Buat Hari-Hari Cuti Bermakna agar Kembali Bekerja dengan Gembira. Ini Tiga Caranya!

Work & Study

photo credit: The Economic Times

2.2K
Cuti yang bermakna adalah cuti yang memberikan banyak nilai dan makna baik dalam hidup pribadi dan pekerjaan.

Apakah kamu happy dengan pekerjaanmu sekarang? berkualitaskah hidupmu saat ini? Dua pertanyaan ini susah dijawab oleh para bankes beberapa waktu terkahir. Bertemu dan mendengar sesama rekan banker curhat mengenai kerja yang menurutnya sudah tidak lagi menyenangkan, terjebak dalam aktivitas dan pressure yang melelahkan, tanpa ada waktu yang cukup berkualitas untuk hidup dan keluarga. Curhatan ini menjadi seperti suara sumbang dari penyanyi tak berbakat tapi terlalu menarik untuk tidak didengarkan.

Sebentar, tahan dulu.

Bukankan hal ini sudah dialami semua orang yang telah bekerja dari zaman old sampai dengan zaman now. Mari sejenak memakai “kacamata” ini dalam mengartikan kerja. Kerja adalah tantangan dalam memberi makna positif pada setiap kejadian, ruang bermain dalam kreativitas yang dapat dinyatakan dalam panggung aktivitas dan perilaku setiap hari.

Mari periksa 3 hal berkualitas yang bisa dilakukan saat mengambil cuti kerja.


1. Lakukan keinginan terbesarmu yang tertunda

photo credit: Success Magazine

Pilih salah salah satu wish list-mu. Bisa saja itu kegiatan sendiri atau bersama pasangan, bahkan dengan keluarga, tentu menjadi bijak jika aktivitas yang direncanakan disesuaikan dengan bujet yang tersedia.

Jika bujetmu lebih dari cukup, maka pergilah ke tempat terjauh yang sangat ingin didatangi dan lakukanlah semua kegiatan yang diinginkan selama ini di tempat tersebut. Namun jika bujetmu terbatas, maka cukupkanlah aktivitas tertentu yang sesuai passion-mu. Mencoba list menu kuliner baru atau resto baru di kotamu, bisa juga dengan menonton film terbaru.

Cara lain yang mungkin dilakukan adalah dengan sengaja bangun dari tempat tidur lebih siang, rasanya cukup menyenangkan bisa sedikit membalas hari-hari kerja yang selalu mengharuskan kita bangun lebih pagi. Ini bisa membawa rasa happy, sebelum kemudian berlanjut dengan melakukan satu atau beberapa kegiatan yang sudah dipilih selama hari cuti yang diambil.


2. Catat sebanyak mungkin nilai dari setiap aktivitasmu untuk dibagikan

Ambilah sebanyak mungkin nilai atau makna positif dari kegiatan yang dilakukan atau kejadian yang kamu temui, lihat, dan baca selama cuti. Simpan hal tersebut baik-baik, jika perlu, catat untuk kemudian diceritakan ke rekan kerjamu atau mungkin diterapkan dalam pekerjaanmu.

Dengan menceritakan kembali kegiatan dan nilai yang didapatkan melatih kita menjadi seorang story telling yang baik. Layaknya artis di atas panggung, maka buatkah panggungmu sendiri dengan pertunjukan berdasarkan kisahmu sendiri, ini original, “ini saya banget”.

Dengan menceritakan kembali, sebenarnya di saat yang sama kita sedang mengingat kembali semua hal bahagia yang dilakukan dan ini menimbulkan perasaan positif pada diri sandiri dan rekan kerja.

Jangan berhenti sebatas cerita, nyatakan itu dalam kerja dan tindakan. Tunjukan bukti dari hasil kerjamu, jadilah contoh bagi sesama rekanmu, jadilah artist dan tampilah di panggung pekerjaanmu.


3. Cukupkan waktu dan tenaga untuk kegiatan yang direncanakan

“Semua yang berlebih tentu kurang baik" adalah kata-kata yang sering didengar bukan? Ya, dalam melakukan semua kegiatan dalam masa cutimu, lakukanlah dengan tepat dan bijak. Jangan sampai terlalu melelahkan. Jika perlu sisakah 1 hari terkahir untuk bersitirahat, dengan harapan bisa kembali segar saat kembali ke pekerjaan kita.

Baca juga: Ingin Kerja di Startup? 5 Hal Ini Perlu Kamu Ketahui

Jalani cuti dan pekerjaanmu dengan selalu mengingat untuk hidup taat padaNya, kerjalah dengan benar, kreatif dan positif untuk beroleh berkat. Lakukanlah evaluasi kerja, serta selalu ucapkan syukur untuk apa pun hasilnya. JADILAH JUARA!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Buat Hari-Hari Cuti Bermakna agar Kembali Bekerja dengan Gembira. Ini Tiga Caranya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mario Benu | @mariobenu

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar