Wanita, Periksa Kesiapan Pasanganmu untuk Menikah Lewat 4 Pertanyaan Ini

Love & Friendship

[Image: pexels.com]

21.3K
Bukan hanya kemapanan finansial, pernikahan juga membutuhkan kesiapan hati. Nah, wanita, cek apakah pasanganmu sudah siap menikah lewat 4 pertanyaan ini.

Rumah tangga bukanlah seperti handphone, yang jika kita sudah merasa bosan bisa dengan mudah diganti dengan yang baru. Pernikahan adalah sebuah keputusan besar, yang diambil sekali seumur hidup. Sebuah ikatan sakral, yang hanya bisa diceraikan oleh kematian.

Pernikahan membawa konsekuensi bagi seorang pria. Segera setelah resmi menikah, seorang pria akan menjadi kepala rumah tangga, dengan segala tanggung jawab dan kewajiban yang menyertainya. Apakah biduk rumah tangga akan berlayar selamat sampai tujuan atau justru karam dihempas gelombang, ada di tangan suami dan ayah, seorang pria - juru mudi bahtera rumah tangga.

Oleh karena itu, para pria, sebelum memutuskan menikah, jawablah dulu 4 pertanyaan di bawah ini:



1. Sudahkah Berdamai dengan Masa Lalu?

Putra, seorang teman, baru saja menikah dengan pacarnya. Di pernikahan mereka yang baru berusia 8 bulan itu, sudah timbul sebuah masalah. Putra ketahuan suka tebar pesona ke beberapa orang mahasiswi yang terlibat kegiatan bersama dengannya. Tak hanya itu, Putra juga mengaku masih single dan mencari pacar yang bisa diajak berpacaran serius kepada para korbannya itu. Setelah ditelusuri lebih lanjut, rupanya semasa kuliah dulu Putra hampir selalu ditolak oleh wanita-wanita yang ia dekati. Karena sekarang sudah bekerja dan terlihat mapan, ia bertekad membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia bisa 'menaklukkan' wanita mana pun yang ia inginkan.

Rasa tertolak yang dialami Putra di masa lalu masih saja terbawa, bahkan hingga ia membina rumah tangga. Putra dan pencariannya akan pengakuan adalah sebuah contoh kecil, bahwa hal-hal yang belum selesai di masa lalu akan berdampak hingga ke masa depan.

Para pria, sebelum memutuskan untuk melangkah ke pernikahan, pikirkan baik-baik: apakah masih ada beban masa lalu yang kamu bawa hingga saat ini? Apakah kamu cepat bosan, sering berganti-ganti pacar karena sulit berkomitmen dengan satu orang wanita? Adakah kebencian atau dendam terhadap orangtua [ayah/ibu/keduanya]? Atau seperti Putra, adakah rasa tertolak yang berujung pada pencarian pengakuan yang membabi buta?

Baca Juga: Yakin Sudah Siap Menikah? Inilah 5 Kenyataan yang Harus Kamu Ketahui sebelum Memasuki Gerbang Pernikahan



2. Untuk Apa Menikah?

[Image: bridaltrendasia.com]

Sebuah fenomena yang sering sekali saya temukan di media sosial, katakanlah Facebook: Ketika seorang teman mem-post undangan pernikahan atau foto pre-wedding bersama pasangan, kolom komentar akan segera ramai. Tak hanya dengan ucapan selamat untuk yang punya event, teman yang masih single pun tak luput dari serbuan komentar. Komentar yang paling sering muncul adalah jenis yang menyebalkan semacam ini, "Kamu kapan nyusul?", "Ayo cepet, keburu tua nanti! Anak baru SMP, kamu udah keburu jadi kakek-kakek."

Menikahlah karena tahu dengan jelas mengapa kamu ingin menikah.

Jangan hanya karena komentar-komentar teman, tekanan orangtua, atau bahkan 'pendapat pakar' [soal risiko kesehatan menikah setelah lewat usia tertentu, misalnya] membuatmu lantas memutuskan harus sesegera mungkin menikah. Teman-teman dan orangtua hanya bisa memberikan komentar, tetapi yang menjalani suka duka dalam perjalanan rumah tangga nantinya adalah kamu, istri, dan anak-anakmu. Bukan mereka.

Baca Juga: Saya Ingin Menikah, tapi Tidak karena Alasan-Alasan yang Keliru Seperti ini



3. Sudahkah Siap Menjadi Pemimpin?

[Image: huffingtonpost.com]

Sebagai seorang suami, seorang pria adalah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya kelak. Sebagai kepala rumah tangga, seorang suami menjadi penentuh arah untuk gerak langkah seluruh anggota keluarga.

Sebelum memimpin orang lain, pastikan dulu, apakah kamu sudah mampu memimpin dirimu sendiri?

Dapatkah kamu menjaga dirimu sendiri? Apakah pola hidupmu sudah teratur dan sehat? Mampukah kamu mengemban tanggung jawab? Bersediakah kamu bekerja keras untuk orang-orang yang kamu kasihi? Cukup kuatkah kamu untuk melindungi istri dan anak-anakmu? Apakah kamu sudah merasa cukup pantas menjadi role model, memberi teladan yang baik bagi anak-anakmu nanti?

Baca Juga: Mario Teguh, Ario Kiswinar Teguh, dan 3 Pelajaran tentang Realita Hidup Berkeluarga



4. Sudahkah Siap secara Finansial?

Untuk sekadar masuk ke jenjang pernikahan saja sudah dibutuhkan biaya yang tak sedikit, mulai dari biaya lamaran, sewa gedung, cetak undangan, gaun pengantin, dan lain sebagainya. Lalu, setelah itu? Akan segera disusul dengan biaya kebutuhan hidup yang tak kalah banyaknya! Bayangkan, setiap bulannya setidaknya inilah yang harus dibayar oleh sepasang pengantin baru: kontrak/cicilan rumah, trio listrik - air - telepon, kebutuhan makan sehari-hari, juga biaya transportasi [kendaraan umum atau uang bensin motor/mobil]. Belum lagi jika nanti istri langsung hamil! Kamu harus segera bersiap membiayai perawatan kandungan istri dan kelahiran anakmu. Tak perlu saya perpanjang daftar ini dengan kebutuhan hidup anak serta uang sekolahnya yang setiap tahun semakin mahal itu, bukan?

Sebagai kepala rumah tangga, bagian terbesar dari beban berat itu terletak di pundakmu. Bagian terbesar, karena tidak tertutup kemungkinan beban itu akan ditanggung berdua, jika istri memutuskan untuk bekerja juga.

Oleh karenanya, sebelum memutuskan menikah, pastikan kamu siap secara finansial. Siap secara finansial bukan berarti kamu harus sudah menjadi seorang pengusaha sukses dengan penghasilan beratus-ratus juta setiap bulannya.

Jika kamu telah mempunyai pekerjaan yang stabil dengan penghasilan tetap per bulan, itu adalah modal yang cukup.

Your Tango, sebuah situs pernikahan, menyebutkan bahwa masalah finansial, dan bukannya perselingkuhan, yang merupakan penyebab utama perceraian. Belitan utang, kurang atau buruknya perencanaan finansial keluarga, kontrol berlebihan, atau ketidakjujuran dari salah satu pihak menjadi permasalahan keuangan yang dapat memicu konflik dalam rumah tangga.

Baca Juga: Keseimbangan Keuangan Akan Menghindarkan Anda dari Jeratan Utang. Inilah 3 Prinsip Sederhana untuk Meraihnya



Baca Juga:

Inilah 5 Kriteria Pasangan Hidup yang Tak Boleh Ditawar Lagi demi Kebahagiaan Pernikahanmu Kelak

4 Fase dalam Pacaran yang Harus Kamu Lewati untuk Hubungan yang Mantap Menuju Pernikahan

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan

Tak Seindah Dongeng, Inilah 3 Realita yang Saya Pelajari dari Kisah Cinta Orangtua Saya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wanita, Periksa Kesiapan Pasanganmu untuk Menikah Lewat 4 Pertanyaan Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Febriwan Harefa | @febriwanharefa

Seorang thinker of out the box, dreamer dan penganut filosofi hidup sederhana. Mengajar, Menulis, dan Menerjemahkan adalah cara saya untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar