Tetap Bersukacita di Tengah Sakit? Mungkin! Inilah 5 Rahasianya!

Reflections & Inspirations

[image: Wine Tour Italia]

2K
Ada satu peribahasa yang mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Oleh karena itu, daripada terus-menerus mengutuki kehidupan, bukankah lebih baik melihat sakit dengan perspektif yang berbeda?

Ini adalah cerita teman saya. Saya memanggilnya Ko Yonatan. Dia adalah teman satu kampus. Ko Yonatan mengalami penyakit yang sudah dibawanya sejak masa kecil. Sakit yang dialaminya tidak hanya satu. Dia mempunyai penyakit di bagian dadanya, lambungnya, juga satu bagian yang paling menyiksa dia adalah bagian dalam anusnya yang terasa sangat gatal dan sakit, tetapi tidak bisa diobati.

Kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Dia sangat kurus, bahkan seperti tinggal kulit yang membalut tulangnya. Waktu saya masih sekampus dengannya (sebelum dia keluar dari kampus), dia hanya makan nasi putih yang dilembutkan dan beberapa jenis sayur tanpa garam. Setiap hari dia merasakan kesakitan yang luar biasa.

ringkasan pemuridanAkan tetapi Ko Yonatan adalah seseorang yang hebat. Prinsip hidupnya adalah “tetap tersenyum” dalam keadaan apa pun.

Satu kata yang seringkali diucapkan kepada kami adalah:

“God is good all the time, and all the time God is good.”

Inilah kata-kata positif yang selalu kami dengar. Kerap kali, dialah yang menjadi penguat kami ketika kami mengalami masalah yang tak seberapa.

Karena terinspirasi dengan hidupnya yang terus bersukacita, saya pun bertanya kepadanya mengenai tips agar tetap bisa bersukacita dalam keadaan sakit. Inilah tips darinya:



1. Beriman kepada Tuhan bahwa keadaan saat ini adalah yang terbaik

[image: ananweb]

Bagi kita yang percaya kepada Tuhan, percayalah Tuhan yang Maha Kuasa tidak pernah kebetulan atau salah menciptakan seorang manusia dan kemudian membiarkannya begitu saja.

Inilah yang menjadi prinsipnya, bahwa Tuhan mempunyai rencana. Tuhan mempunyai maksud tertentu ketika dia sakit dan keadaannya tersebut adalah kondisi terbaik yang Tuhan berikan.

Satu kata-katanya yang masih terngiang dalam benak saya, dia mengatakan, “Justru ketika sakitlah, saya semakin merasa Tuhan itu baik.”

Ini adalah sebuah tips bagi kita yang sakit. Tetaplah percaya dan beriman bahwa Tuhan itu tetap baik.



2. Berserah: mengeluh tak akan mengubah apa pun

Ada kalanya penyakit yang dialami tidak bisa disembuhkan secara medis. Maka agar tetap bersukacita, kita harus berserah kepada satu Pribadi yang lebih besar dari manusia. Kepada-Nyalah kita merasa aman dan damai, karena ada Pribadi yang jauh lebih berkuasa yang masih memelihara.

Baca Juga: Jatuh Sakit? Jangan Terus Mengeluh, Syukurilah 4 Hal Ini



3. Bersyukur dan mengingat hal-hal baik yang telah terjadi dalam hidup kita

[image: quotefancy]

Daripada mengutuki kehidupan dan kehilangan sukacita, lebih baik kita selalu bersyukur dalam keadaan apa pun. Sebenarnya kondisi sakit bisa menjadi satu momen penting untuk mengingat kembali hal-hal baik yang telah terjadi dalam kehidupan kita dan kemudian kita dapat mensyukurinya.

Baca Juga: Ajarlah Anak Bersyukur agar Tak Mudah Putus Asa. Ini Caranya!



4. Berjuang untuk kesembuhan dan temukan pengharapan itu

Ada banyak orang menyerah dengan sakitnya, sehingga tidak mau berjuang dan tidak menemukan pengharapan. Perjuangan untuk tetap memelihara pengharapan untuk kesembuhan akan membuat kita merasakan sukacita. Meskipun kecil kemungkinan untuk sembuh, bukankah berjuang untuk sukacita juga hal yang layak untuk dilakukan?

Baca Juga: Untuk Pearl, Si Mungil yang Berjuang Melewati Pre-Eklampsia dan Kelahiran Prematur Bersama Mama: Besar Kekuatanmu, Nak!



5. Melakukan disiplin-disiplin rohani

Masa sakit juga bisa menjadi satu masa kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Daripada berdiam diri, ada lebih baiknya jika kita melakukan disiplin-disiplin rohani. Misalnya berdoa, bernyanyi memuji Tuhan, membaca kitab suci, dan sebagainya. Ini adalah cara bagaimana kita tetap merasa dekat dengan Tuhan dan mengalami sukacita.


***


Ada satu peribahasa yang mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Oleh karena itu, daripada terus-menerus mengutuki kehidupan, bukankah lebih baik melihat sakit dengan perspektif yang berbeda?

[image: The Secret Truth About]

Bukan berarti sakit harus bersedih.

Bersukacita adalah pilihan!


Mungkinkah? Mungkin saja, dan sudah ada buktinya!


Bersedih dalam masa sakit tidak akan mengubah apa pun. Akan tetapi, memilih untuk bersukacita, sekalipun tidak sembuh, setidaknya akan membuat kita tidak lagi tersiksa oleh kesedihan kita.

Setidaknya jika kita memilih bersukacita, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan. Misalnya kita akan menjadi orang yang memberkati orang lain, menginspirasi orang lain, tidak menyusahkan orang terdekat kita karena khawatir kepada kita, dan masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya.






Baca Juga:

Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukan Perhatian dan Menjaga Diri tetap Sehat

Menderita Kelainan Tulang Belakang Menahun, Inilah 7 Hal yang Membuat Saya Mampu Berdiri Tegak, Menghadapi, dan Melaluinya




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tetap Bersukacita di Tengah Sakit? Mungkin! Inilah 5 Rahasianya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yogi Liau | @yogiliau

Mahasiswa tingkat akhir STT Bandung

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar