Tentang Senna yang Tahu Sakitnya Ditinggalkan dan Sebuah Tanya, Selma-Haqy: Idealis, Realistis atau Materialistis?

Love & Friendship

[Image: TribunStyle, instagram]

70.7K
Tak selamanya penjahat dalam percintaan itu laki-laki.

Pernikahan Selma-Haqy Rais yang menjadi viral di media sosial masih berbuntut panjang saat Senna Indiarto Rajasa Putra, mantan pacar Selma mengunggah foto rumah gelap yang diterangi lampu-lampu artistik dengan caption:

“Maybe you have to know the darkness before you can appreciate the light”

[Image: instagram]

Mungkin kamu harus tahu kegelapan sebelum dapat menghargai terang.

Unggahan Senna ini kontan mendapat tanggapan dari netizen. Sebagaian besar mendukungnya. Bahkan akun ylesherly langsung menulis, "#teamsenna semoga dapet jodoh yang lebih baik dan SETIA MENUNGGU.”

Line Today pun dibanjiri dengan komentar bernada dukungan. Akun wisnuhrmnt menulis, “Tetap semangat brow, psti ada jodoh yg lebih baik di depan sana.”

Seperti banyak netizen lain, saya seringkali lebih tertarik kepada komentar para pembaca ketimbang berita itu sendiri. Mengapa? Bagi saya, komentar itu menunjukkkan seberapa dinamis dan kritis para pembaca di dunia yang berjalan begitu cepat ini. Dari komentar mereka kita bisa belajar apakah relationship goal itu idealis, realistis atau materialistis? Mari simak bersama pengakuan para netters di bawah ini dan bagaimana relationship goal yang baik?



1. Jodoh pasti bertemu, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik

Komentar bujang fajri ini meskipun kelihatan ‘netral’ tapi ada ‘sentilannya’ sedikit. Dia memberikan dorongan semangat kepada Senna, bahwa dia akan mendapat jodoh yang baik karena dia baik. Apakah Selma tidak baik? Tidak harus begitu. Bisa jadi Selma dapat yang baik, Senna juga. Klop kan? Ada 30 orang yang mengomentari Fajri. Salah satunya Cecilia yang langsung menyahut: “Apalg 6 tahun dan disuruh nunggu lama bgt, mungkin sdh lelah.”

Pacaran yang terlalu lama memang bisa membuat seseorang jenuh. Namun, kejenuhan bukan berarti membiarkan diri untuk jatuh.

Oleh sebab itu, seperti tulisan saya di RibutRukun, Jangan Sampai Salah Pilih Jodoh!



2. Kalau nggak mau nunggu kenapa nggak dari dulu putusnya

Begitu sentilan sasa kepada Selma. Komentarnya ini ditanggapi oleh 50 komentar lainnya. Yang teratas dari Ms. Intan A. Sofyan berbunyi: “Klo yg ngelamar lbh jelek, lbih miskin dari Senna ... g yakin dah tuch cewe mau nerima.” Artinya, Intan meragukan kesediaan Selma untuk menunggu.

Relationship goals memang butuh keseriusan dan ketegasan. Jika ‘ya’ katakan ‘ya’, jika ‘tidak’ katakan ‘tidak’.

Jangan beri ruang untuk wilayah abu-abu yang nggak jelas dan merugikan keduanya, karena sama-sama digantung.

Baca Juga: Hubungan Tanpa Status: 7 Langkah agar Status Hubungan Tak Terus Menggantung



3. Face it like a man bro senna

Bambang Birawa berkomentar singkat tapi mengena. Senna yang sedang menjalani pendidikan sebagai calon perwira kepolisian memang diharapkan menunjukkan ketabahannya. Toh semua sudah terjadi. Artinya, tidak perlu baper. Move on itu penting. Saya pernah menulis di RibutRukun apa yang seharusnya kita lakukan jika kita diputus pacar. Poin pertama: terima fakta apa adanya.

[Image: theodysseyonline.com]
Untuk apa disesali. Untuk apa juga ditangisi? Bukankah jauh lebih baik menata diri?

Baca Juga: 8 Cara Anti Gagal untuk Move On dari Pengkhianatan Orang Terdekat



4. Knp ad bawang d sini

Komentar A. Raihan ini langsung disahut oleh ananda trimarsa yang menulis, “hei …. siapa yg meletakkan bawang di sini?” Saya percaya, orang yang berkomentar semacam ini adalah tipe orang yang mudah tersentuh oleh penderitaan orang lain. Mereka punya empati mendalam terhadap Senna yang jadi korban dari hiruk pikuk pernikahan Selma-Haqy Rais. Sang Pencipta Pernikahan berkata, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Sangat setuju!



5. Apa pun alasanmu mbk Selma…tetep saja kau jd pihak yang berpaling

[Image: mensXP.com]

Komentar pedas ini datang dari Tia. Ini lengkapnya:

“Apapun alasan mu mbk Selma…teteup saja kau jadi phak yg berpaling..andai kau dekat dgn pria mapan baru ini ..lamaa setelah kalian putus..mngkin tdk akn sehehoh ini..tp dlm sekejap tiba2 berpaling..agk nafi k lo alesannya Cuma krna satu visi da bla bla bla#pembenaran# ttp aja semua tersirat krna alasan materi dan ‘bonus’ kemapanan cwok yg baru..berdoa saja semoga cwok barumu jg tdk mudah berpaling..semudah dia tiba2 jatuh cinta padamu.”

Komentar Tia ini ditutup dengan emoticon orang tersenyum.

Orang yang memutuskan pacarnya karena ada yang baru, biasanya memang jadi pihak yang disalahkan. Apalagi kalau pacar yang ditinggalkan itu relatif bersih dan tidak mempunyai kesalahan yang berarti. Kalau toh itu sudah terjadi, seperti tulisan saya di RibutRukun,

Katakan Tegas kepada Hatimu: “Dia Sudah Pergi!” Titik.

Semakin dipikirkan, semakin dalam sakit hati kita. Untuk apa? Toh pacar kita sudah bersenang-senang dengan orang lain.

Baca Juga: Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik Akan Datang



6. Maybe you have to know the darkness before you can appreciate the light

Begitu komentar dhanil samuel’s yang mengutip caption Instagram Senna. Komentar itu diahiri dengan kalimat ‘nyelekit’:

“Terima kasih telah membuktikan bahwa tak selamanya penjahat dalam percintaan itu laki-laki….”

Jika terjadi pengkianatan, penyelewengan maupun perselingkuhan lebih baik jika masing-masing pihak saling introspeksi, ketimbang saling menyalahkan. Sebelum menuduh, bukankan lebih baik merenungkan semua yang terjadi sehingga situasi menjadi lebih teduh?



7. Realistis apa materialistis, pertikungan yang tajam sih itu namanya

Komentar dari NoviS tidak perlu kita perdebatkan. Selma sudah memberikan jawabannya. Jujur tidaknya, biarlah dia sendiri yang tahu. Kita tidak perlu ikut menghakimi.

Baca Juga: Becermin dari Kisah Selma-Haqy Rais: Ketika Cinta Diperhadapkan dengan Tawaran Kemapanan, Akankah Kita Memilih Tetap Bertahan?



8. “Dipaksa” nunggu…

“’Dipaksa’ nunggu… Mbak e.. yg namanya menempuh pendidikan akpol ataupun abri ya resikonya menunggu. Keluar penddikan mbak e pun hrs tetap nunggu karena masa dinas.. Mbak e kalau ngebet nikah ya saya tak menyalahkan..mungkin mbak e merasa lama. Tapi pasti mantan mbak sudah memberitahu resikoknya.. Setiap pria memiliki jalannya masing2 kok untuk sukses.. Semoga mbak bahagia dengan pasangannya yang skrng.. dan bagi mas Taruna semoga sukses dan menemukan jodoh yang terbaik.” Komentar dari Shafara N Riskita ini bernada netral, namun saya justru tergelitik untuk mengomentari kata ‘dipaksa nunggu’.

Di dalam setiap relasi, bukan kata ‘dipaksa’ atau ‘terpaksa’ yang kita pakai, melainkan ‘memilih’ untuk menunggu karena ada yang lebih besar untuk dinantikan.



9. “KURANG BERSABAR”

“Untuk pihak wanita mungkin anda bisa bilang ini itu tapi inti dari yg saya nbaca, anda hanya “KURANG BERSABAR” karena mantan anda sedang pendidikan kepolisian. Dan untuk pihak pria, sabar bro pasti dapat jodoh yg lebih baik dan lebih bersabar. Tapi yg janggal adalah “menikah sambil kuliah dan bekerja” yakin bisa jalanin sekaligus?” Komentar Idham Gustipriyo Ali ini jelas pro Senna.

Pernikahan memerlukan kesabaran. Terburu-buru bisa mengharu biru, bahkan berakhir huru hara.

Baca Juga: Saya Ingin Menikah, Tapi Tidak Karena Alasan-Alasan Keliru Seperti Ini



10. Sometimes God breaks your heart, to rescue you from the wrong person

Indraputrax memberikan komentar filosofis. Komentarnya itu mengingatkan saya dengan sabda Sang Khalik,

[Image: Renegade Tribune]

“karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.”



Baca Juga:

Rasa Sakit Tak Perlu Dipelihara Seumur Hidup. Dikhianati? Balas dengan Anggun! Begini Caranya

Terima Kasih Mantan, Darimu Aku Belajar 7 Hal Penting untuk Masa Depanku

Inilah 9 Tipe Mantan Pacar. Salah Satunya Pasti Pernah Hadir Mewarnai Perjalanan Cintamu

Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal Memalukan. 4 Hal Ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Senna yang Tahu Sakitnya Ditinggalkan dan Sebuah Tanya, Selma-Haqy: Idealis, Realistis atau Materialistis?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar