Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Gak Mungkin? Bisa Saja? Ketimbang Ngurusi Itu, Ini Lebih Penting

Reflections & Inspirations

[Photo credit: instagram @basukibtp @veronicabtp]

10.3K
Daripada berdebat soal apakah benar atau tidak, lebih baik pertimbangkan 3 hal ini!

Karena kesibukan saya yang amat padat pada hari Minggu, saya tidak sempat update berita. Begitu bangun di Senin pagi saya dikagetkan oleh berita ini: Ahok Menggugat Cerai Veronica Tan.

Saya kaget. Istri juga.

“Kok bisa?” tanya istri saya.

Atas pertanyaan istri saya itulah yang membuat refleksi singkat ini.



1. Siapa pun bisa jatuh

Siapa pun!

“Jika seseorang merasa teguh berdiri, hati-hatilah karena bisa terpeleset.” Begitu kata bijak saya pernah saya baca dari St. Paul.

Kami sekeluarga suka film superhero. Meskipun fiktif, kisahnya menunjukkan bahwa di dalam setiap orang tersimpan kerinduan untuk menjadi manusia super. Di bidang apa pun.

Sementara, tidak ada manusia super yang tidak punya kelemahan. Achilles yang perkasa pun ternyata lemah tumitnya, karena saat direndam ke air sakti bagian itu terpegang tangan sehingga tidak terkena air.

Oleh sebab itu, jangan seorang pun merasa dirinya super.

“Orang super itu aneh,” begitu saya sering bicara kepada pendengar saya. “Contohnya Superman. Celana dalamnya berada di luar. Merah menyala, lagi!”

Baca Juga: Ahok Memang Luar Biasa, tapi Ia Hanya Manusia



2. Kelemahan setiap orang baru ketahuan saat terkena di titik lemahnya

Ada seorang rohaniwan yang begitu saleh. Iblis mengirim setan untuk mencobainya. Mereka satu per satu gagal. Rohaniwan itu tidak mempan dicobai dengan harta, takhta, dan wanita. Godaan yang sangat klasik tapi tetap relevan sehingga saya membaca berita ada calon bakal gubernur yang mundur akibat beredarnya foto seseorang [yang diduga dirinya] sedang berada di mobil memangku paha wanita di atas kakinya.

Satu demi satu setan yang diutus Iblis untuk menggodai rohaniwan itu gagal. Karena frustrasi dan jengkel, Iblis sendiri akhirnya turun menggodai rohaniwan itu. Berhasil. Rohaniwan itu jatuh dalam dosa.

“Tipuan apa lagi yang Tuanku lancarkan kepadanya? Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencobainya tetapi selalu gagal jua,” tanya para setan serentak.

“Gampang saja,” ujar Iblis sambil menyeringai licik. “Saya hanya membisikkan ke telinganya, rohaniwan junior yang ada di bawah bimbingannya mendapat penghormatan yang lebih dibandingkan dirinya.”

Ternyata iri terhadap keberhasilan orang lain bisa menjungkalkan kita.

Baca Juga: Ketika Pemimpin Mengalami Kejatuhan Moral, Berikan Pertolongan Dengan Memahami 4 Hal Ini



3. Ketimbang mengurusi urusan pribadi orang, lebih baik mengurus diri sendiri

Di detik saat saya mengetik ini, hati kecil saya tidak percaya orang sekaliber Ahok bisa menggungat istri yang dalam sakit maupun sehat, kaya maupun miskin, susah maupun senang selalu berdampingan satu sama lain. Apakah berarti hoaks?

Saya pernah menulis soal hoaks tentang Ahok. Namun, kali ini saya tidak tertarik membahas apakah ini berita sensasi atau tidak.

Saya memilih untuk melakukan ziarah batin. Kalau kita terlalu campur tangan terhadap masalah orang lain, jangan-jangan problema kita sendiri kedodoran.

Justru lewat peristiwa ini—entah benar atau tidak—kita harus semakin menjaga diri sendiri.


Kulit pisang ada di mana-mana. Hati-hati agar kita tidak menginjaknya!

Yang lebih baik lagi, jangan membuang kulit pisang sembarangan, agar tidak ada orang lain yang terjatuh karenanya.




Baca Juga:

Ahok Gugat Cerai Veronica Tan? Renungkan 3 Hal Ini Sebelum Membuka Suara

Ahok Gugat Cerai Veronica Tan, Saya yang Percaya dan Tidak Percaya








Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Gak Mungkin? Bisa Saja? Ketimbang Ngurusi Itu, Ini Lebih Penting". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar