Cara Cerdas Mendeteksi Apakah Suami Selingkuh, Membuat Suami Kapok Selingkuh dan Kembali Mencintai Keluarga secara Utuh

Marriage

[Photo credit: The Kitcheners]

6.7K
"Dia masih tinggal bersama kami. Hanya hatinya yang tidak lagi tinggal bersama kami,” ujarnya dengan isakan yang semakin jelas.

Saya sudah hendak memejamkan mata saat hape saya bergetar. Secara refleks saya ingin mematikan hape itu dan melanjutkan tidur. Namun, begitu melihat siapa yang telepon, saya langsung mengangkatnya.

Suara nun jauh di sana bergetar saat menceritakan bahwa suaminya tidak lagi mencintainya secara utuh karena ada wanita lain yang jauh lebih muda yang membuatnya menjauh.


“Apakah dia meninggalkanmu dan tinggal bersama wanita itu?” tanya saya masih dengan mata merem melek.

“Tidak, Ko, dia masih tinggal bersama kami. Hanya hatinya yang tidak lagi tinggal bersama kami,” ujarnya dengan isakan yang semakin jelas.

Saya langsung terbangun dan tidak tidur lagi satu jam ke depan mendengar keluhan istri yang tinggal di negeri empat musim ini. Sejak itu, secara rutin wanita yang sudah saya kenal sejak gadis sampai punya tiga orang anak ini konsultasi lewat telepon bagaimana mengatasi suaminya yang mbeling.


Dari hasil konseling saya dengan Cinta - begitu saja kita sebut namanya - dan banyak ibu-ibu lain dengan permasalahan serupa, ada benang merah yang bisa saya bagikan. Saya buat disclaimer sejak awal: cara ini bisa berhasil untuk sebagian wanita, bisa juga tidak.

Tingkat keberhasilan bergantung pada seberapa berat keterikatan suami terhadap WIL-nya dan seberapa gigih sang istri memperjuangkan suaminya kembali. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang berbeda di setiap kasus.


1. Pastikan Sejauh Mana Hubungan Suami dengan WIL-nya

Ada tingkat perselingkuhan mulai dari pacaran gaya anak muda sampai benar-benar melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Pastikan bahwa suami Anda benar-benar selingkuh dan bukan kata orang. Untuk membuktikan suami selingkuh tidak semudah daun jatuh. Dibutuhkan usaha ekstra keras dengan penuh kehati-hatian.

Mengapa? Karena begitu suami ‘mencium’ gelagat bahwa Anda mencurigainya, semakin pandai dia memakai strategi untuk meloloskan diri.

Persis cerita detektif, bukan? Itulah sebabnya mengapa ada jasa detektif khusus perselingkuhan.



2. Jangan Remehkan Hal Sepele

“Ah, suamiku, sih, tipe setia.”

“Sekretarisnya saja yang nakal.”

“Aku yakin suamiku nggak bakalan tergoda.”

“Masak sih suamiku begitu? Perasaanmu saja kali?”

“Masih bisa aku atasi, kok. Mereka baru sekadar saling tertarik.”

Perkataan yang bernada menyepelekan demikian justru bisa menjadi bumerang yang mematikan.

Tidak ada pohon yang tumbuh besar dalam semalam. Pohon beringin yang begitu besar dan rimbun dimulai dari benih yang sangat kecil.

Artinya, jika ada gejala-gejala yang mencurigakan, Anda harus mulai berjaga-jaga. Bukankah pencegahan jauh lebih efektif ketimbang pengobatan? Kalimat yang tampak klise dan kita dengar berulang-ulang itu masih valid sampai sekarang.

Baca Juga: Terus Meremehkan Masalah Penting Ini, Pertengkaran, Perselingkuhan dan Akhirnya Perceraian yang Terjadi



3. Perhatikan Perubahan-Perubahan Kecil yang Mencurigakan

Apa saja?

Jika saat menerima telepon tiba-tiba saja dia berdiri dengan wajah cemas lalu menjauh untuk menerima telepon, itu salah satu tanda yang perlu Anda tindak lanjuti. Apalagi kalau dia melakukannya berulang kali dengan ekspresi wajah yang tidak biasanya. Anda tahu apa yang saya maksudkan.

Pasti selingkuh? Tidak! Jika setelah menerima telepon dia menjelaskan siapa yang menelponnya dan penjelasannya masuk akal, jangan curiga terlalu jauh.

Waspada dan berjaga-jaga beda dengan curiga dan paranoid.

Namun, jika dia tidak mau membicarakan telepon barusan, bahkan mencoba menghindar atau mengalihan pertanyaan Anda, bisa jadi itu semacam pertanda.

Apakah pasti selingkuh? Tidak juga! Bisa jadi itu masalah bisnis atau hubungannya dengan sesama pria. Pria - berbeda dengan wanita - sering memilih untuk sembunyi di ‘gua’-nya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Dia tidak mau dianggap kurang tangguh atau bisa jadi tidak mau melibatkan Anda dalam urusannya. Begitu urusannya beres, dia akan keluar sendiri dari gua itu dan kehidupan kembali normal.

Tanda lain.

[Photo credit: The Kitcheners]

Bisa saja suami yang biasanya berantakan tiba-tiba rapi, suka memakai minyak wangi dan lebih suka pergi sendiri. Hati-hati. Bisa saja ini puber kedua, kata orang. Tetapi untuk siapa? Kalau untuk istri, sih, oke. Kalau untuk wanita lain? Berabe, kan?

Salah satu perubahan mencolok lainnya adalah bahwa suami jadi kurang perhatian terhadap Anda. Saat Anda proaktif untuk memperhatikannya, dia malah sensi dan terganggu. Apalagi kalau dia sudah tidak mau lagi Anda ajak bermesraan. Kalau dia tetap mau melakukannya tetapi ogah-ogahan, atau melakukannya juga tetapi membayangkan wanita lain, kan, cilaka? Bagaimana bisa membaca pikiran? Dari ekspresi wajah. Bisa jadi tanda-tanda itu menunjukkan dia mendapatkan yang lebih di luar sana. Tentu saja, pastikan, dan bukan hanya menduga-duga. Siapa tahu dia sedang ada masalah, lelah dan lagi tidak mood untuk berhubungan intim.

Tanda ‘mencurigakan’ lain yang cukup mencolok adalah perubahan jadwalnya. Jika dia yang jarang atau bahkan tidak pernah keluar kota tiba-tiba saja sering meninggalkan rumah untuk ‘urusan dinas’ atau ‘urusan kantor’ pastikan dia benar-benar melakukan hal itu. Anda harus sangat berhati-hati saat mengecek kebenaran ini di kantornya. Jika orang di tempat kerja suami yang Anda hubungi melapor ke suami Anda, usaha Anda akan sia-sia.

Tanda berikutnya yang perlu ‘diwaspadai’ adalah pemakaian kartu kredit di luar kewajaran. Apalagi kalau Anda bisa mendapatkan struk tagihan. Apa ada barang-barang milik wanita - baju, tas, parfum - yang suami Anda beli tetapi bukan untuk Anda? Pastikan juga bukan untuk mamanya. Kalau untuk mamanya, Anda perlu bangga karena punya suami yang care terhadap ibunya.

Jika tabungan kalian menipis tapa sebab, hati-hati. Ada seorang istri di Jakarta yang melapor ke saya bahwa suaminya membelikan apartemen untuk WIL-nya.


Setelah Anda yakin bahwa suami Anda benar-benar selingkuh, langkah cerdas apa yang bisa bikin dia kapok melakukannya?


1. Ajak Bicara Empat Mata

Anda harus asertif. Tegas. Tanpa kompromi. Jika Anda kompromi terhadap dosa suami, Anda pun ikut berdosa.

Tegas beda dengan kasar. Tanya suami dengan terus-terang tetapi tetap lemah lembut. Anda bisa belajar melakukannya dengan menarik nafas panjang setiap kali Anda hendak emosi. Berhenti bicara sebentar jika Anda mulai emosi.

Terbawa emosi itu biasa. Hanya jangan sampai Anda menjadi emosional sehingga suami makin binal dan akhirnya terpental.

Baca Juga: 3 Tindakan Keliru Istri setelah Mengetahui Perselingkuhan Suami



2. Libatkan Orang Ketiga yang Bisa Dipercaya

Cari orang yang paling suami Anda segani. Bisa papanya. Bisa juga papa Anda. Bisa mamanya. Bisa mama Anda. Yang paling suami segani bukan hanya yang dia takuti tetapi yang dia sayangi. Dia tidak akan berani macam-macam dengan orang yang dia takuti. Demikian juga dengan orang yang dia sayangi. Dia akan berpikir panjang sebelum menyakiti orang-orang semacam itu. Jadikan orang itu saksi sehingga suami tidak lagi bisa menghindar.

Baca Juga: Istri Saya Hamil, Ia Diperkosa Rohaniwan Kepercayaan Keluarga



3. Ingatkan Kembali akan Cinta Mula-mula

Ada seorang istri yang menjadikan saya orang ketiga untuk menghadapi suaminya yang selingkuh. Ketika saya ingatkan kembali akan cinta mula-mula saat mereka masih sama-sama kuliah di Amerika, mata sang suami mulai memerah. Tidak butuh waktu lama, air yang tergenang di matanya tumpah ruah. Dia menatap istrinya dengan penuh cinta, meminta ampun, dan memeluk istrinya dengan hangat.



4. Ingatkan Kembali akan Janji Nikah

Suami yang selingkuh, sadar atau tidak sadar, sudah melupakan janji nikahnya. Sebagai istri, Anda perlu mengingatkannya kembali.

[Photo credit: The Kitcheners]

Pakai cara yang menurut Anda paling efektif untuk melakukannya. Bukankah Anda yang sekian lama bersama-sama dengannya?

Baca Juga: Satu Tindakan Sederhana Ini Nyatanya Bisa Membatalkan Hingga 91% Perceraian di Pengadilan! Wah, Kok Bisa? Begini Rahasianya



5. Sadarkan Dia, Ada Keluarga yang Mengasihinya

Suami yang selingkuh bisa jadi karena kesalahan istri. Namun, di tulisan ini, saya tidak mau menyalahkan korban. Jika Anda merasa ada yang salah, saya percaya Anda berusaha memperbaiki lebih dulu sebelum menegur suami.

Bisa jadi suami hanya mengejar kenikmatan sesaat - seperti kasus di awal tertarik dengan wanita yang jauh lebih muda - sehingga lupa terhadap keluarga yang dia bangun bertahun-tahun.

Sadarkan dia, betapa besar harga yang harus dia bayar: kehilangan istri, hormat dan kasih dari anak-anak, bahkan reputasi.

“Apakah Bapak ingin anak perempuan Bapak merebut suami orang lain saat dewasa nanti?”

Pertanyaan saya kepada seorang bapak yang selingkuh itu membuat pertahanannya jebol. Bapak yang terkenal keras ini tiba-tiba saja luruh.

“Saya sangat mengasihi Angel, Pak Xavier. Saya tidak ingin dia rusak. Saya berjanji untuk menghentikan perselingkuhan ini. Demi dia … Demi dia …”

“Bukan demi Angel saja, Pak. Tapi demi istri. Dan khususnya demi Bapak sendiri. Perselingkuhan menghancurkan Bapak dari dalam. Pertobatan Bapak membuat Bapak kembali memiliki keluarga yang utuh dan kebahagiaan yang selama ini sudah Bapak perjuangkan,” ujar saya memberi peneguhan terhadap tekadnya.

Baca Juga: Mati dengan Mata Terbuka: Istri Simpanan Papi, Anak Tanpa Ayah Bapakku dan Luka-luka yang Ditinggalkannya



Akhirnya …

Tidak semua suami yang selingkuh bisa kapok dan menghentikan perselingkuhannya. Banyak faktor yang menghambatnya. Namun, dari sesi sesi konseling yang saya adakan, sebagian mengalami perubahan - kalau tidak boleh saya katakan pertobatan. Yang paling penting adalah follow up-nya. Pastikan bahwa pertobatan itu bukan emosi sesaat.

Caranya?

Peneguhan kembali pernikahan.

Jika kasusnya sudah diketahui banyak orang, tidak ada salahnya Anda mengadakan perjamuan kecil-kecilan untuk merayakan kemenangan ini. Para saksi yang hadir diharapkan ikut andil ‘mengawasi’ dan ‘menjaga’ agar suami Anda tidak berulah kembali. Paling tidak itulah yang dilakukan seorang sahabat saya yang kembali ke istrinya setelah berpetualang dari satu wanita ke wanita lain. Sampai hari ini, pernikahan mereka justru semakin harmonis. Mereka dipanggil ke mana-mana untuk memberikan testimoni bagaimana mengembalikan rumah tangga yang sudah retak, bahkan hancur.


[Photo credit: The Kitcheners]

Saya doakan keluarga Anda dipulihkan kembali.

Jika Anda merasa mendapat manfaat dari tulisan ini, satu tindakan sederhana, satu click untuk share bisa menyelamatkan banyak keluarga.

Kita sudah berusaha. Biar Tuhan menyempurnakannya!






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cara Cerdas Mendeteksi Apakah Suami Selingkuh, Membuat Suami Kapok Selingkuh dan Kembali Mencintai Keluarga secara Utuh". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar