Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar Sebagai Pemenang

Reflections & Inspirations

[Image: inquisitr.com]

5.7K
"Kak, apa yang bisa saya buat jika jari saya harus hilang tiga?"

Apakah kamu sedang merasa gagal?

Kegagalan, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Entah gagal dalam bisnis, pekerjaan, gagal menjalin asmara, ataupun gagal mewujudkan impian. Kesedihan adalah reaksi yang wajar ketika seorang manusia mengalami kegagalan. Namun, membiarkan diri berlama-lama larut dalam kesedihan akan membawa seseorang masuk ke dalam situasi keterpurukan.

Bagaimana bangkit dari keterpurukan?



1. Belajar dari Qian Hongyan

Qian Hongyan adalah seorang gadis Tiongkok berusia 20 tahun. Pada usia 3 tahun, ia dan keluarganya mengalami sebuah kecelakaan mengerikan. Untuk menyelamatkan nyawanya, kaki dan pinggul Hongyan harus diamputasi. Karena keterbatasan ekonomi, keluarga tak mampu membeli alat penyangga tubuh untuk Hongyan. Kedua orangtuanya hanya mampu memberikan potongan bola basket sebagai penopang agar Qian kecil bisa 'bergerak', serta sepasang sikat untuk dipegang di kedua tangan sebagai pengganti kaki. Karena bola basket yang menempel di tubuhnya itu, Qian mendapat julukan 'basketball girl'.

[Image: youtube]

Kondisi demikian tidak membuat Qian berputus asa. Ia tetap menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Hingga suatu hari di bulan Mei 2007, Qian menghadiri pertandingan olahraga di Kunming. Itulah momen lahirnya impian Qian untuk menjadi seorang atlit renang. Selepas pertandingan itu, ia meminta Zhang Honghu, seorang pelatih renang khusus, untuk melatihnya menjadi atlit kelas dunia. Qian bermimpi untuk mewakili China di paralimpiade [paralympic games].

Semangat dan tekad kuatlah yang dapat membantu Qian mewujudkan impian. Bayangkan betapa sulitnya berenang dengan hanya mengandalkan lengan! Namun Qian, yang cacat itu, tak hanya mampu berenang, ia rutin menempuh jarak 2000 meter setiap hari, juga melakukan sit up, dan mengangkat beban untuk melatih kekuatan otot-ototnya.

Beberapa saat sebelum pertandingan kualifikasi untuk paralimpik London 2012, ayah Qian meninggal. Di tengah masa duka yang kelam, Qian maju bertanding. Medali perunggu berhasil diraih, namun itu tak cukup untuk mengantarkannya berkompetisi di London. Qian gagal masuk tim paralimpik China. Ia pun pulang ke kampung halaman dengan hati sedih.

Tak berlama-lama larut dalam kesedihan, Qian bangkit lagi. Ia kembali berlatih dengan keras, mengikuti pertandingan-pertandingan, dan memenangkan medali-medali. September 2014, Qian memenangi lomba renang gaya dada nomor 100 meter di Yunnan Provincial Paralympic Games. Keberhasilan tersebut kembali membuatnya menjadi sorotan publik. Dan akhirnya, tahun 2016 Qian berhasil mewakili China di Paralimpiade Rio.

[Image: ributrukun.com]

Qian telah berhasil mengubah masa kecilnya yang menyesakkan menjadi sebuah kehidupan yang sarat inspirasi. Kegagalan dan air mata yang datang silih berganti tak menjadikannya putus harapan. Dengan kerja keras dan tekad bulat, segala sesuatu menjadi mungkin untuk dicapai. Karena masa depan sungguh ada bagi mereka yang berjuang meraihnya.

Baca Juga: Masa Lalu Suram, Masa Kini Terasa Berat? Melangkah Maju dan Yakinlah, Ada 4 Hal Indah di Balik Tiap Kepahitan yang Kamu Alami



2. Masa Lalumu Bukanlah Dirimu

Seorang pemudi menangis tersedu-sedu di hadapan saya. Diputus pacar, katanya. Saya heran, mengapa ia sampai harus menangis sedemikian rupa jika sekadar karena baru diputus pacar. Dari ceritanya kemudian saya baru paham. Semua, segalanya, sudah ia korbankan untuk sang [mantan] pacar. Materi hingga harga diri, seluruhnya ia beri. Lalu, apa yang didapatnya sebagai balasan? Sakit hati dan sejuta malu. Karena lelaki itu pergi, meninggalkan dirinya, menikahi perempuan lain yang terlanjur hamil.

Kenyataan pahit membuatnya begitu terpuruk. Jangankan melangkah ke depan, bangkit saja ia tak mampu.

Dalam kegundahan hati, ia menghampiri Tuhan. Jujur mengakui bahwa apa yang telah dilakukan dengan sang mantan - hubungan seksual di luar nikah - itu salah, dosa. Menyesali dan mengakui dosa telah memulihkan hati dan jiwanya. Ia pun kemudian bangkit dan mulai menata kembali jalan hidupnya di jalur yang benar.

[Image: Anthem of Hope]

Tepat setahun babak gelap kisah hidup itu berlalu, Tuhan memberinya seorang pendamping hidup. Lelaki yang mau menerima diri dan masa lalunya - sekelam apa pun itu - apa adanya. Kini, berdua mereka membangun hubungan dengan kejujuran sebagai kunci utamanya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kesalahan Menghancurkan Hidupmu! Bangkit dan Keluarlah dari Jerat Rasa Bersalah dengan 5 Langkah ini



3. Terima Diri, Langkah Awalnya

Minggu itu minggu terakhirnya bekerja di perusahaan ini. Surat pengunduran diri sudah diterima dan disetujui oleh atasan. Minggu depan ia akan mulai bekerja di perusahaan baru. Masa depan, yang lebih cerah, menunggu di depan mata.

Ia masih masuk kerja di hari-hari terakhir ini, menyelesaikan bagian pekerjaan tanggung jawabnya yang masih tersisa. Siang itu ia sedang memotong kertas. Suasana kantor memang selalu cair, sesama kawan saling bercanda dengan santai. Apa mau dikata, petaka kerap kali hadir meski tak pernah diundang. Tanpa sengaja, seorang kawan menyenggol tangannya ketika bercanda. Pisau mesin pemotong kertas pun memotong tiga jarinya tanpa permisi.

Dokter angkat tangan. Menyerah, tak mampu menyambung tiga jari yang putus itu. "Kak, apa yang bisa saya buat jika jari saya harus hilang tiga?" tanyanya pada saya. Sedih, mendengar ia merasa tak berguna seperti itu. Namun terus terang, saya pun tak tahu harus menjawab apa. Yang jelas, pekerjaan baru, masa depan cerah yang tadinya sudah menanti untuk diraih, sirna begitu saja karena kejadian tak diharapkan ini.

Beberapa bulan lalu saya bertemu lagi dengannya. Betapa terkejutnya saya, ternyata ia tak seperti yang saya bayangkan. Bukannya menjadi orang yang lemah, tak berpengharapan dan menyedihkan, sebaliknya ia amat hidup dan penuh energi. Ia kini membuka sekolah musik, juga menjadi pianis gereja. Sejak dulu saya tahu, musik memang adalah passion-nya. Ia mengembangkan talenta - anugerah Tuhan kepadanya.

Untuk dapat bangkit bukanlah sebuah perkara mudah. Ia harus bolak balik menjalani operasi perbaikan jaringan selama berbulan-bulan. Belum lagi upaya pemulihan trauma dan luka hati, yang tentu memerlukan proses lebih rumit dan waktu lebih lama.

[Image: ributrukun.com]

Ia menyerahkan hatinya, yang saat itu dipenuhi dengan kemarahan, kekecewaan, dan kepahitan kepada Tuhan. Meminta Tuhan mengubahkan dan mempersilakan Tuhan berkarya dalam hidupnya. Dengan pertolongan Tuhan, ia mampu melepaskan pengampunan dan melangkah maju, menyongsong masa depan dengan penuh pengharapan.

Baca Juga: Tak Diharapkan Lahir oleh Ibu, Tak Dicintai Bahkan oleh Diri Sendiri. Saya Pulih, Bangkit dan Menata Masa Depan karena 5 Hal Ini


Jika saat ini semangatmu patah dan kamu merasa ingin menyerah saja, ingatlah tiga kisah di atas. Belajarlah dari semangat hidup mereka, orang-orang biasa - seperti kamu dan saya, untuk bangkit dari keterpurukan. Jika mereka bisa, kamu pun pasti dapat melaluinya.

Jangan dulu menyerah. Beri dirimu kesempatan, sekali lagi.

Berjalan bersama Tuhan, kamu pasti bisa!



Baca Juga:

Inilah Kisah Perjuangan Hidup Sahabat Saya: Seorang Anak Pemulung yang Berhasil Menyelesaikan Studi D3

Odil, Gadis Kecil dengan Kelainan Struktur Wajah Langka yang Membuat Saya Belajar Memaknai Kembali 7 Hal yang Sungguh-Sungguh Penting dalam Hidup

Depresi Hingga Nyaris Bunuh Diri, 8 Hal ini yang Menyadarkan Bahwa Hidup ini Terlalu Singkat untuk Diratapi, Terlalu Berharga untuk Disia-siakan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar Sebagai Pemenang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Elisa Aprilia | @elisaaprilia

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar