7 Jurus Memanfaatkan Kartu Kredit secara Maksimal, Tanpa Menimbulkan Masalah

Work & Study

[image : cms.loangarage.com]

2.2K
Kartu kredit adalah hutang, bukan uang kita sendiri yang dapat kita pakai dan habiskan sebebasnya kapan saja.

Saya ingat betul pesan Ayah ketika Ia memberikan sebuah kartu kredit kepada saya beberapa tahun yang lalu. Pesannya hanya satu, "Nak, pakailah ini dengan bijak. Pakai pada saat kondisi yang mendesak dan darurat saja." Saat itu, ketika saya belum berpenghasilan sendiri, pesan itu berhasil saya ikuti dengan baik, dan saya pun tak menghadapi masalah yang berarti. Ketika mulai memasuki dunia kerja, euforia memperoleh kartu kredit pertama sendiri membuat pesan tersebut perlahan-lahan terlupakan. Dan, dapat ditebak apa yang terjadi: tiba-tiba tagihan kartu kredit menumpuk dan saya bingung bagaimana cara membayarnya.

Kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit memang sangat menggoda. Tinggal gesek, tanda tangan atau memasukkan PIN, TADAAAA .... Barang pilihan Anda dapat dibawa pulang! Si kartu ajaib telah melunasi belanjaan anda. Belum lagi potongan sekian puluh persen untuk berbelanja atau makan di rumah makan tertentu dengan kartu kredit dari bank tertentu, sangat menggoda iman untuk segera mengeluarkan si kartu ajaib dari dompet. Jika tidak dapat menahan diri, bukan tidak mungkin tagihan kartu kredit akan jadi sangat besar, bahkan lebih besar dari pendapatan yang dihasilkan tiap bulan.

Berikut 7 trik terbebas dari hantu tagihan kartu kredit:


1. Kartu Kredit = Bukan Uang Anda Sendiri

"Toh masih bulan depan juga bayarnya!" adalah pembenaran yang kita ciptakan sendiri di pikiran dan sering kita jadikan sebagai alasan untuk dengan gampang menggunakan kartu kredit. Kita tidak sadar bahwa pikiran demikian membuat kita terus menambah tumpukan tagihan kartu kredit dari bulan ke bulan. Akhirnya, beberapa bulan setelahnya, barulah kita tersadar, betapa banyaknya tagihan yang harus kita bayarkan.

Mari sugesti diri kita sendiri:

Kartu kredit adalah hutang, bukan uang kita sendiri yang dapat kita pakai dan habiskan sebebasnya kapan saja.

Dengan menggunakan kartu kredit, maka secara otomatis kita akan mendapatkan tagihan sebesar jumlah yang telah kita belanjakan dan harus dibayar pada periode berikutnya. Belum lagi kalau ada additional charge untuk transaksi-transaksi di luar promo kartu kredit yang ada, maka kita jadi harus membayar lebih dari apa yang telah kita belanjakan sebelumnya.



2. Bunga Yang Luar Biasa Besar

[image : globalpost.com]

Kartu kredit adalah salah satu produk bank yang tidak menggunakan agunan atau jaminan apapun untuk meng-cover credit risks terhadap bank. Oleh karena tidak ada agunan atau jaminan, bank mengenakan bunga yang luar biasa besar untuk pemakaian kartu kredit. Beberapa bank menggunakan tarif bunga sebesar 30-36% per tahun untuk jumlah pinjaman yang kita gunakan.

Mari kita berhitung, jika Anda mempunyai tagihan kartu kredit sebesar Rp. 10.000.000,- dan tidak dapat membayar lunas tepat waktu, maka bulan depan tagihan Anda akan bertambah, menjadi sebesar Rp 10.250.000,- dengan asumsi menggunakan suku bunga 30%. 250 ribu rupiah adalah bunga, jumlah uang yang harus anda bayarkan jika tidak dapat melunasi pinjaman secara tepat waktu. Oleh karena itu, jika sangat terpaksa menggunakan kartu kredit, segera lunasi tagihan jika tidak ingin dibebani dengan bunga yang besar.


3. Pakai Ketika Terdesak

Sejak awal Ayah saya telah berpesan, "Pakailah kartu kredit dengan bijaksana dan dalam kondisi terdesak saja." Yang dimaksud dengan kondisi terdesak di sini misalnya ketika memang kita sangat perlu membeli sesuatu namun sedang kehabisan uang tunai, atau kita sedang berada di suatu tempat dan mengalami kesulitan untuk menarik uang tunai dari ATM. Dalam kondisi-kondisi urgent seperti demikian, kartu kredit dapat kita jadikan sebagai 'dewi penolong'.

Promo discount di pusat perbelanjaan, promo buy 1 get 1 free di tempat makan, dan iming-iming mengumpulkan point untuk ditukarkan dengan suatu barang tertentu biasanya sangat menggoda bagi para pemegang kartu kredit. Hang out bersama kawan lama atau keperluan meng-entertain rekan bisnis yang sarat akan gengsi dan pertaruhan kesuksesan juga cenderung membuat kita menjadi sangat mudah sekali mengeluarkan kartu ajaib tersebut dari dompet.


4. Jangan Bayar Minimum Payment!

[Image: financebusinessworldwide.com]

"Yah, tagihan sudah terlanjur menumpuk, mengembalikan barang yang sudah terlanjur dibeli juga tidak mungkin." Ya, kondisi penyesalan seperti itu pasti akan timbul ketika kita menerima lembar tagihan kartu kredit dan melihat sendiri betapa besar jumlah yang harus kita bayar. Bagi para pengguna kartu kredit, ada fasilitas membayar dengan jumlah pembayaran minimum yaitu sebesar 10% dari jumlah tagihan. Namun, sebisa mungkin jangan pakai cara ini!

Pembayaran tagihan dengan jumlah minimum tetap akan menyisakan jumlah tagihan untuk bulan berikutnya. Nah, sisa tagihan ini pun akan terkena bunga juga. Sehingga, bukannya makin sedikit jumlah yang harus anda bayarkan bulan depan, bisa jadi malah semakin banyak. Oleh karena itu, sebisa mungkin bayarlah tagihan kartu kredit secara lunas, jangan dicicil!


5. Gunakan Hanya 1 Kartu Kredit

Masing-masing bank penerbit kartu kredit pasti berusaha memberikan promo semenarik mungkin dengan tujuan untuk mendorong pemilik kartu kredit semakin aktif menggunakan kartu kreditnya. Kartu kredit A berpromo secara ekslusif dengan merchant 1, kartu kredit B juga demikian, promo ekslusif dengan merchant 2.

Bagi kita yang suka memanfaatkan kartu kredit untuk mengejar discount, hal ini bisa jadi sangat berbahaya, karena secara tidak sadar kita jadi terdorong untuk mempunyai beberapa kartu kredit yang berbeda. Jika kita tidak awas akan penggunaannya, bukan tidak mustahil maka kita akan dihantui oleh tagihan dari beberapa kartu kredit, yang jika diakumulasikan, jumlahnya bisa jadi amat mengerikan untuk dibayar. Oleh karena itu, agar mudah untuk mengawasi penggunaannya, sebaiknya gunakan hanya 1 kartu kredit saja.


6. Bayar Pakai Uang Tunai

[Image: michaelprimus.com]

Promo dari kartu kredit memang sangat menggoda. Terlebih bagi kita yang sedang tidak mempunyai uang tunai dan barang yang selama ini kita inginkan sedang didiskon dan tersedia cara pembayaran menggunakan kartu kredit. Toh juga ada tempo tenggang 1 bulan dari tanggal pembelian hingga tanggal pembayaran kartu kredit, bukan?

Jika tidak ingin terhantui hutang kartu kredit, buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Biasakan membayar dengan uang tunai! Ya, bayar dengan hanya menggunakan uang tunai!!

Jika sedang tidak mempunyai uang tunai, bagaimana? Tidak usah beli barang tersebut! Masalah selesai dan Anda tidak terhantui dengan tagihan kartu kredit.


7. Manfaatkan cicilan 0%

Salah satu keuntungan dari menggunakan kartu kredit adalah beberapa merchant elektronik menawarkan cara pembayaran dengan bunga 0% dan dapat dicicil antara 6x hingga 12x. Saya salah satu dari sekian banyak orang yang memanfaatkan hal ini, alat elektronik bisa dinikmati tanpa harus dibayar tunai di depan. Namun, perlu diingat, hal ini juga bisa menjadi sumber godaan jika kita tidak bijak dalam penggunaannya.


[Image: moorelawlic.com]

Kartu kredit seperti pedang bermata dua, jika kita bijak dan berhati-hati dalam penggunaannya, maka kartu kredit akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak mawas dan terlena dengan berbagai promo yang ada, kartu kredit justru bisa memorak-porandakan rencana keuangan kita.


Baca juga:

Membeli Properti dengan Gaji Sendiri Usia 20-an? Bisa!! Lakukan 5 Hal Ini

9 Tips Mendapatkan Uang Sekaligus Mengatasi Kecanduan Game




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Jurus Memanfaatkan Kartu Kredit secara Maksimal, Tanpa Menimbulkan Masalah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar