Terpisah Puluhan Tahun, Secara Ajaib Dipertemukan. Tuhan Ada dan Berkarya, Ini Buktinya!

Reflections & Inspirations

[Photo credit: instagram @Salmazuharaa, tribunnews]

2.8K
Tuhan bukan hanya ada, Ia berkarya dalam kehidupan kita!

“Tadi pulang sekolah aku order grabbike. Terus dapet kan drivernya. Aku gaterlalu merhatiin. Pas drivernya dateng, aku liat ternyata papahku sendiri. Fyi papa mamaku cerai udh lama gt trus gatau kabar papa lg. skrg dipertemuin sm Tuhan kaya gini caranya. Aku terharu bgt setelah gaketemu papahku bertahun2,”

begitu tulis Salmazuharaa dalam akun instagramnya.


Begitu membaca berita dan melihat foto anak dan ayah yang saling tersenyum cerah, terus terang mata saya membasah. Bikin haru.

Inilah kisah-kisah seputar orang-orang yang dipertemukan Tuhan dengan cara yang ajaib. Saya mengunduhnya dari memori saya dan menceritakannya kembali kepada Anda dengan versi saya:



Apel di pagar berduri kamp konsentrasi

Di sebuah kamp konsentrasi Nazi Jerman, seorang anak bete karena masa depan yang tidak jelas dan - ini yang menakutkannya - menunggu dieksekusi dengan cara yang mengerikan. Saat jalan-jalan di dekat pagar, dia melihat seorang gadis kecil sedang melempar-lemparkan apel di tangannya sambil melompat-lompat kecil penuh keriangan.

Sungguh kontras. Dia menghadapi hari dengan penuh ngeri. Bocah cewek itu menyapa hari dengan pipi semerah buah cherry.

Tanpa dia duga, gadis mungil itu melambaikan tangannya. Dia tidak yakin akan penglihatannya. Meskipun begitu, dia mendekat juga. Begitu dia sudah merapat ke pagar berduri yang memisahkan dua dunia ini, gadis cantik itu melemparkan apelnya ke arahnya. Hup! Dengan sigap dia menangkapnya. Hatinya pun ber-hip hip hura!

Saat apelnya jatuh ke tangan yang tepat, bocah cantik itu tersenyum manis, melambaikan tangan dan berlari menjauh.

Sejak saat itu, kehidupan di kamp yang muram itu jadi penuh harapan. Dia tidak lagi memandang pagi dengan perasaan ngeri. Sebaliknya, dia mengucapkan selamat datang kepada pagi dengan muka berseri-seri … berharap peri cantik itu datang lagi.

Hari terus berganti. Liturgi harian itu terus terjadi. Gadis kecil itu melempar apel. Dia menangkapnya dengan hati penuh pelangi.

Terus begitu. Sampai suatu hari. Dia dipindahkan dan tidak pernah bertemu lagi dengan cewek yang membuat hatinya berbunga-bunga.

Belasan tahun kemudian, seorang sahabat yang prihatin melihatnya hidup seorang diri, mengatur blind date yang dia terima dengan ogah-ogahan. Dia belum bisa move on dan melupakan gadis impian masa kecilnya. Bahkan saat mereka sudah duduk saling berhadapan pun, awkward situation terjadi. Benar-benar canggung. Kaku.

“Coba ceritakan tentang masa kecilmu,” ujarnya kepada wanita anggun di depannya.

Maka meluncurlah kisah masa kecil yang begitu indah dari teman kencannya untuk pertama kalinya itu. Sampai suatu titik, wanita yang berdandan bak lady itu menyinggung sebuah kamp konsentrasi.

“Aku biasa bermain-main di dekat pagar kamp itu dan …”

“Apakah engkau melemparkan apel ke seorang bocah laki-laki di balik pagar?” selanya.

[Photo credit: Jony Ariadi]

Wanita cantik itu terpaku beku. Pria tampan di depannya pun kaget dengan ucapannya sendiri.

Namun, saat wanita itu menganggukkan kepala, tahulah sudah, Tuhan mempertemukan mereka dengan caraNya yang ajaib.

Baca Juga: Karena Hidup Terlalu Sepi Jika Dijalani Sendiri, Tuhan Pertemukan Kami



Apa yang telah Tuhan persatukan

... tidak boleh diceraikan manusia.

Saya sangat percaya ucapan agung ini.

Sepasang kekasih baru saja melangsungkan pernikahan. Belum genap seminggu, sang suami dipaksa wajib militer dan diberangkatkan ke negara lain. Jarak memisahkan mereka. Pada zaman itu, alat komunikasi tidak secanggih sekarang. Otomatis, mereka kehilangan kontak.

Bertahun-tahun kemudian sang suami kembali dari medan tempur hanya untuk menemui kekagetan. Istrinya yang dulu dikembalikan ke orangtuanya ternyata sudah pindah rumah. Alamat tidak diketahui.

Untuk mengisi hari-harinya, secara teratur sang suami berziarah ke makam orangtuanya. Dia menjalaninya bertahun-tahun pula.

Waktu berlalu begitu cepatnya, tanpa terasa puluhan tahun sudah berlalu. Suatu hari, saat mengunjungi makam orangtuanya, dia berpapasan dengan seorang wanita tua. Saat mata mereka bersirobok, jantung mereka ikut berdetak lebih kencang.

[Photo credit: The Kitcheners]

Cinta tidak pernah padam.

Pasangan suami-istri ini saling menghampiri dan berpelukan. Tuhan telah pertemukan mereka.

Baca Juga: Dalam Suka Maupun Duka, Sehat Ataupun Sakit, Hingga Maut Memisahkan: 3 Kisah Cinta Sejati Untuk 14 Februari


“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

- St. Paul


Tuhan bukan hanya ada, Ia berkarya dalam kehidupan kita!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Terpisah Puluhan Tahun, Secara Ajaib Dipertemukan. Tuhan Ada dan Berkarya, Ini Buktinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar