3 Cara Suami Mengatakan I Love You yang Sering Tak Terdengar oleh Istri

Marriage

[Image: shutterstock.com]

11.3K
Barangkali inilah salah satu realita dalam pernikahan yang dihadapi mayoritas perempuan. Lambat laun suami tak lagi romantis, namun ekonomis. Ekonomis dalam kata, alias tak banyak bicara, dan ekonomis pula dalam hadiah, alias makin hitung-hitungan dalam memberi.

Salah satu keluhan wanita dalam pelbagai percakapan di ruang konseling adalah, ”Pak, mengapa suami saya tak seromantis dulu waktu pacaran ya? Dulu sering membawakan hadiah, mengajak saya ke tempat tempat-tempat romantis, dan kata-katanya pun puitis sekali. Tapi, sekarang suami saya jarang sekali melakukan hal-hal seperti itu.”

Sebagai seorang pria, yang juga sudah menikah, saya pun tersenyum-senyum sendiri. Barangkali itu juga keluhan istri saya. Nah, karena kebetulan saya mengenal dengan baik seorang pria yang istrinya mengeluh seperti itu, maka saya pun menanyakan kepada pria tersebut, mengapa Ia tak seromantis dulu ketika masa pacaran.

“Begini lho, Pak. Pernahkah Bapak melihat seorang pemancing memberi cacing pada ikan yang telah ditangkapnya?” Saya menggelengkan kepala, sambil mencoba menebak arah percakapan kami. “Nah, kalau sudah ‘dapat’ alias Ia sudah menjadi istri saya, tak perlu lagi khan, Pak, memberikan umpan seperti hadiah dan kata-kata romantis kepadanya?”

Kami pun tertawa lepas.

Barangkali inilah salah satu realita dalam pernikahan yang dihadapi mayoritas perempuan. Lambat laun suami tak lagi romantis, namun ekonomis. Ekonomis dalam kata, alias tak banyak bicara, dan ekonomis pula dalam hadiah, alias makin hitung-hitungan dalam memberi.

Memang, ada juga sih pria yang setelah menikah tetap romantis dan penuh kata-kata puitis. Namun, jumlah pria yang melakukan hal-hal tersebut kepada istrinya sangatlah sedikit. Bersyukurlah kaum perempuan yang mendapatkan suami yang tetap romantis dan puitis. Ya, jumlah suami yang melakukan hal-hal romantis untuk istri mereka sangat sedikit. Lebih banyak yang melakukannya untuk istri orang lain. Dan, lebih banyak lagi yang melakukan tindakan romantis, bahkan sampai overdosis, dengan tujuan untuk menutupi 'sesuatu' dari istri mereka.

“Apakah suami tak lagi sayang pada saya?” Duh, sebenarnya para pria itu paling malas menjawab pertanyaan seperti ini. Kadangkala kalau terpaksa menjawab, jawabannya malah tak menyenangkan hati, ”Kalau tidak sayang, ya kenapa saya kerja setengah mati?!” Barangkali ini jenis jawaban yang 'salah sambung' itu.

Wanita ingin mendapatkan kepastian lewat kata, sementara pria susah sekali menjawab lewat kata. Bukan tak cinta, tetapi seringkali bagi pria yang terpenting adalah karya atau tindakan nyata.

Daripada bertanya dan mendapatkan jawaban tak diharapan dari kami, wahai wanita, inilah 3 cara pria “mengatakan” “I Love You” yang seringkali tak “terdengar” oleh kalian:


1. Bertangggung jawab secara Finasial

[Image: brightonsbm.com]

Tanggung jawab finansial bukan soal berapa rupiah yang diberikan seorang pria pada istrinya, namun seberapa besar cinta yang disertakan dalam pemberian itu. Seorang pria yang mencintai pasangan dan anak-anaknya pasti akan mencari jalan untuk memberikan dukungan finansial semaksimal mungkin. Percakapan-percakapan di seputar warung kopi sederhana menunjukkan betapa upaya mencari penghasilan tambahan itu salah satu concern utama pria yang cinta keluarga.

“Anak sudah makin besar, Pak. Perlu siap-siap untuk masuk perguruan tinggi,” tutur seorang teman ngopi di sebuah warung sederhana. Padahal anaknya belum juga lulus SMP.

Bagi sebagian besar pria, urusan pekerjaan adalah wilayah privat. Para istri akan kecewa kalau mengharapkan suaminya menjawab pertanyaan, ”Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” dengan uraian panjang lebar. Paling jawaban mayoritas pria pendek saja: baik atau susah. Dan setelah itu, Ia tak mau lagi bicara! Ya, sebagian pria melihat rumah sebagai tempatnya mencari ketenangan, karena itu Ia mempercakapkan masalah kerjanya di warung warung kopi bersama teman-temannya. Percakapan, atau tepatnya keluhan dan makian, seringkali terdengar dalam percakapan antarpria tentang pekerjaan.

Bagi pria, kerja adalah cinta yang mewujudnyata. Tak perlu kata-kata, biarlah pria mencintai istri dan anak-anaknya lewat karyanya.


2. Memberi Perhatian pada Anak-Anak

[Image: babyclub.asda.com]

Memang mayoritas pria tak ekspresif dalam kata, namun bukan berarti tak perhatian. Di balik kesan cuek dan tak peduli yang mungkin ada, pria yang mencintai anak-anaknya akan mewujudkan cinta itu dalam bentuk perhatian.

Bila sepulang kerja, seorang suami masih bersedia menemani anak-anak bermain walau akhirnya ketiduran karena kelelahan, maka Ia adalah pria yang mencintai istrinya. Bila sepulang kerja yang melelahkan, Ia masih mau bertegur sapa dan bercanda dengan anak-anaknya, apalagi kalau bukan karena cinta? Saya tahu bahwa pria mungkin merasa canggung dengan anak perempuan yang beranjak remaja. Kadangkala ada jarak yang mungkin terasa. Tak banyak lagi kata dan main bersama. Namun, kesediaan untuk mengantar anak ke sekolah atau menjemput dari les dan kampus walau dalam diam adalah bentuk perhatian.

Betul, sekali-kali para suami itu marah dengan sangat keras pada anak-anak. Tentu saja hal ini perlu dicermati para istri, agar kemarahan itu tak berlebihan. Pada umumnya pria marah dan menjadi banyak berkata-kata karena hal-hal itu tersimpan di dalam hati dan pikirannya selama ini. Tak mudah bagi pria untuk menemukan jalan mengekspresikan perhatiannya. Rasa marah barangkali adalah pintu yang terbuka bagi pria untuk mengungkapkan isi hatinya.

Bagi pria, anak-anak adalah masa depannya. Pria akan tahan dalam bekerja keras, sepanjang ia melihat ada harapan di masa depannya.


3. Membantu Tugas Rumah Tangga

[Image: cdn.abclocal.go.com]

Pada umumnya terjadi pembagian tugas, yang walau memang bias gender, namun terjadi dalam hidup sehari-hari: Pria bekerja mencari nafkah, sedangkan wanita bisa saja mengatur rumah tangga atau sekaligus juga bekerja. Bagi wanita yang juga bekerja, maka tugas mengatur rumah tangga jelas membutuhkan energi ekstra. Sebaliknya, pria seringkali merasa bahwa urusan rumah tangga bukanlah bagian dari tugas mereka. Para pria cenderung melihat rumah sebagai tempat untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan. Itu sebabnya, seringkali para istri merasa heran mengapa suami mereka tak bersedia melakukan tugas rumah tanggal kecil, seperti menolong membersihkan dan merapikan rumah. Ataupun kalau para suami bersedia melakukan hal-hal ini, maka ekspresi wajah mereka akan nampak tak menyenangkan. Sebagian suami malah gemar menunda-nunda dan akhirnya tak terkeskekusi.

Jadi, apabila ada seorang pria yang bersedia dan sukarela melakukan atau membantu tugas rumah tangga, maka jelaslah itu adalah wujud cintanya pada keluarga. Walaupun tak serapi dan sebersih perempuan, tapi terimalah itu sebagai bagian dari cara pria untuk mencintai keluarganya.

Bagi pria, rumah adalah tempatnya mendapatkan rasa nyaman dan tentram. Bila Ia bersedia “terganggu” untuk membantu aktivitas rumah tangga, maka apa artinya itu jika bukan cinta?

Ya, begitulah pria. Ia bisa saja tak romantis dan puitis lagi. Namun, “dengarkanlah” ungkapan cintanya lewat tindakan-tindakannya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Cara Suami Mengatakan I Love You yang Sering Tak Terdengar oleh Istri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @wahyupramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar