7 Kalimat Cinta yang Tidak Puitis Sama Sekali. Tidak Romantis, Mungkin. Tapi Manis, Dijamin!

Love & Friendship

[Photo credit: Tina Sosna]

1.4K
Kalimat-kalimat cinta ini akan bikin hatimu meleleh, beneran.

Ungkapan cinta lewat kata-kata bagi sebagian orang bukanlah sesuatu yang penting dalam hubungan. Namun, pernyataan cinta yang tulus, baik yang diungkapkan dengan kata maupun perbuatan, tetap merupakan pupuk yang ampuh untuk mempertahankan dan menumbuhkan cinta kasih.

Berikut adalah kalimat cinta yang bikin hati beneran meleleh. Bukan kalimat romantis yang puitis, memang. Tapi amatlah realistis. Tak hanya untuk sepasang kekasih, tetapi bisa juga untuk sahabat, keluarga, bahkan bangsa.



1.

"Saya tidak suka Valentine Valentine-an." ujar suami saya pada hari Valentine di tahun pertama pernikahan kami.

Saya tercekat.

Jadi, perayaan Valentine kami di masa pacaran itu apa? Sebuah kepura-puraan?

Untungnya, itu bukan akhir kalimatnya. "Karena setiap hari aku telah dan mau berjuang mati-matian untuk mencintaimu," begitu lanjutnya.

[Photo credit: RibutRukun.com]

Tak ada relasi - sepasang kekasih, suami-istri, antara anggota keluarga - yang sempurna. Kekurangan di sana sini selalu ada.

Komitmen untuk mencintai setiap hari memberikan kekuatan luar biasa bagi kedua pihak untuk tetap saling setia dan memperbaiki kualitas kasih dari hari ke hari.

Baca Juga: Kini: Satu-satunya Waktu untuk Mencintai. Esok Mungkin Tak Pernah Ada, Cinta Bisa Pergi Kapan Saja



2.

Menikah hanya demi harta dan fasilitas suami. Begitu tuduhan yang diterima seorang istri dari suaminya sendiri.

Tanpa sepatah kata pembelaan diri, sang istri setia mendampingi suami. Bahkan ketika suaminya mengalami kebangkrutan dan kehabisan tabungan, sang istri tetap setia menemani. Ia bahkan mendukung sang suami dengan bekerja membantu membiayai kebutuhan rumah tangga.

[Photo credit: RibutRukun.com]

Cinta sejati mengabaikan dan mengalahkan kesalahpahaman.



3.

Seorang pria melihat sahabatnya tengah kelelahan. Ia mencoba menolong, menggantikan sahabatnya menyelesaikan pekerjaan membersihkan kelas. Tak disangka-sangka, jarinya robek terkena benda tajam yang tak sengaja terselip di lap pel. Darah mengalir cukup banyak dari jari yang terluka itu.

Sahabat yang ditolong merasa amat bersalah. Seharusnya dirinya yang terluka, karena itu adalah bagian tugasnya. Bukan sahabatnya. Namun kalimat sahabat yang terluka begitu menenteramkannya,

[Photo credit: RibutRukun.com]

Ia tahu, sahabatnya telah sangat kelelahan dan memerlukan bantuan. Jika tidak, kondisi kesehatan sang sahabat yang jadi taruhannya.

Baca Juga: Bersahabat dengan Lawan Jenis Tanpa Baper, Mungkin Gak Sih? Setelah 25 Tahun Menjalani, Kesimpulan Saya Begini



4.

Tahun 2013, seorang ibu dan seorang anaknya meninggal tertimpa tanah longsor.

Awalnya, hanya sang anak yang terkubur longsoran tanah. Namun, sang ibu, demi menolong menyelamatkan anaknya dari gunungan tanah, memaksa kembali ke area berbahaya.

[Photo credit: RibutRukun.com]

Sesaat kemudian, terjadi longsor susulan. Ibu tersebut meninggal, bersama anak yang hendak diselamatkannya.



5.

Seorang suami kembali dalam kondisi miskin dan lumpuh setelah bertahun-tahun pergi bersama selingkuhannya. Sang istri menerimanya kembali dan merawatnya.

Sekalipun hati sang istri masih terluka, cinta yang tak pernah habis memampukannya menerima kembali suami yang pernah mengkhianatinya. Sejak suaminya ketahuan berselingkuh, dan bahkan meninggalkannya bersama selingkuhannya, sang istri terus mendoakan suaminya.

[Photo credit: RibutRukun.com]

Bahkan di saat-saat ketika ia merasa terlalu lelah berdoa bagi suaminya,

cinta dan kesediaan mengampuni itu tetap di sana,

di dalam hatinya.

Baca Juga: Perselingkuhan, Pengampunan, dan Satu yang Selamanya Tak Mudah: Penerimaan Kembali



6.

Seorang pria pergi ke sebuah desa untuk mencari siapa wanita yang layak untuk diperistri olehnya. Kepala desa menerima pria itu. Setelah mendengarkan maksud dan tujuan kedatangannya, kepala desa menjelaskan, semua wanita di desa itu ada 'harga'nya jika hendak dilamar. Seorang wanita kembang desa, yang paling diminati di mata para pria, misalnya, dihargai sepuluh ekor sapi di sana.

Pria itu kemudian berkeliling dan berkenalan dengan para wanita dan orangtua mereka. Berbagai tawaran 'harga' diberikan padanya untuk setiap gadis yang siap diperistri di desa itu.

Kemudian berjumpalah ia dengan seorang wanita. Wanita itu tampak sederhana, bahkan bisa dikatakan, terkesan kumal. Meskipun demikian, tutur kata dan perilakunya amatlah santun. Pria itu menemui orangtua si gadis dan bertanya berapa sapi yang harus ia bayarkan untuk melamar anak mereka. Orangtua gadis itu menjawab, "Satu ekor sapi." Sebuah tawaran harga yang amat murah. Orangtua si gadis hanya berharap ada pria yang mau meminang anak gadis mereka, karena setelah menunggu bertahun-tahun tak ada pria yang berminat kepadanya.

Beberapa waktu kemudian, pria itu kembali ke desa tersebut dengan membawa seratus ekor sapi untuk melamar gadis yang telah menawan hatinya. Gadis itu adalah ia, yang hanya dihargai seekor sapi oleh orangtuanya.

[Photo credit: RibutRukun.com]

Sesungguhnya, di mata pria itu, nilai si gadis jauh lebih tinggi bahkan dari seratus ekor sapi yang dibayarkannya. Ia menghargai gadis itu bukan hanya dengan memberikan seratus ekor sapi ke orangtua si gadis, tetapi juga dengan memperlakukannya seistimewa mungkin dalam keseharian pernikahan mereka.



7.

Tak ada relasi sepasang kekasih atau suami-istri yang tidak pernah dihiasi pertengkaran. Ketika emosi negatif mendominasi, perasaan cinta tampak menjauh dan memudar.

Satu perkataan suami saya yang membuat saya tetap mempertahankan cinta,

[Photo credit: RibutRukun.com]
Komitmen adalah sebuah janji yang disertai keputusan yang teguh. Sementara perasaan adalah sesuatu yang rapuh, bisa muncul dan hilang sewaktu-waktu.

Komitmen untuk hidup bersama seumur hidup mampu memperbarui perasaan sayang dan cinta yang terkadang seperti menguap oleh api kemarahan.

Baca Juga: Kehidupan setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan




Baca Juga:

7 Kutipan Penuh Cinta untuk Hari Kasih Sayang yang Terlalu Sayang untuk Diabaikan apalagi Dibuang

Jangan Buru-buru Happy ketika Dia Bilang 'I Love You', Karena Bisa Jadi Maksudnya 3 Ini





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Kalimat Cinta yang Tidak Puitis Sama Sekali. Tidak Romantis, Mungkin. Tapi Manis, Dijamin!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:[email protected]

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar