hubunganku. Tapi, orangtuaku tidak setuju dengan hubungan yang kujalani saat ini. Aku sudah berulangkali disuruh putus sama mama. Alasannya pun sangat tidak masuk di akalku. Hanya karena pacarku ini tidak punya orangtua lagi. Dia yatim piatu. Mama sangat menentang hal itu. Aku pikir, apa yang salah, kalau dia tak punya orangtua? Aku benar-benar heran sama mama. Belum lagi saat aku kembali ke kampung bang. Aku sama sekali tidak diijinkan oleh mama untuk ketemu dengan pacarku. Mama larang aku keluar. Kayak dikurung di rumah gitu bang. Mama bilang gak boleh ketemu sama dia. Sedih banget. Udah berpisah lama. Ehh pas ketemu, dilarang sama orangtua. Aku dilema nih bang. Di satu sisi aku sangat mengasihi dan menghargai mama. Tapi, aku juga tidak bisa pungkiri, kalau aku sayang sama pacarku. Aku mau bertahan, tapi ini berat sekali bang”. Matanya sedikit berkaca-kaca saat menceritakan bagian ini.


“Ya, itu pasti berat”. Kali ini, aku menjawab lebih serius. Aku mencoba menempatkan diri di posisi Brian, dan aku pikir, apa yang dialaminya memang pasti tidak mudah. Apalagi dalam kultur orang Sumatera, orangtua itu memang sangat dihargai. Kalau tidak mengikuti kemauan orangtua, kita pasti dianggap anak yang tidak hormat. Ini dilematik.


“Hmm… belum direstui, bukan berarti tidak direstui kan?” Aku berusaha menghibur Brian, yang dari tadi terus mengelus kepalanya.

“Iya sih bang” jawabnya singkat.

Baca juga: Pacaran Beda Agama, LDR Terjauh. Sebelum Lanjut, Pastikan 4 Hal Penting ini Kamu Miliki

“Iya bang, rasanya itu yang akan terus kulakukan. Berusaha meyakinkan mama. Kalau soal mengapa bertahan. Jawabannya, karena aku sudah nyaman banget dengan dia. Karakternya yang ramah dan kedewasaannya membuat aku tidak ingin meninggalkannya. Sejak kenal dengan dia, aku banyak mengalami perubahan secara karakter. Jadi semakin lebih baik. Itu alasanku bang.”

thehumourist

Sampai di sini, aku tahu, Brian memang sudah sangat mencintai wanita yang sekarang menjadi pacarnya itu. Karena itu, aku hanya berusaha menguatkannya dan berkata, “jika wanita itu memang layak untuk diperjuangkan, perjuangkanlah! Tapi, jangan pernah lupa, kalau mama masih belum merestui, itu pertanda dia mengasihimu. Supaya kamu tidak salah mengambil keputusan”.


“Betul bang, saya akan terus berjuang”, jawabnya dengan sedikit tersenyum.

Baca juga: 13 Tahun Menjalani Pacaran Jarak Jauh, Inilah 4 Tips dari Saya untuk Long Lasting Long Distance Relationship

Terakhir yang aku katakan pada Brian, “kalau kamu mau berjuang, jangan lupa berdoa. Biar kamu tidak salah mengambil keputusan. Memilih pasangan hidup pasti melibatkan keluargamu dan keluarga pasanganmu. Banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Karena itu, perlu hikmat. Kalau relasimu dikehendaki oleh Tuhan, hati mama pasti akan dilembutkan.”

Di akhir pembicaraan, aku meminta izin pada Brian untuk menuliskan ceritanya ini. Dengan semangat ia berkata, “Silakan bang, kalau bang Yunus mau dengar lagi, aku masih punya banyak cerita lagi nih.”

He he he, saya bilang “cukup”.


“Jika cinta tak direstui oleh orang tua, ingatlah, jangan pernah berjuang seorang diri. Memperjuangkan cinta tanpa melibatkan Tuhan, sama seperti usaha menjaring angin.” (Yunus Harefa)



Klik di bawah ini untuk membaca kisah-kisah tentang LDR lainnya:

LDR Survival Guide: 7 Tips untuk Hubungan Jarak Jauh yang Langgeng dan Minim Drama

LDR : Lelah Disiksa Rindu? Lo Doang [yang] Relationship? Baca Ini!

Terjebak Hubungan tanpa Status Gara-gara Online Dating, Inilah Cara Saya untuk Tetap Tenang







Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Terhalang Restu Orangtua: Relasi Lanjut atau Berhenti?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar