Bukan Hanya Pelakor yang Perlu Diwaspadai, tetapi juga Pebinor dan Pepacor. Lebih Baik Sih Jadi Pembekor

Reflections & Inspirations

inovasee

2.4K
Daripada kamu jadi pehubor, lebih baik kamu jadi 'pembekor'.

Pelakor. “Istilah ini kok sering banget dipakai ya? Apa artinya?”

Rasa penasaran inilah yang akhirnya mendorong saya membuka kamus elektronik yang ada di gawai saya. Ketik kata P-E-L-A-K-O-R. Saya berulangkali mengetikkan kata ini, tapi jawabannya selalu sama: “tidak ditemukan pencarian kata pelakor”.

Langkah selanjutnya adalah bertanya pada Mbah Google. Keywordnya “arti pelakor”. Saya berselancar menemukan arti pelakor untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang makna kata ini. Untung juga banyak yang membahas tentang "pelakor" ini. Saya juga senang karena bisa menemukan beberapa artikel yang membahas dan menggunakan istilah ini.

Saya sekarang mulai paham. Pelakor adalah akronim dari “perebut laki orang”. Konotasinya negatif karena biasa ditujukan untuk seorang perempuan yang dianggap telah merebut laki-laki yang sudah beristri.

Istilah lain yang sepadan dengan kata ini adalah “pebinor” atau perebut bini orang. Sebutan semacam ini diberikan kepada laki-laki yang menjalin hubungan terlarang dengan perempuan yang sudah bersuami. Kedua kata ini semakin populer, seiring banyaknya kasus perselingkuhan yang diungkap di media.

Baca juga: Wanita, Inilah 3 Rahasia yang Membuat Suami Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati

Sebelum melanjutkan celoteh mengenai dua akronim ini. Ada satu lagi singkatan lain yang senada, yang saya buat sendiri. “Pepacor” atau "Perebut pacar orang". Saya sudah mencari di google dan tidak menemukan ada kata ini, jadi kemungkinan besar saya adalah penemu kata ini... ha ha ha. Ya, menurut saya, orang ketiga tidak hanya ada dalam hubungan rumah-tangga yang sudah resmi, tetapi juga dalam hubungan berpacaran.

cdn2.tstatic

Jadi sampai di sini sudah ada tiga kata baru terkait orang ketiga dalam sebuah relasi, yaitu "Pelakor", "Pebinor", dan "Pepacor". Agar lebih mudah untuk diingat, maka saya meringkas ketiga akronim ini dengan satu istilah: PEHUBOR (Perusak Hubungan Orang).

Setelah memahami istilah-istilah di atas, hal yang lebih penting adalah bagaimana cara mewaspadai agar hubungan yang sedang kita jalani tidak dirusak oleh kehadiran orang ketiga? Apakah pernah kita berpikir bahwa kehadiran orang ketiga dalam hubungan suami-istri atau berpacaran sebenarnya dipicu oleh 3 tanda-tanda awal ini:


1. Masalah yang dipendam dan tidak diselesaikan

Tidak ada perselingkuhan yang tidak diawali dengan sebuah percekcokan. Ada seorang suami diwawancarai di sebuah acara televisi. Dia mengatakan bahwa awal perselingkuhannya adalah dipicu oleh sebuah masalah yang sangat sederhana. Ia kesal terhadap istrinya yang jarang memasak. Tetapi, si istri tidak pernah menanggapi keluhan suami ini dengan serius. Sederhana, bukan? Namun, kekesalan si istri itu terus dipendam oleh suami dan tidak pernah diselesaikan bersama. Akhirnya, inilah yang memicu suami untuk mencari perempuan yang bisa mendengarkan keluh kesahnya. Dari sinilah kehadiran orang ketiga itu bermula.

Baca juga: 5 'Jangan' yang Membuat Suami atau Istri Kebal dari Rayuan Perselingkuhan


2. Curhat dengan lawan jenis

Jika sedang menghadapi masalah dengan pasangan, upayakan tidak pernah curhat kepada lawan jenis. Kecuali itu adalah orangtua atau orang yang anda anggap punya banyak petuah. Mengapa? Ketahuilah bahwa curhat dengan lawan jenis sangat rawan terhadap terbawanya perasaan kedua pihak. Ingat ya!

Hati ini selalu mencari kenyamanan, nanti kalau hati sudah merasa nyaman, maka susah lepas. Nah, di sini akan hadir para pehubor!


3. Menolerir perasaan ini untuk berselingkuh

Awalnya, kemungkinan tidak ada keinginan para pehubor untuk mengkhianati hubungannya dengan istri, suami, atau pacar. Namun, susah juga, kalau sudah kedua belah pihak sudah merasa saling nyaman. Akhirnya, secara pelahan masing-masing mulai menolerir perasaannya, “Ga papa deh, selingkuh lewat perasaan aja, toh untuk sementara waktu saja”.

Nah, rencana yang pada mulanya cuma sebentar akhirnya berubah menjadi rasa sayang yang berkepanjangan dan kebablasan.

inovasee

Menolerir perasaan untuk berselingkuh sama artinya membuka bagi pintu bagi pehubor. Oleh karena itu, jangan pernah membuka pintu untuk orang ketiga, yaitu: diri Anda dan pasangan pehubormu. Kuatkan hatimu. Jagalah mereka, yang engkau kasihi. Suami, jagalah istrimu. Istri, jagalah suamimu. Pacar, marilah kita saling menjaga.

Yakinlah, selingkuh bukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah.

Seperti kata Mas Afgan dalam penggalan lagunya: Katakan tidak pada selingkuh. Katakan tidak pada mendua. Katakan tidak pada semua. Yang sudah memiliki kekasih. Katakan tidak pada berdusta. Katakan tidak tebar pesona. Katakan tidak pada lainnya. Cukup aku satu.

Terakhir, khusus untuk kamu para Pehubor (Pelakor, Pebinor, dan Pepacor), saya ingin berpesan: berhentilah merusak hubungan orang lain.

Daripada kamu jadi pehubor, lebih baik kamu jadi 'pembekor' sepertiku alias Penulis yang MemBErKati Orang.

Bagaimana? Setuju?


Di bawah ini adalah artikel-artikel menarik lainnya:

Tanya-Jawab 9 Detik : Mengapa Suami Saya Tak Pernah Lagi Mengatakan I Love You?

Suami Kecanduan Pornografi? Istri, Tugas Pertamamu Bukanlah Menolongnya. Lakukan 5 Hal Penting Ini

Hubungan Suami-Istri Membosankan? Kobarkan Kembali Gairah dengan 3 Hal Ini


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukan Hanya Pelakor yang Perlu Diwaspadai, tetapi juga Pebinor dan Pepacor. Lebih Baik Sih Jadi Pembekor". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar