Tiga Ruang yang Kita Butuhkan untuk Mempertahankan Relasi, Sebelum Kebosanan Menghancurkannya

Love & Friendship

[image : WittyFeed]

10.5K
Memang menyedihkan, hubungan yang sudah berjalan hampir dua tahun itu harus berakhir karena rasa bosan yang dipelihara, serta ruang sendiri yang ditemukan terlambat.

Siapa yang tidak pernah mengalami kebosanan dalam sebuah hubungan?

Rasa bosan adalah warna yang selalu mendapat tempat dalam sebuah relasi. Wajar saja, tetapi akan merusak jalinan yang sudah dirajut bertahun-tahun, ketika rasa itu terus-menerus dipelihara.

Sering bertemu dan berkomunikasi saja bukan jaminan yang dapat membuat sebuah hubungan terlepas dari perasaan jenuh.


Sebuah Kisah Nyata tentang Kebosanan yang Menghacurkan Relasi

Seorang teman pernah bercerita mengenai kejenuhan yang ia rasakan setelah bertahun-tahun menjalin relasi dengan gadis pujaannya. Cinta yang pada awalnya berada di puncak gunung, kini mulai menggelinding bahkan hampir jatuh ke dalam sebuah lembah.

Baiknya, teman tersebut tidak berniat untuk memutuskan kekasihnya. Tetapi, sayangnya, rasa bosan itu tidak bisa menjauh darinya. Meski kuantitas pertemuan dan komunikasi diperbanyak, kebosanan itu tidak kunjung pergi, malah semakin menjadi-jadi.


Salahnya, karena tidak tahan dengan kejenuhan itu, tanpa dikomunikasikan dengan sang pacar, ia memilih untuk menjauh dari si pacar dan memutuskan segala bentuk komunikasi selama beberapa hari. Tentu saja ini bukan solusi yang terbaik. Akibatnya, keputusan untuk tidak berkomunikasi selama beberapa hari dengan pacar ternyata membuat hubungannya semakin runyam dan tidak menemukan jalan keluar.


Setelah menyendiri selama beberapa hari, ia kembali kepada kekasihnya dan menjelaskan apa yang dialaminya. Ia bercerita bahwa di dalam kesendirian, rindu adalah teman sehari-harinya. Di dalam situasi sendiri, ia semakin memahami tujuan dan makna cinta itu sendiri. Di dalam ruang sendiri, ia menemukan solusi terbaik untuk mengatasi rasa bosan yang sedang melanda hubungan mereka.
[image : Báo Phụ Nữ Việt Nam]


Berharap akan dimengerti dan dipeluk oleh kekasih, sebaliknya tamparan dan perasaan geram yang didapat olehnya. Ternyata, sang kekasih sudah terlanjur kecewa dan merasa sudah terkhianati. Tidak peduli dengan semua penjelasan yang penuh romantika, si gadis pujaan memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hubungan mereka. Memang menyedihkan, hubungan yang sudah berjalan hampir dua tahun itu harus berakhir karena “rasa bosan” yang dipelihara, serta “ruang sendiri” yang ditemukan terlambat.

Baca Juga : Wanita, Jangan Sampai Menjadi Korban PHP! Inilah 5 Tanda Pria Tak Serius Menjalani Relasi

Kisah itu membuat saya belajar bahwa seharusnya, ruang sendiri tidak diciptakan pada waktu kebosanan sudah mulai menghampiri, tetapi sengaja dibangun di sepanjang perjalanan menjalin cinta.

Ruang sendiri perlu ada dalam sebuah relasi, bukan hanya sebagai solusi menangkis rasa jenuh, tetapi sebagai cara untuk menemukan makna cinta yang sesungguhnya.


Ruang untuk Membangun Intimasi Dengan Tuhan

[image : The Scottish Sun]

Ruang sendiri dalam sebuah relasi berguna untuk membangun intimasi dengan Tuhan. Ruang sendiri menjadi tempat bertanya kepada Tuhan mengenai relasi yang sedang dibangun saat ini. Apakah ada Tuhan di dalam hubungan yang sedang dijalin atau tidak? Atau apa yang Tuhan kehendaki dalam relasi yang sedang dijalani? Di dalam ruang sendiri, pertanyaan-pertanyaan seperti itu mendapat kesempatan untuk di jawab.


Baca Juga : Buat Kamu yang Percaya Jodoh di Tangan Tuhan, Lima Panduan ini akan Menuntunmu ke Orang yang Tepat


Ruang untuk Mengevaluasi

Perlu ada ruang bagi diri sendiri untuk memberi evaluasi terhadap relasi yang sudah dibangun. Mengevaluasi adalah aspek yang sangat penting dalam segala sesuatu. Jika mau bertahan maka perlu evaluasi. Di dalam ruang sendiri, kita mendapat kesempatan bertanya pada diri sendiri mengenai apa yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan? Ruang sendiri menjadi tempat bertanya apa saja tentang relasi.


Baca Juga : Inilah Pembunuh Relationship Nomor Satu. Simak & Hindari, Niscaya Hubungan akan Harmonis Selamanya.


Ruang untuk Merindu

[image : forbes'

Sama seperti yang diungkap oleh Tulus dalam lagunya yang berjudul “Ruang Sendiri”, bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya, kita butuh ruang. Bayangkan saja setiap hari ketemu, setiap malam telponan, dan setiap jam chating. Di mana letak ruang untuk merindu? Kapan bisa menghargai rasa sepi?


Baca Juga : Tanya-Jawab 9 Detik : Bagaimana Cara Mengurangi Pertengkaran dan Menambah Kemesraan dalam Relasi?


“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?” (Dee Lestari)



Buat kamu yang berjuang untuk menjalani dan mempertahankan relasi, tulisan-tulisan ini akan memberi inspirasi :

Wanita, Periksa Kesiapan Pasanganmu untuk Menikah Lewat 4 Pertanyaan Ini

Ketika Kata-Kata Melukai Hati, Selamatkan Relasi dengan Melakukan 5 Hal Ini!

Kamu yang Masih Menunggu Jodoh yang Tepat, Ini Penting Untukmu!

Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tiga Ruang yang Kita Butuhkan untuk Mempertahankan Relasi, Sebelum Kebosanan Menghancurkannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar