Tertawa itu Baik untuk Tubuh dan Jiwamu! 3 Hal ini Membuktikannya

Reflections & Inspirations

genheration

2.1K
Setiap orang yang hidup di dunia yang begitu keras ini perlu merasakan keindahan dari sebuah tawa.


“Ayo ngguyu ha ha ha ha ha... Ngguyu maneh ha ha ha ha ha...”

Ini adalah sebaris penggalan lirik lagu lawas yang pernah saya dengar dahulu.


Judul lagu ini adalah "Ayo, Ngguyu!", yang artinya "Ayo, Tertawa!" Lagu ini adalah lagu kocak yang menjadi lagu kenangan saya sejak dari masa kecil saya. Sementara orang lain bisa jadi memiliki lagu kenangan yang bernuansa romantis dan mungkin pernah dinyanyikan ketika menyatakan cinta kepada kekasihnya, atau lagu manis yang dinyanyikan orangtua ketika menidurkan dirinya dan masih diingatnya sampai dewasa, atau juga lagu pop yang sering dinyanyikan orang pada zamannya, saya malahan menyukai lagu yang sebagian liriknya berbunyi: "Ayo ngguyu, ... ngguyu maneh. ...” yang dalam bahasa Indonesianya, "Ayo tertawa, ... tertawa lagi...."

Saya pertama kali mendengarkan lagu ini ketika masih sekolah dasar melalui sebuah tayangan di Stasiun TV Nasional. Saat itu tidak semua orang bisa melihat tayangan TV swasta karena untuk bisa menikmatinya kita harus memasang antena parabola.

Seingat saya, ada beberapa penyanyi yang menyanyikan lagu ini, dan tentu mereka menyanyikannya sambil betul-betul tertawa. Entah mengapa, saat itu saya sangat senang sekali melihat tawa mereka, dan kemudian saya pun menjadi ikut-ikutan suka tertawa.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai suka membaca. Jika saya membaca majalah, maka saya akan terlebih dahulu mencari rubrik humor. Saya juga suka menonton acara-acara lawak atau pun film-film komedi di TV. Yang terbaru, saya sekarang suka melihat para komikus yang membawakan stand-up comedy. Menurut saya mereka itu hebat karena telah berjuang keras dan dengan penuh keseriusan berusaha membuat para penonton tertawa.

Di bawah ini saya yang suka tertawa, dan juga suka mengajak serta melihat orang tertawa ingin membahas soal tertawa ini.

Baca juga: 3 Pengalaman Lucu, Seru dan Mengharu Biru di Tahun Ajaran Baru


Tertawalah: Hidup Tidak Seburuk yang Kita Kira

americangenius

Ada banyak alasan yang membuat kita tidak bisa tertawa; mulai dari terkena sariawan, terserang sakit gigi, terjangit sakit perut dan mungkin tertular sakit-sakit yang lain. Bisa juga kita tak mampu tertawa karena ada begitu banyak masalah dan beban hidup yang harus kita pikul dan terasa sangat berat sehingga kalau kita tertawa maka akan membuat kita tampak seperti kurang prihatin dan malah terkesan menganggap remeh masalah. Atau, bisa juga kita memang dilarang tertawa oleh lingkungan kita, karena lingkungan itu begitu serius sehingga tertawa dianggap bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan.

Saya ingat judul sebuah rubrik di majalah yang pernah saya baca waktu kecil yaitu “Tertawa Itu Sehat.”

Ada juga kata-kata bijak yang mengatakan bahwa “hati yang gembira adalah obat.”

Wah, kedua kalimat ini bisa menjadi ancaman bagi para dokter dan para penjual obat, karena ketika semua orang tertawa dan menjadi sehat, maka tidak akan ada lagi orang yang memeriksakan diri ke dokter dan tak ada lagi yang membeli obat.

Tetapi ternyata keadaannya tentu tidak seperti itu. Meskipun suka, bahkan selalu tertawa, kita tetap bisa sakit dan perlu minum obat. Tetapi harus kita akui, bahwa ketika kita tertawa, maka hidup akan menjadi jauh lebih indah karena kita tidak membiarkan diri kita hanya berada di dalam suasana dukacita dan selalu bersungut-sungut. Tentunya, tawa yang dimaksud di sini adalah yang berasal dari hati yang bahagia.

Jadi, ketika kita renungkan baik-baik kehidupan ini, sebetulnya ada terlalu banyak alasan bagi kita untuk bisa tertawa. Meskipun kita sedang sakit ataupun sedang ada masalah, hidup ini sebenarnya tidak seburuk yang kita kira. Pasti masih ada hal-hal baik yang bisa kita lihat dan rasakan.

Saya yakin, tidak ada orang yang hidupnya hanya berisi kesulitan saja, dan akan selalu ada kejutan-kejutan indah yang bisa membuat dia merasa bisa merasa bahagia.

Dan ketika menjalani hidup ini dengan tawa, maka beban kita pasti akan menjadi lebih ringan dan pasti akan menjadi lebih “sehat”.

“Ayo ngguyu, ha ha ha ha ha ...."

Baca juga: Patah Hati setelah Putus Cinta, Saya Berhasil Mengembalikan Tawa dan Ceria lewat 4 Aktivitas ini


Tertawalah: Bawalah Kebahagiaan pada Dunia

Tertawa--dan bukan menertawakan--pasti akan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita. Sama seperti badut yang dirias untuk tersenyum, meskipun hatinya mungkin sedang menangis, dia akan selalu terlihat sedang senang dan tertawa. Sikap badut itu akan membawa keceriaan bagi setiap orang yang melihatnya. Tentu kita tidak diajak untuk berpura-pura, tingkah-laku Si Badut akan jauh akan lebih berdampak ketika dia juga tetawa dengan hati dan bukan hanya berpura-pura.

Satu kali ketika beribadah di suatu gereja, semua orang yang hadir saat itu terlihat merasa sangat bahagia. Mengapa? Karena pendeta yang saat itu berkotbah menutup kotbahnya dengan satu humor yang sangat lucu. Kami semua tertawa terpingkal-pingkal, sampai tidak sadar kalau pendeta itu sudah duduk dan telah menyelesaikan kotbahnya. Kami saling melihat dan memberikan senyum satu dengan yang lain, sambil tersadar kalau tawa kita harus berhenti dan ibadah kembali dilanjutkan. Tawa sudah selesai, tetapi hati terasa senang.

Tertawa bukan hanya membahagiakan kita, tetapi juga orang lain.

Tertawa harus dimulai dari hati yang dipenuhi dengan ucapan syukur, kemudian dengan tulus ditunjukkan keluar. Jika kita Anda merasa sulit untuk tertawa, maka mulailah dengan tersenyum. Kemudian berikanlah tawa kepada orang lain. Ketika masih ada kesempatan, ajaklah orang untuk bisa ikut tertawa. Dengan demikian dunia ini akan menjadi penuh tawa dan kebahagiaan.

Bagaimanapun sulitnya tantangan hidup ini, kita harus menjalaninya dengan penuh kebahagiaan. Hidup yang hanya satu kali ini tidak seharusnya diisi dengan sungut-sungut.

Ngguyu maneh, ha ha ha ha ha ...."

Baca Juga : Anak Nakal? Pikirkan 2 Hal yang Akan Meredakan Amarah Ini


Tertawalah: Tertawalah demi Tertawa Itu Sendiri

psyalive

Ketika tinggal di asrama, saya menemukan ada dua buku di common room yang tidak jelas siapa pemiliknya. Namun demikian, sepertinya semua penghuni asrama pernah membaca kedua buku tersebut, atau paling tidak pernah memegang dan melihatnya. Kedua buku itu adalah Komik “Mr.Q” dan buku “Mati Ketawa ala Rusia.” Saya sangat geli dan tertawa kecil ketika membaca "MR. Q". Ya, saya hanya tertawa kecil karena saya memang dikenal sebagai orang yang kurang ekspresif. Sesaat kemudian, saya terdiam dan berpikir kalau judul buku "Mati Ketawa ala Rusia" sepertinya lebih cocok diganti dengan “Mati Tidak Ketawa ala Rusia.” Tetapi menariknya, ada teman lain yang justru tertawa ketika membaca buku yang saya anggap tidak lucu itu.

Kita ini memang unik, karena itu kita boleh tertawa dengan cara kita masing-masing.

Yang pasti, kita semua perlu untuk tertawa dan juga membagikan tawa supaya setiap orang yang hidup di dunia yang begitu keras ini bisa merasakan keindahan dari sebuah tawa. Keindahan yang terpancar dari hati yang dipenuhi kebahagiaan karena Si Pemilik Hati tahu kalau hidupnya begitu berharga dan dia masih dimampukan untuk bisa menghadapi setiap tantangan dengan baik.

“Ha ha ha ha ha”


Klik di sini untuk membaca artikel menarik lainnya:

Reuni Bukan Ajang Pamer, Inilah 3 Cara Menjadikan Reuni Asyik

Kenali Tiga Penyebab Hancurnya Pernikahan yang Sering Terjadi Tanpa Disadari



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tertawa itu Baik untuk Tubuh dan Jiwamu! 3 Hal ini Membuktikannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Alibaba Alibabi | @alibabaalibabi

okedeh saya akan lebih sering tertawa dan mendengar kata kata mutiara