Setelah Lama Menikah dan Tak Kunjung Hamil, Saya Lakukan Bagian Saya untuk Memeriksa 7 Hal ini. Akhirnya Anugerah Kehidupan itu Diberikan kepada Saya

Marriage

[Image: mamy.co.il]

10K
Berapa banyak dari kita yang menganggap bahwa jodoh, rezeki, dan anak ada di tangan Tuhan, sehingga hanya menunggu dan pasrah dengan keadaan? Padahal Tuhan memberikan koreknya, dan kitalah yang harus menyalakan apinya.

"Sudah menjalani pernikahan selama sekian tahun kok masih belum memiliki momongan juga?" mungkin bisa dinobatkan sebagai pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang kepada Anda dan pasangan. Anda pun mau tak mau akhirnya merasa itu menjadi semacam momok yang menghantui kehidupan pernikahan Anda. Pesta jamuan, reuni, arisan, bahkan kumpul-kumpul santai dengan teman rasanya telah berubah menjadi ajang interogasi dan penghakiman yang semakin lama semakin menakutkan bagi Anda.

Dahulu saya pun pernah merasakannya. Khawatir, takut, sedih, putus asa, bingung menghadapi pertanyaan orang-orang, yang sejujurnya, juga saya dan pasangan tanyakan kepada diri kami sendiri. Akibatnya, banyak pasangan akhirnya jadi menutup diri dan merasa enggan untuk saling sharing ke pasangan (apalagi ke orang lain) perihal belum hadirnya seorang anak dalam kehidupan pernikahan mereka. Meskipun dapat dipahami, sikap demikian sebenarnya kurang tepat juga. Terlepas dari ada orang-orang yang bertanya semata karena karena ingin bertanya, banyak juga yang karena didorong oleh kepedulian, ingin membagikan informasi dan pengalaman mereka dalam menghadapi pergumulan yang sama, yang justru mungkin dapat membantu Anda.

Inilah 7 hal penting yang, berdasarkan pengalaman saya, harus diperhatikan oleh setiap pasangan yang sedang berjuang untuk memperoleh momongan:


1. Tidak Boleh Capek

Di dunia yang semakin kompetitif ini, banyak pasangan muda bekerja siang malam tiada henti. Waktu akhir pekan pun masih diisi dengan acara kumpul-kumpul bersama keluarga, kolega, dan lain-lain; diberi judul 'upaya refreshing', namun pada kenyataannya, malah membuat diri semakin lelah dan menambah level stres. Kondisi kejiwaan atau stres merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab masalah kesehatan. Kondisi kejiwaan tidak hanya memengaruhi kesehatan emosional, tetapi juga akan menyebabkan masalah lain, yaitu infertilitas pada pria. Selain faktor kondisi kejiwaan, kondisi fisik tentu memegang peranan yang tak kalah penting. Jika kondisi fisik capek, kualitas hubungan intim pun tidak akan maksimal. Jumlah dan kualitas sperma pun akan menurun. Pada wanita, level stres yang tinggi dapat mengganggu siklus menstruasi. Jadi, penting untuk menjaga tubuh dan pikiran berada dalam kondisi rileks.


2. Cek Fisik Anda

Belum memiliki anak setelah satu tahun usia pernikahan adalah kondisi yang mengharuskan Anda dan pasangan untuk mencari pandangan ahli dari sisi medis. Ya, pergilah ke dokter kandungan untuk mengecek kesehatan alat reproduksi Anda. Apakah rahim Anda bermasalah karena adanya kista atau myoma, atau ukuran sel telur yang kecil sehingga sulit untuk dibuahi sperma? Tidak hanya istri, suami juga harus melakukan cek kesehatan alat reproduksi. Nah ini penting, banyak terjadi kaum pria hanya menyalahkan wanita yang kurang subur, padahal tidak tertutup kemungkinan masalahnya sebenarnya ada pada Anda, kaum pria.


3. Atur Asupan Gizi Anda

[Image: smartwomeninspiredlives.com]

Salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan alat reproduksi adalah dengan melakukan diet sehat yang seimbang. Program diet sehat ini bisa dengan cara mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan, juga asupan seimbang protein, karbohidrat, dan jika masih dirasa perlu, suplemen multivitamin. Jangan lupa dibarengi dengan gaya hidup yang sehat pula. Tidak merokok dan minum alkohol. Berolahraga secara teratur juga akan membuat sperma menjadi lebih aktif. Menurut penelitian Diana Vaamonde, PhD dalam bukunya "Exercise and Human Reproduction", berolahraga secara rutin dapat merangsang produksi hormon testosteron yang sangat sehat pada pria.


4. Berkomunikasilah dengan Pasangan Ketika Berhubungan

[Image: scoop.ng]

Selain berhubungan lebih intensif, pasangan suami istri juga harus mengetahui kapan waktu berhubungan yang tepat. Bukan hanya intensitas hubungan yang penting, melainkan juga kualitas hubungan itu sendiri. Ketika berhubungan, pasangan harus saling memahami bagian mana dari tubuh pasangan yang ingin atau tidak ingin disentuh, serta gaya making love apa yang paling membahagiakan pasangan. Hal-hal tersebut perlu dikomunikasikan secara terbuka antara suami istri.


5. Carilah Variasi dalam Berhubungan

[Image: dailymail.co.uk]

Jarang melakukan hubungan intim, selain dapat menurunkan kadar sperma juga dapat menyebabkan bentuk sperma berubah menjadi tidak sehat. Untuk menghindari kejenuhan, teruslah mencari variasi dalam berhubungan suami istri yang sama-sama disukai dan disetujui oleh pasangan.


6. Honeymoon Kedua, Ketiga, dan Seterusnya

Jadwalkan traveling dan wujudkanlah liburan yang benar-benar dinikmati oleh kalian berdua. Jangan ada orang lain yang ikut serta, saudara, teman, atau bahkan orangtua sekalipun.


7. Alternatif Lain

Jika 6 hal di atas sudah dijalani dan belum juga memberikan hasil, langkah berikutnya adalah mencoba program bayi tabung. Tidak ada salahnya menggali informasi sebanyak mungkin soal proses inseminasi buatan. Memang masih ada yang menganggap jalan ini sebagai jalan yang tidak biasa, namun bukankah tidak semua pasangan juga bisa mendapatkan anak dengan jalan konvensional, jalan yang biasa? Selain anggapan tersebut, masalah biaya juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jalan ini tidak banyak diambil oleh pasangan yang menantikan keturunan; biaya yang dikeluarkan relatif besar dengan tingkat keberhasilan masih 50:50.


[Image: setapartgirl.com]

Jikalau semua daya upaya telah dijalani, semua jalan rasanya sudah ditempuh, maka langkah terakhir adalah berdoa dan bernazar.

Di dalam sebuah kitab, saya membaca kisah seorang ibu yang bernama Hana. Ia sangat ingin memiliki seorang anak. Segala cara telah dilakukannya, namun ibu Hana ini divonis mandul. Karena tidak bisa memberikan keturunan, suaminya pun menikah kembali dengan perempuan lain. Hati Hana sering disakiti oleh madunya. Karena tidak tahan, suatu waktu Ia berdoa dan bernazar, jika Tuhan memberinya seorang anak, maka anaknya itu akan Ia persembahkan menjadi pelayan Tuhan. Segera setelah itu, Hana hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki untuk suaminya. Tuhan memberinya anak.

Berapa banyak dari kita yang menganggap bahwa jodoh, rezeki, dan anak ada di tangan Tuhan, sehingga hanya menunggu dan pasrah dengan keadaan? Padahal Tuhan memberikan koreknya, dan kitalah yang harus menyalakan apinya. So, bagi Anda yang masih menantikan seorang anak dalam pernikahan, mari berusaha belajar dan menggali informasi lebih lagi. Lakukan bagian Anda dengan sebaik mungkin, lalu serahkan hasilnya pada Tuhan.

Just do the best and God will take care of the rest!


Baca Juga:

"Kok Belum Punya Anak, Sudah Lama Kan Nikahnya?" 4 Jawaban Tulus nan Cerdik Menjawab Pertanyaan Seperti Ini

Mengalami Pre-Eklampsia Membuat Saya Memahami Apa Arti Menjadi Seorang Ibu yang Sesungguhnya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Setelah Lama Menikah dan Tak Kunjung Hamil, Saya Lakukan Bagian Saya untuk Memeriksa 7 Hal ini. Akhirnya Anugerah Kehidupan itu Diberikan kepada Saya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Farida Kurniawan Fajar | @farida.k

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar