Waspada! Inilah 6 Masalah Keuangan yang Dapat Menghancurkan Kebahagiaan Rumah Tangga

Marriage

photo credit: Huffington Post

4.4K
Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh SunTrust Bank di tahun 2015, keuangan adalah salah satu penyebab utama ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Terus, bagaimana solusinya?

Keuangan merupakan salah satu sumber masalah dalam rumah tangga. Tak jarang, perseteruan tentang keuangan menjadi penyebab retaknya hubungan suami istri. Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh SunTrust Bank di tahun 2015, keuangan adalah salah satu penyebab utama ketidakharmonisan dalam rumah tangga. 35% responden mengaku alami masalah dalam hubungan. Masalah keuangan didakwa sebagai penyebab utama friksi dalam hubungan mereka.

Duh! Jangan sampai ini terjadi pada keluarga kita ya. Kuncinya ada pada pengelolaan keuangan yang benar dan komunikasi yang baik.

Ini dia 6 masalah keuangan yang dapat menghancurkan kebahagiaan rumah tangga.


1. Penghasilan tidak sebanding dengan gaya hidup

photo credit: The Policy Press Blog

Cukup itu relatif. Ada yang menganggap penghasilan 5 juta atau 10 juta sebulan tidak cukup. Bahkan ada yang penghasilannya 25 juta per bulan, namun masih merasa kurang. Itulah mengapa penting untuk mempunyai perencanaan keuangan yang baik. Lakukan financial check up sederhana untuk melihat berapa yang penghasilan dan pengeluaran keluarga setiap bulan.

Baca Juga : Belajar dari Kasus Dimas Kanjeng: Raih Financial Freedom Bukan dengan Menggandakan Uang, Melainkan dengan Melakukan 5 Hal ini

Saat pengeluaran lebih besar dari penghasilan, kita perlu mengecek ulang pengeluaran kita. Jangan-jangan, ada banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Hobi ke salon, traveling sebulan sekali, sering makan malam di tempat mewah. Jika ini yang terjadi, tentu saja berapa pun penghasilan suami tidak akan cukup.


2. Penghasilan istri lebih besar daripada suami

photo credit: Time

Saat ini, wajar jika pasangan suami istri bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Namun, ketika istri memiliki penghasilan lebih besar daripada suami, kadang hal ini juga menjadi masalah. Konon, ego pria pun ‘terluka’ saat melihat pasangan lebih berhasil daripada dia. Idealnya, ada pengertian bersama bahwa penghasilan yang didapat oleh suami dan istri menjadi penghasilan keluarga.

Tidak masalah siapa yang menghasilkan uang lebih banyak. Toh, roda berputar.

Bisa jadi saat ini istri menghasilkan lebih banyak, namun suatu waktu, suami mendapatkan promosi. Saling menghargai dan menghormati merupakan kunci dari masalah penghasilan ini.

Baca juga: 9 Tips Mendapatkan Uang Sekaligus Mengatasi Kecanduan Game


3. Saat cicilan terasa memberatkan


Sebaiknya, total cicilan dibatasi maksimal 30% dari penghasilan keluarga.

Lebih dari ini, arus kas keuangan keluarga bisa terganggu. Rasanya gaji setiap bulan hanya habis untuk membayar utang. Agar tidak terjebak dalam cicilan berlebih, perhitungkan dengan matang setiap kali akan mengajukan pinjaman. Pastikan suami dan istri sepakat mengenai besaran utang yang akan diambil, beserta jangka waktu pengembalian dan jumlah cicilan per bulannya. Jangan sampai muncul cicilan memberatkan yang bisa berujung pada percekcokan.


4. Bantuan keluarga

Saat ada anggota keluarga besar yang tertimpa musibah, wajar jika kita memberikan bantuan. Namun, ada kalanya seorang saudara datang untuk meminta bantuan keuangan yang tidak sedikit. Potensi masalah muncul ketika salah satu pihak secara diam-diam membantu saudaranya tanpa persetujuan istri atau suami. Suami dan istri sebaiknya sepakat mengenai kasus-kasus seperti apa yang layak dibantu dan besaran pinjaman yang akan diberikan.

Sebelum memberikan pinjaman, pastikan keuangan keluarga kita dalam kondisi sehat. Jangan sampai niat baik membantu saudara ini memberatkan keuangan keluarga kita sendiri.

Kita bisa menyarankan saudara kita untuk mengambil pinjaman dengan bunga ringan di credit union atau koperasi.

Baca Juga : Mengapa Saya Membeli Asurasi padahal Tak Berharap Segera Mati? Ini 6 Alasannya


5. Tidak mempunyai rencana keuangan

photo credit: Savvy Parents

Bayangkan kasus ini, anak Anda akan masuk SD 3 bulan mendatang. Untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan, dibutuhkan sejumlah uang pangkal yang besar. Dari mana Anda mendapatkan dana untuk membayar uang pangkal tersebut? Jangan sampai utang baru membebani keuangan bulanan keluarga Anda. Seharusnya, Anda menyiapkan dana pendidikan sejak lama.

Setiap keluarga sebaiknya mempunyai rencana keuangan sederhana yang berisi tujuan finansial beserta jangka waktu dan rencana pencapaiannya. Dengan rencana keuangan yang baik, keluarga akan lebih siap menghadapi masa depan, termasuk untuk dana pendidikan anak.


6. Pengeluaran tak terduga

photo credit: CUInsight

Yang namanya keadaan darurat, pasti tidak kita harapkan. Namun, kita harus siap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada anggota keluarga yang sakit, seharusnya kita sudah punya asuransi untuk mengganti biaya perawatan dan pengobatan. Untuk keadaan darurat lain seperti atap rumah bocor atau kendaraan yang tiba-tiba mogok sehingga butuh penggantian spare part, sebaiknya kita menyiapkan dana darurat. Mereka yang single cukup menyiapkan dana darurat sebesar 3-4 kali pengeluaran bulanan. Untuk keluarga dengan anak, jumlah ideal dana darurat berkisar 9-12 kali pengeluaran bulanan.

Baca juga: Sudahkah Kita Benar-Benar Bahagia? Mari Periksa, Bagaimana Uang, Waktu, dan Tenaga Membentuk Kebahagiaan Kita

Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan komunikasi yang lancar dalam keluarga, setiap masalah keuangan yang muncul bisa dicari jalan keluarnya.



Mari belajar mengelola uang dengan lebih baik agar tidak menjadi sumber masalah dalam rumah tangga. Artikel berikut ini bisa menjadi inspirasi Anda.

3 Gaya Pacaran Anti Boros yang Malah Menghasilkan Uang untuk Persiapan Pernikahan

Lakukan 5 Langkah Efektif ini agar 'Bocor Halus' Tak Membuat Gaji Menyusut Lenyap

Tidak Puas dengan Keputusan Kenaikan Gaji Tahunan dari Atasan? Tanyakan 3 Hal Penting ini Agar Dapat Menerima Keputusan Tersebut



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspada! Inilah 6 Masalah Keuangan yang Dapat Menghancurkan Kebahagiaan Rumah Tangga". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fransisca Emi Hartanti | @fransiscaemi

I dont compete with others. I compete with myself to become my self-best

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar